Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Edisi

Indonesia Indonesia
Formula 1 F1 GP Azerbaijan

Charles Leclerc: Tiga Kegagalan Beruntun Sulit Diterima

Charles Leclerc harus melepaskan kans untuk menang karena kesalahan pihak lain dalam tiga balapan Formula 1 beruntun. Pembalap Ferrari itu jelas merasa terpukul dan sulit mencerna kegagalan.

Charles Leclerc, Ferrari, walks back to his garage after retiring from the race

Pilot asal Monako tersebut tampil gemilang dalam kualifikasi empat balapan berturut-turut. Namun, hanya sekali, ia bisa mengonversi jadi podium, yakni F1 GP Miami.

Selebihnya di Spanyol dan Baku, Leclerc harus mundur di tengah jalan karena problem power unit dan finis P4 di Monako akibat tim mengambil strategi yang salah.

Rapor buruk tersebut merugikan dalam perburuan titel juara. Jika sebelumnya hanya bersaing dengan Max Verstappen, ia pun tertinggal dari Sergio Perez. Selisih poin Leclerc dengan duo Red Bull Racing itu masing-masing 34 dan 21.

Seusai menelan pil pahit di Baku, Leclerc mengaku sangat kecewa tapi ia berusaha untuk terus bangkit secara psikologis.

“Ini adalah kekecewaan ketiga beruntun dan itu tak mudah. Tapi ya, secara keseluruhan, saya percaya diri secara mental bahwa saya akan setangguh lima balapan lalu, saat memimpin klasemen. Untuk balapan berikutnya, motivasi masih ada di sana,” ia menegaskan.

Baca Juga:

“Namun, kami harus segera mengatasi hal-hal itu. Jelas sekali, reliabilitas adalah sesuatu yang perlu kami lihat setelah tiga balapan terakhir. Sebagai sebuah tim, kami perlu mungkin mengambil langkah seperti itu.”

Ketika ditanya Motorsport.com, apakah dia cemas peluang merebut titel tertutup seiring dengan kian tangguhnya Red Bull, Leclerc menepis.

“Saya yakin kami masih bisa memenangi kompetisi, tapi kami perlu mengatasi semua gangguan tersebut,” ucapnya.

Pembalap 24 tahun tersebut tetap percaya kepada skuad si Kuda Jingkrak. Hanya saja, ia meminta agar mereka segera mencari penyebab kegagalan.

Di Baku, dua mobil F1-75 gagal finis karena problem teknis. Rekan setimya Carlos Sainz juga pulang dengan tangan hampa akibat masalah hidrolik.

Dua DNF membuat Ferrari kian tertinggal dari Red Bull di klasemen konstruktor. Ada gap 80 poin antara kedua tim.

“Setelah beberapa balapan terakhir, saya kira kami telah menunjukkan bahwa kehilangan banyak poin di sana. Kami harus melihat lagi masalah ini,” katanya.

Charles Leclerc, Ferrari F1-75, kembali ke pit usai mobilnya berasap

Charles Leclerc, Ferrari F1-75, kembali ke pit usai mobilnya berasap

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Alasan Lewis Hamilton Lebih Lambat dari George Russell di Baku
Artikel berikutnya McLaren Beberkan Alasan Lakukan Team Order

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Edisi

Indonesia Indonesia