Mathias Lauda: Tingkah Christian Horner dan Toto Wolff seperti Bocah

Mathias Lauda, putra legenda Formula 1 Niki Lauda, mengaku cukup terkejut melihat tingkah polah Bos Mercedes Toto Wolff dan Prinsipal Red Bull Christian Horner, yang seperti anak kecil musim ini.

Mathias Lauda: Tingkah Christian Horner dan Toto Wolff seperti Bocah

Formula 1 (F1) 2021 makin mendekati final dan persaingan juara pun kian memanas. Dengan dua balapan tersisa, jarak antara dua kandidat peraih gelar, Max Verstappen dan Lewis Hamilton, hanya delapan poin.

Mantan pembalap DTM Mathias Lauda dan eks pilot F1 Nico Hulkenberg menganalisis situasi persaingan dalam ajang jet darat saat ini dalam siaran langsung di kanal Servus TV.

Lauda, memprediksi Grand Prix (GP) Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marini, 10-12 Desember mendatang, akan menjadi momen di mana segalanya akan ditentukan. Tentu saja semua kemungkinan masih bisa terjadi.

“Max (Verstappen) mampu finis kedua setidaknya setiap kali dengan kekuatannya sendiri. Dan jika dia bisa mengalahkan Lewis (Hamilton) sekali lagi dalam dua race terakhir, dia seharusnya memenangkan kejuaraan,” ujar Mathias Lauda.

Baca Juga:

Selain persaingan Verstappen dengan Hamilton di trek, juga menyita perhatian adalah perseteruan kedua bos mereka, Christian Horner di kubu Red Bull Racing dan Toto Wolff di pihak Mercedes-AMG Petronas.

Lauda mengaku tidak habis pikir dengan perselisihan serta saling ejek antara kedua prinsipal. Putra dari peraih tiga gelar F1 Niki Lauda tersebut menilai tingkah Horner dan Wolff seperti perseteruan dua bocah.

Seperti diketahui, keduanya nyaris setiap akhir pekan balapan saling lempar kritik. Bahkan cekcok melebar sampai ke masalah personal. Menariknya, itu malah tidak terjadi di antara para pembalap mereka.   

Toto Wolff, Executive Director (Business), Mercedes AMG, dan Christian Horner, Team Principal, Red Bull Racing

Toto Wolff, Executive Director (Business), Mercedes AMG, dan Christian Horner, Team Principal, Red Bull Racing

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

“Saya pikir pembalap bersikap jauh lebih dewasa dibandingkan bos timnya. Max dan Lewis tidak pernah punya masalah serius musim ini, bahkan setelah insiden di Silverstone (GP Inggris). Tetapi justru bos mereka yang kekanak-kanakan,” kata Lauda.  

Selain persaingan gelar, ia dan Hulkenberg juga membahas sukses sensasional Fernando Alonso meraih podium ketiga di Qatar. Pembalap Alpine itu finis di zona podium F1 untuk kali pertama dalam tujuh tahun.

“Dia (Alonso) mengataka sebelum musim bergulir bahwa dia ingin bertarung lagi di barisan depan. Dia membuktikan masih mampu. Itu (GP Qatar) adalah penampilan yang sangat kuat darinya,” ujar Lauda.

“Plus itu sepenuhnya datang berkat kerja kerasnya, bukan karena faktor cuaca atau hal-hal semacamnya. Dia bertarung dengan kekuatan sendiri. Saya pikir Fernando makin bagus seiring pertambahan usianya.”

 

dibagikan
komentar
Fernando Alonso Pembalap Terbaik F1 Versi Alain Prost
Artikel sebelumnya

Fernando Alonso Pembalap Terbaik F1 Versi Alain Prost

Artikel berikutnya

Krisis Terus, Sirkuit Catalunya Ingin Gelar F1-MotoGP sampai 2026

Krisis Terus, Sirkuit Catalunya Ingin Gelar F1-MotoGP sampai 2026
Muat komentar