Lauda: Tuduhan sabotase Hamilton "menggelikan dan bodoh"

dibagikan
komentar
Lauda: Tuduhan sabotase Hamilton
Valentin Khorounzhiy
Oleh: Valentin Khorounzhiy
Diterjemahkan oleh: Ibrahim Haddad
2 Okt 2016 16.15

Niki Lauda mengatakan dugaan kerusakan mesin Lewis Hamilton di GP Malaysia adalah bagian dari sabotase Mercedes atau karena tim memprioritasikan salah satu pembalap adalah "menggelikan dan bodoh".

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid retired from the race with a blown engine
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid retired from the race with a blown engine
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 returns to the pits after he retired from the race
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid retired from the race with a blown engine
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid retired from the race with a blown engine
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid retired from the race with a blown engine

Hamilton terlihat akan menang mudah di Sepang sebelum mesinnya berasap pada Lap 41.

Usaha Hamilton dalam mempertahankan gelar juara dunia telah terhambat oleh beberapa masalah mesin tahun ini. Setelah insiden yang terakhir, komentar Hamilton bahwa "seseorang tidak ingin saya menang" dianggap oleh beberapa orang sebagai isyarat terjadinya sabotase di dalam tim. 

Lauda, yang berperan sebagai non-executive chairman Mercedes, merespon untuk memastikan bahwa Hamilton tidak bermaksud menyampaikan pesan bernada konspirasi tersebut, dan setiap dugaan tentang sabotase adalah omong kosong.

"Saya kenal Lewis sangat baik dan ia tidak mungkin menuduh tim," jelas Lauda. "Interpretasi [sabotase] ini, saya tidak bisa menerimanya. Lewis tahu kami melakukan semuanya untuk memberikan ia mobil dan mesin terbaik.

"Saya sangat sedih untuknya, saya meminta maaf kepadanya tentang mesin yang rusak. Ini adalah mesin yang masih baru, bukan yang lama, jadi kami tidak tahu penyebabnya. Jadi jika kami tidak tahu penyebabnya, tidak ada seorang pun yang bisa mengatakan kami menyabotase mesin.

"Ini menggelikan. Dan jika Anda berbicara langsung ke Lewis, saya kira ia tidak akan mengatakannya.

"Kami bekerja untuk dia [Lewis] dan Nico dengan cara yang sempurna. Ia memenangkan dua gelar kejuaraan sejauh ini bersama kami, kami finis balapan paling banyak. Apa yang kalian pikirkan, kami tiba-tiba mulai menyabotase? Mengapa? Ini sangat menggelikan dan bodoh."

Saat ditanyai tentang siapa "seseorang" yang dimaksud Hamilton dalam komentar "sabotase", Lauda berpendapat Hamilton sedang membahas "Tuhan" yang memiliki rencana lain, interpretasi yang telah dikonfirmasi oleh Hamilton sendiri. 

Mengenai tanggapan bahwa Mercedes memiliki preferensi tersendiri dalam hal penentuan gelar juara dunia, Lauda menjawab: "Kami bekerja untuk kedua mobil kami dengan cara yang sama, kami perbolehkan mereka balapan dengan cara yang sama, semua pertanyaan-pertanyaan ini menggelikan."

Laporan tambahan oleh Jonathan Noble

Artikel Formula 1 berikutnya
Verstappen kecewa terhadap manuver Vettel

Artikel sebelumnya

Verstappen kecewa terhadap manuver Vettel

Next article

Horner ingin lokasi tes F1 tetap di Eropa

Horner ingin lokasi tes F1 tetap di Eropa
Load comments