Helmut Marko: Lewis Hamilton Suka Drama dan Hiperbolis Fakta

Penasihat Red Bull Racing Helmut Marko tidak percaya rasa sakit yang dirasakan Lewis Hamilton akibat kecelakaan dengan Max Verstappen di Monza sehebat yang diungkapkan pembalap Mercedes itu.

Helmut Marko: Lewis Hamilton Suka Drama dan Hiperbolis Fakta

Juara bertahan Formula 1, Lewis Hamilton, kini dalam bahaya dilabeli sebagai drama queen atau hiperbolis (orang yang suka melebih-lebihkan fakta) oleh banyak penggemar, seperti pendahulunya, Nigel Mansell.

Fakta bahwa setelah kecelakaan fatal dengan pembalap Red Bull Racing Max Verstappen dalam balapan Grand Prix (GP) Italia di Sirkuit Monza, tidak sesuai dengan pernyataannya.

Pada Minggu (12/9/2021), Hamilton berbicara soal dirinya yang harus konsultasi dengan spesialis “untuk memastikan saya bisa tampil pada balapan berikutnya.” Namun ia kemudian berpesta di acara Met Gala di New York hari Selasa (14/9/2021). Hal ini sontak jadi sorotan.

Ini pun berlaku untuk tuduhan Hamilton kepada Verstappen bahwa sang rival tidak menanyakan tentang keadaannya segera usai tabrakan. Ia mengkritik  dan mengaku terkejut dengan sikap pilot  Belanda tersebut.

“Ketika kita mengalami insiden seperti itu, hal pertama yang saya lakukan adalah bertanya apakah orang lain baik-baik saja, apakah dia baik-baik saja,” tutur Hamilton setelah Verstappen tidak menanyakan kondisinya.    

 

Pernyataan juara dunia F1 tujuh kali itu adalah tuduhan yang tak bisa dipahami oleh Penasihat Red Bull Helmut Marko. Baik Verstappen maupun tim segera mengetahui Hamilton mencoba keluar dari gravel dan melanjutkan balapan.

Dan bahkan mobil medis hanya melaju setelah melihat situasinya, karena perilaku pembalap Mercedes-AMG Petronas bisa ditafsirkan sebagai keadaan yang benar-benar aman.

“Verstappen sudah out ketika Hamilton mencoba keluar dari gravel dengan gigi mundur. Mobil medis melihat itu dan tidak berhenti. Dan kemudian sebuah drama ditampilkan, bahwa Hamilton yang malang tiba-tiba cedera dan seterusnya,” kata Marko kepada Osterreich.

Menurut pria 78 tahun itu, crash antara Verstappen dan Hamilton adalah murni “kecelakaan balap normal”. Karenanya, Marko tidak berpikir memberikan penalti grid untuk pembalapnya benar, namun Red Bull menerima itu.

Pakar Formula 1 Marc Surer memperkuat argumen Marko yang setuju bahwa Lewis Hamilton memiliki kegemaran tertentu untuk sandiwara.

Surer terkejut saat pilot Inggris itu “tiba-tiba hampir pingsan dan membutuhkan dokter” di Hungaroring karena efek Covid-19, meskipun Hamilton mampu “berlari dalam kondisi prima” usai balapan di Silverstone sebelumnya.

Lewis Hamilton, Mercedes W12 and Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B collide

Lewis Hamilton, Mercedes W12 and Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B collide

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

“Sekarang dia pasti bermain  lagi betapa berbahayanya semua itu. Maaf, namun tabrakan di Silverstone di 300 (km/jam) dengan insiden 80 km/jam di chicane, itu cukup berbeda,” kata Suere dalam wawancara di kanal Youtube Formel1.de.

Helmut Marko meyakinkan jika hubungan antara Red Bull dan Mercedes tetap tegang dengan kritik yang terus berlanjut, kemungkinan akan seperti itu hingga akhir musim.

Misalnya, ia menyebut tuduhan Prinsipal Silver Arrows, Toto Wolff bahwa serangan Verstappen kepada Hamilton di Monza adalah pelanggaran teknis untuk mencegahnya menang sebagai omong kosong. “Mercedes terlalu lambat untuk itu,” ucap Marko.

Ia juga meragukan pernyataan kubu Mercedes yang menyebut, meski mereka tentu saja akan mencoba segalanya untuk memenangi kejuaraan, tidak ada lagi pembaruan teknis besar yang direncanakan untuk sisa musim ini.

“Saya masih tidak percaya sepatah kata pun yang mereka lontarkan,” Marko menegaskan.

Baca Juga:

dibagikan
komentar
Dipandang Tak Punya Prospek, David Coulthard Usir Yuki Tsunoda dari F1

Artikel sebelumnya

Dipandang Tak Punya Prospek, David Coulthard Usir Yuki Tsunoda dari F1

Artikel berikutnya

F1 Esports Series Dimulai Oktober, Ini Format dan Jadwal Balapnya

F1 Esports Series Dimulai Oktober, Ini Format dan Jadwal Balapnya
Muat komentar