Martin Brundle ungkap serangan jantung di GP Monako 2016

Komentator Formula 1, Martin Brundle, mengungkapkan bahwa ia mengalami serangan jantung di tengah-tengah siaran GP Monako musim lalu.

Pakar F1 untuk Sky Sports tersebut baru saja menyelesaikan tugasnya mengomentari balapan di Monte Carlo ketika ia harus berlari ke podium untuk wawancara pascabalapan dengan tiga pembalap teratas.

Saat berlari, Brundle mengalami kesakitan dan baru menyadari seberapa parahnya kemudian.

"Saya mendapat serangan jantung saat berlari ke podium di Monako," ungkap Brundle di panggung Autosport International Show pada hari Kamis.

Brundle menjalani operasi jantung segera setelah GP Monako dan harus absen di Kanada untuk beristirahat.

Ia berpikir kondisi kesehatannya akan memaksa ia kehilangkan kursi balap LMP3 dalam event Road to Le Mans tapi kemudian dinyatakan baik-baik saja oleh staff medis.

Cetak pole position di usia 57

Di Circuit de la Sarthe tahun lalu, Brundle berhasil mencetak pole position di usia 57 tahun di atas mobil Ligier JS P3 - Nissan #2 dari tim United Autosports.

"Saya duduk di konferensi pers dan ada orang-orang berusia 17 dan 19 di samping saya, dan saya pikir 'tidak buruk untuk orang tua yang berusia 57'," kata pemenangan balap ketahanan Le Mans 24 Jam 1990 tersebut.

Pada akhirnya, Brundle bersama tim United Autosports finis kedua di Road to Le Mans 2016 

"Saya adalah pembalap yang bekerja di televisi. Saya tidak melihat diri saya sebagai orang televisi," terang Brundle.

Laporan tambahan oleh Jonathan Noble

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Event GP Monako
Trek Monte Carlo
Pembalap Martin Brundle
Tipe artikel Breaking news