Larangan dalam Arahan Teknis Dimanfaatkan Aston Martin

Aston Martin menemukan solusi berdasarkan arahan teknis FIA untuk mengatasi porpoising, yang dikeluarkan dalam F1 pekan lalu.

Larangan dalam Arahan Teknis Dimanfaatkan Aston Martin

Arahan tersebut menekankan soal keausan dan pelenturan plank (elemen lurus yang dipasang di sisi bawah bagian tengah mobil F1 untuk menghubungkan depan dan belakang), selain menjelaskan metrik untuk mengukur osilasi aerodinamika.

Terdengar selentingan kalau ada beberapa tim yang mengakali pelenturan plank. Prinsipal Mercedes, Toto Wolff, mengaku terkejut mengetahui rumor tersebut. Hal ini membuat FIA dan F1 menetapkan sejumlah larangan keras.

Bos Aston Martin, Mike Krack, menanggapi keluarnya arahan teknis termasuk adanya tim-tim yang bakal memanfaatkan situasi.

“Ya, kami perlu mengklarifikasi ini. Karena ini adalah hal yang kami diskusikan secara internal, cukup banyak. Regulasi apa yang diizinkan di sana? Saya tidak tahu siapa yang terkejut di media, apa itu Toto?” ujarnya kepada Motorsport.com.

“Saya juga, tapi saya tidak tahu jika dia mengatakannya atau tidak! Namun, kami mendiskusikan topik, meski pagi ini, kami mendiskusikannya. Kami perlu mengetahui apa yang terjadi di sana.”

Pria Luksemburg itu melihat sisi positif dari arahan tersebut karena timnya bisa mendapatkan petunjuk bagaimana mendongkrak performa dan mengatasi porpoising. Solusi tersebut berbeda dengan sebelumnya, di mana mereka berusaha meningkatkan tinggi berkendara.

Baca Juga:

“Ya, itu memberi kami petunjuk, memberi kami petunjuk. Kami perlu melihat dengan Andrew (Green) dan para mekanik jika kami bisa mengeksplorasi semua semampu kami dari sana,” ia menambahkan.

Kecelakaan besar yang terjadi pada F1 GP Inggris, Minggu (3/7/2022), membuat Krack mendorong FIA dan F1 mengubah aturan 2023. Dalam menetapkan desain mobil, mereka mesti mengutamakan keselamatan para pembalap.

“Keselamatan diutamakan dan kami perlu mendukung FIA membuat mobil aman. Karena mereka mengatakan seluruhnya berhubungan dengan masalah keamanan. Dan kepentingan pribadi hanya kedua,” ia mengungkapkan.

“Sekarang, jelas bahwa, kian sedikit perubahan yang dimiliki, makin dekat mobil secara teori. Perubahan sangat mahal.

“Dari sudut pandang itu, ya, kami tidak ingin ada banyak perubahan, atau perubahan sesedikit mungkin yang bisa Anda miliki. Di sisi lain, kami perlu mendukung FIA dengan membuat itu aman. Karena Anda lihat (dengan crash Zhou Guanyu), pekerjaan selama bertahun-tahun ini mengarah ke mana.”

Lance Stroll, Aston Martin AMR22

Lance Stroll, Aston Martin AMR22

Photo by: Mark Sutton / Motorsport Images

Pria dengan sepak terjang panjang di berbagai kejuaraan itu mengungkapkan telah memberi masukan kepada komite penasihat teknik.

“Ada komite penasihat teknik, mereka telah bicara tentang sejumlah perubahan yang bisa dilakukan. Kami telah berkomentar. Ada sederet saran,” katanya.

“Kami telah memberikan feedback pada poin-poin ini, yang kami pikir paling efektif untuk mengurangi porpoising.”

Bos Haas, Gunther Steiner, melihat kecenderungan FIA bakal mengadopsi beberapa upgrade yang dibawa tim-tim sepanjang musim ini untuk regulasi ke depannya. Tentu saja, bagi mereka yang teknologinya dimasukkan ke regulasi, akan mendapat keuntungan pada musim depan.

“Saya kira FIA telah meminta semua tim untuk mendukung dan berkolaborasi terhadap topik ini, dan Anda bisa muncul dengan saran dan Anda dapat memberikan analisis CFD, karena Anda diizinkan menjalankan pekerjaan CFD dalam regulasi 2023,” ujarnya.

“Dari sisi itu, saya kira semua orang bebas melakukannya. Jika mereka telah melakukan itu, regulasi berjalan ke arah tersebut. Kemudian, mereka telah melakukan pekerjaan lebih baik daripada lainnya.”

dibagikan
komentar
Alexander Albon Akan Gunakan Mobil Unggulan Williams di Austria
Artikel sebelumnya

Alexander Albon Akan Gunakan Mobil Unggulan Williams di Austria

Artikel berikutnya

Jadwal F1 GP Austria 2022 Pekan Ini: Kembalinya Sprint Race

Jadwal F1 GP Austria 2022 Pekan Ini: Kembalinya Sprint Race