Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Breaking news
Formula 1 Launching McLaren MCL36

Lando Norris Pesimistis McLaren Bisa Saingi Tiga Skuad Raksasa F1

Lando Norris sudah mengevaluasi penyebab McLaren ketinggalan dari tiga skuad terdepan F1 2021, Mercedes, Red Bull Racing dan Ferrari.

Lando Norris with the LEGO® Technic™ McLaren Formula 1 Race Car

Mengemudikan MCL35M, ia tembus podium dalam empat kesempatan musim lalu, yakni Grand Prix Emilia Romagna, Monako, Austria dan Italia.

Alih-alih kian percaya diri menatap musim 2022, Norris malah sedikit pesimistis bisa membawa tim ke tiga besar klasemen konstruktor. Alasannya, dengan regulasi teknik baru, kemajuan tim-tim masih dipertanyakan.

Selain itu, pembalap Inggris tersebut juga perlu melihat bagaimana performa MCL36.

“Kami belum tahu apakah situasinya akan lebih bagus, buruk atau berbeda. Kami perlu menunggu,” ujarnya dalam peluncuran MCL36, Jumat (11/2/2022).

“Sulit mengatakan apakah kami bisa melakukannya. Kami tahu pada level mana mereka beroperasi.

“Mereka punya banyak hal yang akan lebih baik untuk tahun-tahun mendatang daripada kami, contohnya, terowongan angin atau simulator.”

McLaren pun menyadari tiga skuad raksasa tersebut bisa meroket karena didukung teknologi canggih. Tim tersebut berusaha mengejar dengan meningkatkan infrastruktur serta teknologi di Woking.

Baca Juga:

“Jadi kami bisa sebagus ketiganya karena posisi start kami tidak sebaik mereka. Kami harus memastikan kami siap. Itu hal terbaik yang bisa kami lakukan,” tuturnya.

“Anda bisa mengharapkan progres lebih dari kami. Kami punya sedikit alasan. Kami ingin menyalip mereka tahun ini.”

Di sisi lain, Norris meminta tim realistis dan tidak terlalu ngoyo. “Jika itu artinya P3 atau P4, kemudian kami harus puas dengan itu. Seandainya dapat mencapai hasil lebih baik, maka luar biasa,” ia menandaskan.

Mengenai konsep baru mobil F1 2022, pemuda 22 tahun tersebut mengaku timbul perasaan kurang suka terhadap desain.

“Awalnya terlihat sangat buruk, tapi sekarang biasa saja, seperti bagian normal mobil Formula 1. Hal itu akan sama dengan mobil ini. Pada mulanya tampak aneh, tapi makin lama Anda menghabiskan waktu dengannya, mobil itu akan terasa lebih normal,” ucapnya.

“Sayap tampaknya hampir separuh ban depan. Jika tahun-tahun sebelumnya, sayap depan hampir menyentuh tanah, Itu terlihat lebih dinamis dan keren.

“Sekarang, sayap depan tergantung sangat tinggi. Tidak tampak keren. Tapi, Anda hanya harus membiasakan diri dengan itu. Lagipula, saat duduk dalam mobil, saya tidak melihat sayap. Tentu saja lebih menyenangkan kalau Anda punya mobil yang terlihat indah.”

Sebaliknya, Norris menyukai livery yang terang jika dibandingkan warna-warna yang diusung tim lawan.

“Saya langsung suka (livery). Saya penggemar warna terang. Anda bisa melihatnya pada helm saya. Begitulah saya menjadi penggemar Valentino Rossi. Melihat (warna menyala) di mobil Formula 1 sekarang, membuat lebih bagus,” ia mengungkapkan.

“Semua yang hitam hanyalah serat karbon telanjang. Anda bisa melihat ketidaksempurnaan kecil dan bagaimana semua menjadi cocok bersama-sama. Saya punya desain serupa di Formula 2. Dahulu, saya mengemudi mobil dengan tampilan karbon fiber, dengan beberapa stiker kecil.

“Mobil McLaren tampak bagus, juga kencang. Anda menjaga bobot lebih rendah jika Anda tidak menggunakan cat. Jadi ada performa di dalamnya.

“Semoga mobil ini sekencang penampakannya. Tapi, mobil baru ini terlihat hebat, terutama dari dekat.”

Pertanyaan kapan menang selalu membuat Norris jengkel. Sebab, itu mengingatkannya pada insiden GP Rusia 2021 yang membuatnya kehilangan kans merebut kemenangan perdana.

“Saya ingin menang. Jika itu terwujud tahun ini, maka sungguh luar biasa. Jika tidak, saya hanya berharap bisa mencapainya tahun depan. Saya ingin menang untuk pertama kali tahun ini dan memanfaatkan kesempatan,” ujarnya.

“Siapa tahu. Kami hanya melihat kesempatan kami tahun ini. Kalau mungkin, saya ingin menandainya. Di sisi lain, saya harus menunggu dan berharap itu tidak lama.”

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Mario Andretti Nilai F1 Tepat Ubah Regulasi Aerodinamika
Artikel berikutnya Tinggalkan Akebono, McLaren MCL36 Pakai Kaliper Rem AP Racing

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia