Masuk Daftar Merah Inggris, GP Turki Bikin F1 Pusing

Formula 1 sedang menilai dampak potensial terkait GP Turki setelah pada Jumat (7/5/2021) Pemerintah Inggris memasukkan negara tersebut dalam daftar merah larangan perjalanan akibat Covid-19.

Masuk Daftar Merah Inggris, GP Turki Bikin F1 Pusing

Aturan itu menyebutkan, orang yang bekerja maupun wisatawan yang kembali ke Inggris dari negara-negara dalam daftar tersebut dalam 10 hari sebelumnya, diwajibkan melakukan karantina selama 10 hari di hotel yang disetujui pemerintah.

Turki secara resmi akan dimasukan dalam daftar merah larangan perjalanan dari Pemerintah Inggris pada 12 Mei nanti atau sebulan sebelum tanggal balapan lomba ketujuh Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 yang dijadwalkan digelar pada 13 Juni mendatang.

Selama ini, ada pengecualian dari Pemerintah Inggris yang mengizinkan personel tim-tim F1 dan para atlet profesional menghindari karantina. Tetapi, keringanan tersebut tidak dapat diterapkan ke negara-negara dalam daftar merah.

Praktis, kondisi ini akan berdampak pada tujuh tim yang berbasis di Inggris serta banyak personel F1 dan FIA yang kembali ke Inggris di sela-sela balapan.

Wartawan atau personel media kini juga tidak bisa mendapatkan keistimewaan terkait protokol Covid-19. Sekarang, mereka juga harus menjalani karantina di hotel, bukan di rumah seperti yang sebelumnya dilakukan.

Kebijakan Pemerintah Inggris ini juga berpotensi menjadi masalah bagi GP Portugal, yang masuk daftar merah mereka hingga beberapa minggu sebelum balapan pada 2 Mei lalu.

Meskipun personel akan melakukan perjalanan langsung ke GP Spanyol, mereka masih harus dikarantina jika berada di Portugal dalam 10 hari sebelumnya. Jadi pilihannya adalah tinggal di Spanyol selama beberapa hari atau langsung pergi ke Monaco, seri berikutnya.

Detail Sirkuit Istanbul Park yang akan menggelar GP Turki.

Detail Sirkuit Istanbul Park yang akan menggelar GP Turki.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

“Kami mengetahui pengumuman yang dibuat oleh Pemerintah Inggris mengenai pembatasan perjalanan ke Turki dan sedang menilai situasinya. Kami akan memberikan rincian lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang,” kata seorang juru bicara F1.

Kendati Pemerintah Inggris secara teratur menilai dan meninjau ulang daftar merahnya, F1 tidak bisa menunggu terlalu lama sebelum membuat keputusan apakah balapan masih bisa digelar atau tidak di sebuah negara. Pasalnya, logistik harus cepat dikirimkan.

Sebelumnya, masalah daftar merah juga berdampak pada final Liga Champions yang dijadwalkan berlangsung di Istanbul pada 29 Mei. Karena bakal mempertemukan dua klub Liga Primer, Manchester City FC dan Chelsea FC, kini upaya sedang dilakukan untuk memindahkan pertandingan ke Inggris.

Baca Juga:

Seperti diberitakan sebelumnya, Turki baru saja dimasukan ke dalam kalender F1 2021 setelah pembatalan GP Kanada di Montreal. GP Turki akan berlangsung tepat sepekan seusai GP Azerbaijan (6 Juni) sehingga mobil tim-tim dan perlengkapannya langsung diterbangkan dengan pesawat.

Setelah balapan di Istanbul, mobil tim-tim F1 tersebut kembali ke markas mereka. Setelah diperbaiki, mereka akan dikirim dengan truk untuk lomba back-to-back berikutnya, yakni GP Prancis (27 Juni) dan GP Austria (4 Juli).

Kalender yang ketat dan transisi dari format flyaway ke perjalanan darat membuat F1 memiliki sangat sedikit opsi jika harus mencari pengganti Turki.

Opsi yang memungkinkan adalah menggelar balapan ekstra di Sirkuit Paul Ricard sebelum GP Prancis. Atau, memajukan GP Prancis sepekan dan menambahkan balapan kedua di Sirkuit Red Bull Ring dengan risiko menciptakan triple header.

dibagikan
komentar
Alami Insiden, Raikkonen Malah Diejek Anak

Artikel sebelumnya

Alami Insiden, Raikkonen Malah Diejek Anak

Artikel berikutnya

Indikasi Kecepatan Ferrari Mulai Terlihat

Indikasi Kecepatan Ferrari Mulai Terlihat
Muat komentar