Kvyat merasa tidak diperlakukan adil oleh pengawas balap F1

dibagikan
komentar
Kvyat merasa tidak diperlakukan adil oleh pengawas balap F1
Jamie Klein
Oleh: Jamie Klein
Co-author: Valentin Khorounzhiy
17 Jul 2017 07.35

Daniil Kvyat merasa dirinya mendapat perlakuan tidak adil dari pengawas balap Formula 1, setelah menerima hukuman penalti drive-trough akibat bersenggolan dengan mobil rekan setimnya, Carlos Sainz di GP Inggris.

Daniil Kvyat, Scuderia Toro Rosso STR12
Helmet design detail on the rear of Daniil Kvyat, Scuderia Toro Rosso
Daniil Kvyat, Scuderia Toro Rosso
Carlos Sainz Jr., Scuderia Toro Rosso STR12

Kedua pembalap Toro Rosso saling bersenggolan pada putaran pembuka balapan GP Inggris di Silverstone. Kvyat melebar di tikungan Becketts, dan saat kembali bergabung ke lintasan, pembalap Rusia itu menabrak mobil yang dikemudikan Sainz.

Sainz tersingkir di tempat, sementara Kvyat masih bisa melanjutkan balapan meski dengan hukuman penalti drive-through. Satu pekan sebelumnya, Kvyat juga diganjar hukuman yang sama setelah dianggap menjadi penyebab kecelakaan tiga mobil (Max Verstappen dan Fernando Alonso) di tikungan pertama GP Austria.

Saat ditanya apakah ia merasa mendapat perlakuan tidak adil dari pengawas balap F1, ia berkata: "Saya pikir demikian. Drive-through adalah hukuman yang sangat berat.

"Saya melihat insiden yang lebih parah, tapi mereka hanya memberi hukuman penalti lima atau 10 detik. Buat saya, mereka seharusnya melanjutkan hukuman seperti itu.

"Saya tidak mengerti ini, dan membuat perasaan saya menjadi tidak enak. Seolah-olah semuanya terlihat lebih buruk dari yang sebenarnya terjadi.

Kvyat mengakui bahwa hubungannya dengan Sainz memang tidak pernah akur. Ia juga tidak berencana mendiskusikan insiden GP Inggris dengan rekan setimnya tersebut.

Artikel Formula 1 berikutnya
Vettel terkejut dengan masalah ban Ferrari

Artikel sebelumnya

Vettel terkejut dengan masalah ban Ferrari

Next article

Alonso: McLaren harus cepat ambil keputusan soal mesin

Alonso: McLaren harus cepat ambil keputusan soal mesin
Load comments