Mantan bos McLaren kembali ke F1 sebagai konsultan FIA

dibagikan
komentar
Mantan bos McLaren kembali ke F1 sebagai konsultan FIA
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
18 Jan 2018 01.55

Mantan bos McLaren, Martin Whitmarsh, kembali memiliki peran di Formula 1. Motorsport.com mendapatkan informasi ia menerima posisi sebagai konsultan sementara dengan FIA.

Whitmarsh sempat menghilang dari F1 pada 2014 saat ia dilengserkan dari posisinya sebagai CEO McLaren pada 2013, saat Ron Denis kembali mengambil kontrol tim.

Sejak itu, ia banyak terlibat dalam balap kapal pesiar, dengan menjadi kepala tim dari tim asal Amerika, Land Rover BAR.

Namun setelah mundur dari posisi tersebut untuk mengambil posisi pemasihan di FIA pada akhir tahun, Whitmarsh kembali terlibat di dunia motorsport.

November tahun lalu, Withmarsh ditunjuk sebagai perwakilan dari dewan penasihat global Formula E, yang diketuai oleh empat kali juara dunia F1 dan bos Renault e.dams, Alain Prost.

Saat ini, Whitmarsh akan bekerja dengan FIA untuk embantu badan pengatur olahraga mobil untuk menerapkan peratuan pengendalian biaya yang efektif di F1, yang mungkin mencakup pembatasan anggaran.

Pengetahuan Whitmarsh dalam menjalankan tim, ditambah pengalamannya sebagai ketua dari Formula One Teams Associaton dari 2010 hingga 2012, dianggap mampu menentukan bagaimana pengendalian keuangan yang dapat diemplementasikan dan efektif.

Head of communication FIA F1, Matteo Bonciani, mengkonfirmasikan penunjukan tersebut. "Whitmarsh telah menerima undangan untuk bekerja degan FIA secara sementara untuk memberi dukungan dalam menentukan peraturan keuangan demi kompetisi yang adil dan berkelanjutan di kejuaraan dunia F1."

Detail lebih jauh terkait penunjukkan dan peran yang akan diemban Whitmarsh diperkirakan akan dibeberkan pada rapat Strategy Group antara FIA dengan tim F1 pada Kamis (17/1).

Konsekuensi yang tidak terduga

Kembali ke 2013, saat F1 terakhir kali mencoba merencanakan pembatasan anggaran, Whitmarsh mengungkapkan bahwa sistem tersebut hanya akan bekerja jika tim melaksanakannya, dan tidak mencoba menggunakan itu sebagai kesempatan untuk mendapatkan keunggulan yang tidak adil atas pesaing-pesaingnya.

Pemahamannya tentang apa yang diperlukan, dan potensi jebakan, dapat membantu FIA dalam menyelesaikan kerangka kerja untuk kesepakatan semacam itu.

"Jika kita ingin melakukannya [memperkenalkan pembatasan anggaran], kami memiliki cara untuk melakukannya, namun minoritas akan selalu oportunis atau mencoba untuk menggagalkannya," ungkap Whitmarsh kepada Autosport saat itu.

"Selalu ada dan selalu akan ada 'orang kaya' dan 'tidak kaya', [dan] masalahnya adalah 'orang kaya' tidak pernah ingin menghadapinya.

"Sangat mudah untuk memiliki konsekuensi yang tak terduga dan perubahan dalam situasi yang seimbang. Saya pikir ini dapat dilakukan, tapi jika tidak ada kemauan yang cukup besar..."

Pemilik baru F1, Liberty Media, telah menjelaskan bahwa mereka dengan  FIA ingin memperkenalkan beberapa bentuk pengendalian biaya baru selama beberapa tahun ke depan.

Konsep garis besar dari pembatasan anggaran telah dijelaskan kepada tim musim lalu, dengan pertemuan individu lebih lanjut akan dilangsungkan selama beberapa minggu terakhir untuk mencoba menguatkan rencana tersebut.

Perwakilan tim dan Liberty akan bertemu lagi pada Kamis (18/1) pada rapat F1 Strategy Group selanjutnya, di mana diskusi tentang peraturan masa depan, termasuk rencana mesin baru untuk 2021, akan dibicarakan.

Artikel Formula 1 berikutnya
Kubica: Williams adalah langkah penting menuju comeback F1

Artikel sebelumnya

Kubica: Williams adalah langkah penting menuju comeback F1

Next article

Toro Rosso umumkan tanggal peluncuran mobil 2018

Toro Rosso umumkan tanggal peluncuran mobil 2018
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Jonathan Noble
Tipe artikel Breaking news