Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Formula 1 Austrian GP

Ganggu Red Bull, Marko Desak Konflik Horner-Verstappen Dituntaskan

Helmut Marko menganggap pertengkaran antara Christian Horner dan Jos Verstappen adalah gangguan yang tidak perlu untuk Red Bull F1. Ia berharap friksi segera diselesaikan agar tak berlarut.

Max Verstappen, Red Bull Racing, Helmut Marko, Consultant, Red Bull Racing, Christian Horner, Team Principal, Red Bull Racing

Max Verstappen, Red Bull Racing, Helmut Marko, Consultant, Red Bull Racing, Christian Horner, Team Principal, Red Bull Racing

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Penasihat motorsport Red Bull, Helmut Marko, mengatakan bahwa tim Formula 1 tidak bisa mengambil risiko nasibnya di lintasan balap terganggu oleh perselisihan tak penting seperti yang terjadi antara Jos Verstappen dan Christian Horner.

Verstappen Sr marah dan menduga ada campur tangan sang prinsipal tim yang berupaya menggagalkan keterlibatannya dalam Parade Legenda di Red Bull Ring, Minggu (30/6/2024). Kepada media Belanda, pria Belanda itu mengatakan bahwa ia terpaksa menarik diri dari rencana uji coba mobil RB8 menjelang GP Austria karena ia yakin Horner berusaha menghalanginya.

Kepada Formule  1, ia mengemukakan, "Saya sudah benar-benar selesai dengannya. Ia terlihat seperti anak TK. Saya bisa saja mengemudikan mobil, tapi saya mundur.

"Saya merasa Horner sangat kekanak-kanakan. Itu menunjukkan sesuatu tentang dirinya, saya pikir."

Horner sendiri kemudian membantah bahwa ada hak veto dari pihaknya atas masalah ini dan menegaskan bahwa situasi Verstappen Sr. tidak menarik perhatiannya.

"Anda tidak bisa mengendalikan segala sesuatu dalam hidup," ia menambahkan. "Saya tidak bisa mengendalikan hubungan dengan ayah pembalap, tetapi fokus saya adalah pada kinerja pembalap dan kinerja tim kami. Dan di sanalah fokus saya berada."

Baca Juga:

Namun di tengah pertarungan yang makin ketat dengan McLaren untuk memperebutkan kemenangan di balapan, Marko mengatakan bahwa gesekan semacam itu tidak boleh menyita perhatian orang.

Kepada ServusTV, Marko mengungkapkan, "Kami sebenarnya telah memutuskan untuk berkonsentrasi pada sisi olahraga dan memiliki cukup banyak masalah di sana untuk menyelesaikannya.

"Tapi saya akan mengatakan bahwa itu (pertengkaran) adalah masalah pribadi antara Jos dan Christian, dan (salah satu) yang seharusnya tidak terjadi sama sekali tentang hal-hal sepele seperti pertunjukan."

Marko mengatakan bahwa dengan keunggulan Red Bull di puncak klasemen F1 yang telah terkikis dalam beberapa pekan terakhir, seluruh fokus tim harus tertuju pada apa yang terjadi di lintasan.

"Kami harus dan akan berkonsentrasi penuh pada olahraga ini," tuturnya. "Kami memiliki lawan yang sangat kuat di McLaren.

"McLaren, di setiap lintasan, dengan setiap temperatur, dengan setiap jenis ban, selalu langsung cepat. Jadi itu akan menjadi hal yang sulit sepanjang musim."

Jos Verstappen, Dr. Helmut Marko, Consultant, Red Bull Racing

Jos Verstappen, Dr. Helmut Marko, Konsultan, Red Bull Racing

Foto oleh: Kumpulan Konten Red Bull

Wolff Tepis Spekulasi

Sikap Jos Verstappen akhir pekan ini kembali memicu pembicaraan baru tentang potensi pindahnya Max ke tim lain pada suatu saat nanti, meskipun pembalap Belanda itu mengatakan tetap bersama Red Bull pada tahun 2025.

Horner telah lama bersikeras bahwa ia tidak melihat adanya bahaya jika Verstappen meninggalkan tim, meskipun ada tawaran yang dibuat oleh bos Mercedes Toto Wolff sejak awal musim.

Lebih lanjut, dia memandang bahwa pembicaraan tentang kepindahan Verstappen ke Mercedes digunakan sebagai langkah 'pengalih perhatian' oleh pabrikan Jerman untuk mengalihkan perhatian dari situasi kompetitifnya sendiri. Hal ini dibantah keras oleh Wolff.

Ditanya tentang pendapat Horner mengenai hal ini dalam konferensi pers hari Jumat di Red Bull Ring, Wolff mengatakan kepada Sky Germany: "Saya bahkan tidak mendengar dia mengatakan itu. Itu sangat bodoh. Dia hanya mengoceh."

Setelah terlihat berbicara dengan Jos di paddock Austria, Wolff berkelit dan mengatakan bahwa ia selalu berhubungan baik dengan Verstappen. Tapi, masih ada faktor lain yang pada akhirnya akan menentukan kokpit di masa depan.

"Selalu ada kontak," ucapnya. "Kami tinggal di tempat yang sama dan selalu berhubungan baik. Anda bisa bersikap baik dengan tetangga Anda dan dia tetap tidak akan mengemudikan mobil Anda.

“Yang paling penting adalah kami melihat performa kami. Saya yakin jika kami memiliki mobil yang cepat, maka para pembalap yang cepat juga ingin mengemudikan mobil kami.

"Hari ini kami tiga setengah persepuluh terlalu lambat. Itulah mengapa kami harus meningkatkan diri, maka kami juga akan menjadi tempat yang baik untuk Max Verstappen. Tapi saat ini, kami belum cukup cepat."

Laporan tambahan oleh Frederik Hackbarth dan Markus Luettgens

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Kualifikasi F1 GP Austria: Verstappen Taklukkan Pole Position
Artikel berikutnya Berkata Kasar, Tsunoda Didenda Rp700 Juta

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia