Masa Jabatan Berakhir, Jean Todt Ucapkan Perpisahan ke F1

Grand Prix Arab Saudi menandai akhir dari kepemimpinan Jean Todt sebagai Presiden Federation Internationale de l'Automobile (FIA).

Masa Jabatan Berakhir, Jean Todt Ucapkan Perpisahan ke F1

Selama 12 tahun pemerintahan Todt di pucuk pimpinan FIA, sepak terjang dan kontribusinya ditandai dengan keterlibatan aktif dalam masalah keselamatan di jalan raya serta trek balap.

Namun berbanding jauh dibandingkan pendahulunya yang berkarakter flamboyan, Max Mosley, interaksi antara Todt dengan Formula 1 terkesan lebih cerdas dan bijaksana ketimbang berwibawa atau politis.

Pria berusia 75 tahun itu juga aktif untuk memastikan peralihan F1 yang aman dari pemilik lama ke pemegang hak komersial anyar, Liberty Media, pada musim 2016 lalu - sembari membimbing balap jet darat ke era baru.

Minggu (5/12/2021) kemarin, Todt hadir di Sirkuit Jeddah Corniche. Sebelum perlombaan dimulai, digelar sesi foto bersama para pembalap, termasuk CEO Formula 1, Stefano Domenicali.

Sebelumnya, pada Sabtu (4/12/2021), Todt memimpin rapat terakhirnya dengan barisan Team Principal jelang GP Arab Saudi.

Todt sendiri memang tidak dapat hadir dalam seri pemungkas, yang menjadi penentuan gelar juara dunia F1 2021 antara Lewis Hamilton dengan Max Verstappen di GP Abu Dhabi.

“Dari lubuk hati saya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pembalap dan seluruh keluarga F1 atas ungkapan terima kasih yang mengharukan ini,” tulisnya di media sosial.

“Saya akan merindukan kalian, berharap untuk bertemu kalian segera.”

Stefano Domenicali, CEO, Formula 1, Jean Todt, President, FIA, beserta seluruh pembalap Formula 1 2021.

Stefano Domenicali, CEO, Formula 1, Jean Todt, President, FIA, beserta seluruh pembalap Formula 1 2021.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

FIA akan menggelar pemilihan presiden yang dijadwalkan 17 Desember pekan depan. Dua kandidat telah resmi diumumkan, Mohammed Ben Sulayem dan Graham Stoker, yang bersiap menduduki kursi yang ditinggalkan Todt.

Mohammed Ben Sulayem, 60 tahun, adalah mantan pereli. Ia tercatat 14 kali memenangi Kejuaraan Reli Timur Tengah (Middle East Rally Championship).

Saat ini, mantan pereli asal Uni Emirat Arab itu juga menjabat Wakil Presiden FIA yang bertanggung jawab atas olahraga balap di Timur Tengah.

Stoker juga sudah berpengalaman di FIA. Pada 2009, dipercaya menjadi Wakil Presiden FIA untuk mengurusi balapan hingga saat ini. Itulah mengapa pria Inggris itu dipercaya menjadi tangan kanan Todt.

Dalam pemilihan nanti, Stoker didukung mantan pembalap asal Denmark Tom Kristensen. Sembilan kali pemenang Le Mans 24 Hours itu bakal menjadi Deputi Presiden FIA bidang Olahraga, jika Stoker terpilih sebagai Presiden FIA.

Baca Juga:
dibagikan
komentar
Alasan FIA Beri Max Verstappen Penalti 10 Detik
Artikel sebelumnya

Alasan FIA Beri Max Verstappen Penalti 10 Detik

Artikel berikutnya

Sergio Perez Tak Salahkan Charles Leclerc atas Insiden Jeddah

Sergio Perez Tak Salahkan Charles Leclerc atas Insiden Jeddah
Muat komentar