Ferrari Klaim Kekuatan Mobil F1 2023 Akan Sama

Direktur Balap Ferrari, Laurent Mekies, mengatakan butuh satu tahun bagi setiap tim untuk mencerna regulasi baru, dan mempersiapkan mobil kompetitif.

Ferrari Klaim Kekuatan Mobil F1 2023 Akan Sama

Tahun ini, Formula 1 akan memperkenalkan mobil generasi terbaru dengan menerapkan regulasi aerodinamika yang sepenuhnya berbeda.

Sebenarnya, gagasan ini diterapkan pada 2021. Tetapi pandemi Covid-19 memaksa F1 untuk menunda memperkenalkan regulasi baru.

Kejuaraan juga sebenarnya sudah menerapkan batasan anggaran, menjadi salah satu dari beberapa regulasi yang seharusnya diterapkan secara bersamaan pada tahun lalu.

Musim 2021, setiap tim hanya diperbolehkan menghabiskan 145 juta dolar Amerika (sekitar Rp2,6 triliun) untuk kebutuhan memperbaiki serta membangun mobil.

Sedangkan untuk 2022, nilainya berkurang 5 juta dolar, demi memastikan tim-tim papan bawah tidak tertinggal dari tim-tim besar.

Meski akan ada perubahan aturan besar pada 2022, tim tidak bisa bebas melakukan perombakan seperti sebelumnya. Setidaknya, kendala anggaran tidak akan mengizinkan mereka melakukan itu.

Mekies menjelaskan dampak dari pembatasan anggaran musim ini, yang menurutnya akan sulit bagi setiap tim membangun mobil yang benar-benar bisa bersaing memperebutkan gelar.

“Hanya sedikit uang yang tersedia untuk pengembangan mobil di musim 2022 karena anggaran kami secara keseluruhan telah menurun,” ucapnya.

“Kami akan melihat lebih banyak perombakan dibandingkan dengan musim 2021, tetapi lebih sedikit pembaruan dibandingkan dengan musim 2018 dan 2019.

“Musim lalu kami mendorong pembalap kami untuk berada pada batasan, karena persaingan antara kedua pembalap membantu mendorong kami maju. Pada musim 2021, kami kurang fokus pada pengembangan mobil, jadi kami menghabiskan lebih sedikit uang.

“Dengan cara ini kami dapat mengatasi kecelakaan dengan lebih baik, tetapi pada 2022 akan berbeda. Kami membutuhkan semua uang yang kami miliki untuk pekerjaan pengembangan mobil.”

Baca Juga:

Musim 2022 dikatakan sebagai era baru sejak terakhir V6 turbo hybrid diperkenalkan pada 2014 lalu. Hal ini diyakini bisa membuat persaingan menjadi lebih ketat dan memungkinkan tim kecil berada dalam persaingan perebutan gelar.

Kendati demikian, Mekies meragukan pemikiran tersebut karena tidak tahu apa yang sedang dikerjakan oleh seluruh tim.

“Kami tidak tahu di mana posisi kami dibandingkan dengan tim lain. Tidak ada titik acuan dalam peraturan ini,” ujarnya.

“Hilangnya waktu pada mobil 2022 di tahap awal proyek sangat besar. Setelah itu, kami mendapatkan kembali sebagian besar waktu yang hilang dibandingkan dengan mobil yang ada. Tapi tidak ada yang tahu apakah itu akan cukup.

“Kami akan menempatkan mobil di trek di Barcelona dan berharap itu sesuai dengan apa yang diperlihatkan di terowongan angin dan simulasi kepada kami.”

Menurut Mekies, meski sebuah tim tidak membuat mobil yang bagus musim depan, mereka masih bisa kompetitif di musim-musim mendatang berkat sifat regulasi yang kaku.

“Enam pekan setelah mobil berada di trek, perbedaan antara setiap tim akan berkurang dan ketika memasuki musim 2023, kekuaran semua mobil akan terlihat hampir sama,” tuturnya.

“Hal-hal yang dapat diterapkan dalam peraturan baru jauh lebih sederhana daripada hari ini.

“Mobil akan lebih sulit dikendarai dan kami harus memercayai pembalap untuk beradaptasi. Bersama Charles Leclerc dan Carlos Sainz, kami siap.”

Charles Leclerc, Ferrari SF21, bertarung dengan Carlos Sainz Jr., Ferrari SF21

Charles Leclerc, Ferrari SF21, bertarung dengan Carlos Sainz Jr., Ferrari SF21

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Christian Horner: Ferrari Bisa Jadi Tercepat di F1 2022
Artikel sebelumnya

Christian Horner: Ferrari Bisa Jadi Tercepat di F1 2022

Artikel berikutnya

AGPC Pastikan Albert Park Tuan Rumah Jangka Panjang F1

AGPC Pastikan Albert Park Tuan Rumah Jangka Panjang F1
Muat komentar