Masa Depan Bottas dan Russell Harus Aman Sebelum Tandem Hamilton Dipilih

Mercedes ingin memastikan masa depan Valtteri Bottas dan George Russell di Formula 1 aman, sebelum menunjuk salah satu di antara mereka jadi tandem Lewis Hamilton.

Masa Depan Bottas dan Russell Harus Aman Sebelum Tandem Hamilton Dipilih

Tim pabrikan Jerman tersebut makin bingung menentukan siapa yang cocok jadi pendamping sang juara bertahan F1 untuk musim depan.

Bottas masih masuk hitungan mengingat pengalaman serta koneksi kuat dengan Hamilton. Namun, di sisi lain, Russell juga menggeliat dan terus memperlihatkan peningkatan performa bersama Williams.

Bahkan, di GP Belgia, pemuda Inggris itu naik podium untuk pertama kali dalam kariernya sebagai pembalap F1. Pilot didikan program junior Mercedes itu menempati posisi kedua di depan Hamilton dan mempersembahkan sembilan poin untuk Williams.

Jelang balapan di Spa-Francorchamps, kedua pembalap mengungkapkan belum ada kabar yang bisa dibagikan.

Tapi sepertinya, diam-diam, prinsipal Mercedes, Toto Wolff, dan koleganya sudah punya pilihan. Hanya saja, mereka mesti berhati-hati menyusun narasi agar tak menyinggung pihak-pihak lain yang terkait.

Baca Juga:

“Pengumuman ditunda karena ada para pemangku jabatan yang terlibat dan perlu kami hormati,” ia mengungkapkan. “Selama kontrak belum ditandatangani, tak masuk akal mengumumkannya.”

Ketika ditanya Motorsport.com, apakah Wolff ingin Bottas dan Russel dapat kepastian sebelum merilis pengumuman, ia pun menjawab, “Ya.”

“Ini bukan hanya panggilan kami, tapi ada pihak lain yang terlibat dan Anda harus selalu memproses dengan rasa hormat dan kepantasan,” ia menambahkan.

Wolff sendiri telah punya keputusan tapi harus dapat persetujuan pemangku kepentingan lainnya.

Skenarionya, Alfa Romeo menampung Bottas ketika Mercedes mempromosikan Russell ke tim utama. Tim yang berafiliasi dengan Ferrari itu berencana menyegarkan line-up pembalap F1 2022.

Toto Wolff, Team Principal and CEO, Mercedes AMG, and Valtteri Bottas, Mercedes, in the garage

Toto Wolff, Team Principal and CEO, Mercedes AMG, and Valtteri Bottas, Mercedes, in the garage

Photo by: Steve Etherington / Motorsport Images

Kemungkinan Kimi Raikkonen bakal dicoret. Antonio Giovinazzi bisa dipertahankan dan perlu bantuan pembalap baru.

Bottas bukan anak kemarin sore. Pria Finlandia itu terjun pertama di F1 pada 2013. Ia memperkuat Williams. Setelah empat musim, The Silver Arrows memboyongnya untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Nico Rosberg. Berada di balik kemudi mobil kencang, prestasinya otomatif meningkat.

Bottas langsung berada di peringkat ketiga klasemen pembalap saat tahun debutnya. Sempat turun ke posisi kelima pada 2018, ia pun menghuni dua besar beruntun. Pemilik nomor 77 berperan penting membantu Mercedes mempertahankan juara konstruktor.

Pamornya meredup musim ini dengan turun ke peringkat keempat. Memenangi lomba jadi target yang terlihat mustahil.

dibagikan
komentar

Video terkait

Penyelenggara GP Belgia Segera Bahas Masalah Refund dengan F1
Artikel sebelumnya

Penyelenggara GP Belgia Segera Bahas Masalah Refund dengan F1

Artikel berikutnya

Batalnya GP Jepang Bikin Batas Pengeluaran Tim F1 Naik Rp17 Miliar

Batalnya GP Jepang Bikin Batas Pengeluaran Tim F1 Naik Rp17 Miliar
Muat komentar