Charles Leclerc Tak Setuju Disebut Sosok Arogan

Charles Leclerc mengaku selalu menerima kritikan yang membangun dengan lapang dada. Namun, ada satu kritik yang membuatnya selalu jengkel.

Charles Leclerc Tak Setuju Disebut Sosok Arogan

Musim 2020 menjadi musim ketiga Charles Leclerc membalap di Formula 1. Ia juga menjadi salah satu pembalap yang kompetitif di musim ini, walaupun Ferrari menjalani musim terburuknya dalam 40 tahun terakhir.

Pembalap muda asal Monako ini disebut sebagai masa depan cerah Ferrari di Formula 1. Ia pun memiliki tugas untuk selalu tampil solid di setiap balapan.

Melihat tugas yang dibebankan kepadanya, Charles Leclerc pun memiliki watak yang keras terhadap diri sendiri. Hal itu bisa dilihat pada balapan GP Turki contohnya.

Baca Juga:

Sayangnya, watak kerasnya itu sering dimaknai berbeda oleh penggemarnya. Banyak fan yang menyebut Charles Leclerc adalah pembalap yang arogan.

Selain karena watak kerasnya itu, Charles Leclerc juga dinilai sebagai orang yang tertutup, walaupun bersama rekan setimnya sekalipun. Oleh sebab itu, pilot 23 tahun ini disebut sebagai orang yang arogan.

“Satu kritik yang tak bisa saya terima dan sering saya dapatkan adalah bahwa saya adalah orang yang arogan. Padahal faktanya berbeda,” tutur Charles Leclerc.

George Russell, Williams Racing, bicara dengan Charles Leclerc, Ferrari, di grid

George Russell, Williams Racing, bicara dengan Charles Leclerc, Ferrari, di grid

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

“Semakin jauh saya melangkah dalam karier saya, semakin saya tahu bahwa banyak orang yang ingin menjadi teman saya bukan karena mereka menyayangi saya, tetapi karena saya adalah seorang pembalap Ferrari.

“Karena itu, terkedang saya sedikit menutup diri, tapi itu bukan bentuk arogan, karena saya tidak seperti itu,” Leclerc menambahkan.

Charles Leclerc sendiri mengakhiri musim 2020 di peringkat kedelapan klasemen akhir pembalap. Ia hanya bisa mencatatkan dua podium di musim ini.

dibagikan
komentar
Sejarah Nuansa Biru Kuning Mobil Renault Alonso di Era Keemasannya

Artikel sebelumnya

Sejarah Nuansa Biru Kuning Mobil Renault Alonso di Era Keemasannya

Artikel berikutnya

Mengapa Pembalap Veteran Masih Menarik di F1?

Mengapa Pembalap Veteran Masih Menarik di F1?
Muat komentar