Lauda: Untuk jaga peluang Mercedes, "Vettel harus gagal finis"

dibagikan
komentar
Lauda: Untuk jaga peluang Mercedes,
Aditya Gagat
Oleh: Aditya Gagat
30 Mei 2017 13.28

Jarak keunggulan yang dimiliki Sebastian Vettel dan Ferrari atas kubu Mercedes di Formula 1 2017 dianggap Niki Lauda sebagai alarm tanda bahaya bagi timnya.

Race winner Sebastian Vettel, Ferrari celebrates in on the podium with the champagne
Toto Wolff, Executive Director Mercedes AMG F1, Niki Lauda, Non-Executive Chairman, Mercedes AMG F1
Sebastian Vettel, Ferrari SF70H
Kimi Raikkonen, Ferrari SF70-H leads Sebastian Vettel, Ferrari SF70-H at the start of the race
Kimi Raikkonen, Ferrari SF70H, Sebastian Vettel, Ferrari SF70H, Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W08

Vettel telah meraih kemenangannya yang ketiga pada musim F1 2017. Pembalap Ferrari asal Jerman itu kini memimpin klasemen pembalap dengan jarak keunggulan 25 poin atas pesaing terdekatnya, Lewis Hamilton dari Mercedes.

Melihat situasi tersebut, Lauda, Chairman non-eksekutif Mercedes, mengeluarkan pernyataan yang bernada muram.

"Vettel harus gagal finis, setidaknya satu kali," ujarnya kepada harian terbitan Austria, Kronen. "Kami harus mencari solusi terkait masalah manajemen ban.

"Karena jika tidak, maka ini semua akan berakhir. Ferrari telah mendapatkan momentum. Dan jika ini terus berlanjut maka jarak keunggulan mereka akan semakin besar – sangat berbahaya."

Berkat kemenangan Vettel plus raihan 1-2 di Monako, Ferrari kini mengambil alih posisi pimpinan klasemen konstruktor. Skuat Italia itu kini unggul 17 poin di atas Mercedes.

Laporan tambahan oleh Stefan Ehlen

 

Artikel Formula 1 berikutnya
Ferrari dan Mercedes gunakan strategi ban berbeda di Kanada

Artikel sebelumnya

Ferrari dan Mercedes gunakan strategi ban berbeda di Kanada

Next article

Haas: F1 harus berhati-hati dalam distribusi hadiah

Haas: F1 harus berhati-hati dalam distribusi hadiah
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tim Ferrari Shop Now , Mercedes Shop Now
Penulis Aditya Gagat
Tipe artikel Breaking news