Marko Ingin Red Bull Terus Tekan Mercedes

Penasihat Red Bull Racing, Helmut Marko, mengatakan kesalahan yang dilakukan Mercedes dalam Grand Prix (GP) Monako, 23 Mei 2021, akibat tekanan besar yang mereka dapatkan.

Marko Ingin Red Bull Terus Tekan Mercedes

Kemenangan Max Verstappen di GP Monako membuatnya berhasil mengambil alih pimpinan klasemen sementara Formula 1 2021 dari Lewis Hamilton yang hanya mampu finis ketujuh.

Sepanjang akhir pekan GP Monako, Red Bull terlihat sangat kuat dan selalu melakukan sesuatu yang tepat. Berbeda dengan Mercedes yang cukup kesulitan untuk membuat Hamilton dan Valtteri Bottas tampil cepat.

Petaka mulai terjadi di kualifikasi saat peraih tujuh titel F1 itu mengakhiri sesi di posisi ketujuh. Itu berarti, ia harus start dari row keempat, yang sangat tidak menguntungkan saat balapan di Sirkuit jalan raya Monte Carlo yang sempit.

Memiliki start yang bagus dan berusaha mempertahankan ritme balapnya, Mercedes meminta Hamilton melakukan pit stop lebih awal yang dianggap bakal memberi keuntungan.

Sayang, strategi tersebut salah dan itu membuat pembalap asal Inggris tersebut harus kehilangan dua posisi.

Selain salah dalam menerapkan strategi, Mercedes juga harus kehilangan satu mobil di trek akibat nut roda depan kanan Bottas tak bisa terbuka.

Helmut Marko menganggap kesalahan yang dilakukan Mercedes telah menunjukkan bahwa mereka memiliki kelemahan dan ingin Red Bull tak mengurangi tekanannya.

“Itu menunjukkan ketika tekanan terus diberikan, maka Anda bisa membuat kesalahan. Tapi ini juga menunjukkan bahwa kami harus tetap memberikan tekanan dan menempatkan tekanan sebesar mungkin pada kedua mobil,” ujar Marko.

“Sekarang, Ferrari juga ikut memberikan tekanan. Itu sangat bagus bagi para penonton. Bahkan, membuat kami harus bekerja keras.”

Baca Juga:

Prinsipal Red Bull, Christian Horner, menegaskan sangat penting bagi timnya untuk mendapatkan hasil terbaik di Monako ketika Mercedes tak dalam bentuk terbaiknya.

“Saya pikir sangat penting untuk mengambil peluang kami di sini. Mercedes memiliki hari yang sulit dan penting untuk mengonversikannya menjadi kesuksesan,” kata Horner.

“Sebagai sebuah tim, kami berhasil melakukannya, dan kami memimpin dua klasemen sekaligus untuk pertama kalinya di era hibrida, Jadi, ini benar-benar menyenangkan.

“Tapi, tidak ada yang terbawa suasana. Masih ada jalan yang sangat panjang untuk dilalui dalam kejuaraan ini. Namun, bisa sangat dekat dalam tahap ini, membuat kami sangat bangga.”

Horner mengatakan kunci bagi timnya saat ini adalah tetap mempertahankan kinerja dalam perebutan gelar hingga akhir musim, ketika segalanya menjadi lebih intens.

“Kami hanya harus menjaga jarak sampai akhir kejuaraan, dan di situlah tekanan benar-benar datang,” ucapnya.

“Untuk saat ini, Anda berada dalam situasi di mana Anda harus fokus melalui setiap balapan. Penting untuk tetap stabil, konsisten, dan tidak banyak kehilangan posisi.”

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Mantan Presiden FIA Max Mosley Tutup Usia
Artikel sebelumnya

Mantan Presiden FIA Max Mosley Tutup Usia

Artikel berikutnya

FIA Akui Sempat Selidiki Kecelakaan Leclerc

FIA Akui Sempat Selidiki Kecelakaan Leclerc
Muat komentar