Masa depan F1, Wurz: Bangun mobil yang aman di kecepatan 450km/j

dibagikan
komentar
Masa depan F1, Wurz: Bangun mobil yang aman di kecepatan 450km/j
Valentin Khorounzhiy
Oleh: Valentin Khorounzhiy
Co-author: Oleg Karpov
Diterjemahkan oleh: Aditya Gagat
29 Des 2016 14.44

Kepala Asosiasi Pembalap Grand Prix (GPDA) Alexander Wurz, berharap adanya peningkatan di aspek keselamatan F1 sehingga mobil dapat melaju lebih kencang sekaligus membuat balapan menjadi lebih seru.

The start of the race
Alexander Wurz, Williams Driver Mentor / GPDA Chairman
Sebastian Vettel, Ferrari SF16-H, memimpin selepas start.
Fernando Alonso, McLaren MP4-31 in a huge crash
Fernando Alonso, McLaren MP4-31 exits his car after a huge crash
The grid before the start of the race

Mantan pembalap Formula 1 dari Austria itu ingin melihat mobil-mobil F1 melaju lebih kencang dan dengan tingkat downforce yang lebih tinggi. Namun, ia juga menekankan bahwa hal tersebut hanya akan dapat dicapai selama risiko kematian dapat terus diturunkan.

“Jika saya seorang visioner di F1, saya ingin mobil yang lebih aman, dan juga dapat melaju lebih kencang,” ujar Wurz kepada Motorsport.com.

“Ketika saya berbicara ‘lebih kencang’ yang saya maksud adalah mobil yang dapat melaju hingga 450 [km/j], dan juga downforce yang lebih tinggi. Selama aspek keselamatan juga bisa ditingkatkan, kita akan bisa melihat mobil-mobil tersebut membalap di sirkuit-sirkuit ekstrem.

Wurz yang tahun ini sempat melobi agar F1 memasang perangkat Halo di musim 2017, sebelum akhirnya diundur hingga 2018, percaya bahwa peningkatan aspek keselamatan dapat mengeliminasi beberapa peraturan yang saat ini membuat balapan F1 menjadi sedikit membosankan bagi para fans.

“Kita jadi tidak perlu membutuhkan area run-off yang terlalu besar,” tambahnya. “Kami ingin fans di rumah berpikir: ‘Wow saya tidak yakin saya bisa mengemudi seperti itu. Hanya pembalap yang paling berani dan berbakat yang bisa mengemudi sekencang itu.’

“Mobil juga harus bisa dibangun lebih aman lagi, karena direktur balap tentunya harus menjaga keselamatan tiap pembalap. Jika sesuatu yang buruk terjadi, kita akan balik ke nol lagi.

Wurz kemudian berkata, jika F1 berniat mengadopsi ide tersebut di masa depan, ia menginginkan adanya rencana jangka panjang yang dapat diterapkan.

“Ide tersebut lebih cocok dianggap sebagai visi jangka panjang saya – dan ide tersebut tidak akan cocok dengan orang-orang yang masih memiliki visi jangka pendek.

“Meski begitu, saya sendiri tidak yakin apakah ide saya sudah benar. Tetapi, itu lah alasan mengapa kami harus selalu mengambil keputusan sebagai grup.”

Artikel Formula 1 berikutnya
Magnussen bela keputusan gabung ke Haas dari Renault

Artikel sebelumnya

Magnussen bela keputusan gabung ke Haas dari Renault

Next article

Brawn: Warisan Schumacher masih terasa di F1

Brawn: Warisan Schumacher masih terasa di F1
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Pembalap Alexander Wurz
Penulis Valentin Khorounzhiy
Tipe artikel Breaking news