Max Verstappen Bisa Pastikan Gelar Formula 1 di Jeddah

Secara matematis, Max Verstappen mampu memastikan gelar juara dunia Formula 1 di Grand Prix Arab Saudi.

Max Verstappen Bisa Pastikan Gelar Formula 1 di Jeddah

Setelah triple header, Formula 1 beristirahat sekira dua pekan sebelum memasuki dua balapan terakhir, GP Arab Saudi (5 Desember) dan GP Abu Dhabi (12 Desember).

Dari tiga balapan beruntun masing-masing di Meksiko, Brasil, dan Qatar, Max Verstappen (Red Bull Racing Honda) hanya mampu mengoleksi total 64 poin. Jumlah itu empat lebih sedikit dari rival terberatnya, Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas F1).

Alhasil, keunggulan 12 poin Verstappen atas juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) itu sebelum triple header, kini terpangkas menjadi hanya tinggal delapan.

Performa Mercedes F1 W12 geberan Hamilton memang luar biasa di triple header lalu. Setelah hanya finis kedua di GP Meksiko yang dimenangi Verstappen, pembalap Inggris itu mengamuk dengan memenangi GP Brasil dan GP Qatar.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, berduel dengan Pierre Gasly, AlphaTauri AT02, pada lomba F1 GP Qatar, Minggu (21/11/2021).

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, berduel dengan Pierre Gasly, AlphaTauri AT02, pada lomba F1 GP Qatar, Minggu (21/11/2021).

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Khusus untuk Qatar terbilang menarik karena untuk kali pertama Sirkuit Internasional Losail menggelar ajang balap Formula 1. Selama ini Losail identik dengan MotoGP karena dalam beberapa tahun terakhir selalu menjadi balapan pembuka.

Secara matematis, masih ada maksimal 52 poin yang bisa direbut (25 untuk kemenangan, dan 1 poin jika mencatat fastest lap lomba dan tidak finis di luar 10 besar) di Sirkuit Jeddah Corniche dan Sirkuit Yas Marina.

Jika melihat performa saat ini, persaingan perebutan gelar sangat mungkin terjadi pada balapan terakhir di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Secara matematis, dengan keunggulan delapan poin, Verstappen sudah bisa memastikan gelar di Jeddah. Ini syaratnya:

  • Verstappen mampu menang sekaligus mencetak lap tercepat lomba (total akan 26 poin), dan Hamilton hanya finis di posisi keenam (8 poin) atau lebih buruk.
  • Verstappen menang tanpa fastest race lap (25 poin) di sisi lain Hamilton harus hanya finis di P7 (6 poin) atau lebih rendah.
  • Verstappen finis kedua dan membuat fastest lap (19 poin) sementara Hamilton finis P10 (1 poin) atau lebih buruk.
  • Verstappen finis di P2 dan Hamilton harus tidak mendapatkan poin.
Baca Juga:

Yang menjadi masalah bagi Verstappen, dalam dua balapan terakhir Mercedes begitu dominan. Bahkan, di sirkuit “baru” seperti Losail, Hamilton mampu unggul hampir 0,5 detik per lap atas Verstappen.

Jeddah Corniche merupakan sirkuit jalan raya namun sangat cepat. Saat simulasi, kecepatan rata-rata sirkuit dengan 27 tikungan ini mencapai 250 km/jam (160 mil/jam).

Dengan panjang 6,174 km, trek yang didesain Carsten Tilke, putra arsitek sirkuit ternama dunia Herman Tilke, ini hanya kalah panjang dari Spa-Francorchamps di Belgia (7,004 km).

Di atas kertas, jika melihat dua balapan terakhir, sepertinya Mercedes lebih berpeluang Jeddah daripada Red Bull Racing.

 

dibagikan
komentar
Honda Terhibur dengan Performa Red Bull di F1 GP Qatar
Artikel sebelumnya

Honda Terhibur dengan Performa Red Bull di F1 GP Qatar

Artikel berikutnya

Mercedes Kian Dekat dengan Puncak Performanya

Mercedes Kian Dekat dengan Puncak Performanya
Muat komentar