Malaysia pertimbangkan keluar dari kalender F1

dibagikan
komentar
Malaysia pertimbangkan keluar dari kalender F1
Pablo Elizalde
Oleh: Pablo Elizalde
24 Okt 2016 14.32

Masa depan GP Malaysia akan ditentukan pada minggu depan, setelah muncul panggilan dari masyarakat Malaysia untuk memberhentikan gelaran F1 di negara jiran tersebut.

Sirkuit Sepang - lurusan start-finish
Tribun utama sirkuit Sepang
Start
grid sebelum start balapan
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid leads at the start of the race
Sebastian Vettel, Ferrari SF16-H, Kimi Raikkonen, Ferrari SF16-H at the start
Sepang International Circuit
Sepang International Circuit
Sepang International Circuit

Sepang telah menjadi tuan rumah gelaran balapan F1 di Malaysia sejak mereka masuk ke kalender F1 pada tahun 1999. Tetapi, sejak beberapa tahun terakhir ini, mereka terus melaporkan penurunan penjualan tiket.

Menurut CEO Sepang, Datuk Ahmad Razlan Ahmad Razali, mereka hanya dapat menjual 60 persen tiket untuk balapan Grand Prix. Hal tersebut menjadi kontras, setelah tiket untuk event MotoGP tahun ini, diperkirakan telah habis terjual.

Media setempat juga melaporkan bahwa jumlah penonton TV untuk balapan GP Malaysia tahun ini, adalah yang “terendah sepanjang sejarah”.

Sirkuit Sepang sebenarnya masih memiliki kontrak untuk menggelar balapan F1 hingga tahun 2018. Tetapi, keputusan akhir terkait masa depan sirkuit ini akan diambil pada pertemuan dengan pemegang saham Sepang dan kementerian keuangan Malaysia.

Razlan berkata, balapan Formula 1 sudah tidak menjadi olahraga yang menarik, dan meminta negaranya untuk memutuskan masa depan gelaran GP Malaysia.

“Mungkin akan menjadi hal yang bagus bila Malaysia mengambil jeda ‘istirahat’,” ujar Razlan yang berbicara dengan media Malaysia, The New Strait Times.

“Saya pikir produk [F1] sudah tidak menarik lagi. Dan kini hanya didominasi oleh satu tim.”

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin, juga meminta negaranya untuk berhenti menggelar balapan Formula 1 dan lebih memfokuskan balapan MotoGP, yang ia anggap lebih menguntungkan dari segi finansial.

“Saya pikir, kami lebih baik berhenti menggelar balapan F1. Biayanya cukup tinggi, dan keuntungannya juga cukup terbatas,” ujar Jamaluddin melalui akun Twitter-nya.

“Ketika kami pertama kali menggelar balapan F1, saat itu menjadi momen yang bersejarah, karena menjadi satu-satunya balapan F1 pertama di Asia selain Jepang. Sekarang dengan semakin banyaknya trek-trek baru, keunikan tersebut sudah tidak terasa lagi.

“Tetapi, saya masih ingin Malaysia tetap menggelar balapan MotoGP. 1) Biaya yang lebih murah, 2) Banyak penonton, 3) Kami juga memiliki wakil di Moto2 dan 3,”

Artikel Formula 1 berikutnya
Analisis: Kisah di balik foto yang paling diperbincangkan pekan ini

Artikel sebelumnya

Analisis: Kisah di balik foto yang paling diperbincangkan pekan ini

Next article

Gasly: “Saya tidak paham dengan keputusan Red Bull”

Gasly: “Saya tidak paham dengan keputusan Red Bull”

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Pablo Elizalde
Tipe artikel Breaking news