Max Verstappen Kenang Titik Terendah dalam Balapannya

Insiden kecelakaan di Silverstone menjadi salah satu momen buruk yang sulit dilupakan juara dunia Formula 1 2021, Max Verstappen.

Max Verstappen Kenang Titik Terendah dalam Balapannya

GP Inggris menandai awal bentrokan antara Verstappen dengan Lewis Hamilton. Setelah beberapa kali terjadi pergantian posisi puncak klasemen, kedua pembalap benar-benar tidak mau mengalah saat menyambangi Silverstone.

Selepas start, Hamilton dan Verstappen terlibat kontak di Tikungan Copse. Senggolan itu menyebabkan si pembalap Red Bull kehilangan kendali atas RB16B, serta lalu meluncur kencang dan menghantam barrier.

Besarnya impak yang mencapai hingga 51G membuat Verstappen harus dibawa ke rumah sakit guna pemeriksaan lanjutan. Beruntung, dia tidak menderita cedera serius. Hamilton sebaliknya dijatuhi penalti 10 detik.

Bentrokan kemudian terjadi lagi. Kali ini, berlokasi di Monza. Verstappen dan Hamilton bertabrakan yang berujung pada kegagalan finis mereka berdua. Mobil Red Bull bahkan sampai berada di atas Mercedes W12.

Mendekati dua balapn terakhir, rivalitas Verstappen-Hamilton kian memanas. Kontak terjadi ketika berlomba di Jeddah. Hamilton menabrak bagian belakang RB16B, sedangkan Verstappen diganjar penalti lima detik.

Puncaknya adalah insiden kontroversial di putaran final GP Abu Dhabi. Verstappen sukses merengkuh gelar juara pertamanya dalam Formula 1, meninggalkan kekecewaan besar pada diri Hamilton.

Di antara berbagai pasang-surut perjalanannya menuju titel dunia, Verstappen menuturkan bahwa menjalani perawatan di rumah sakit adalah titik terendahnya selama kejuaraan musim ini.

“Duduk di rumah sakit sepanjang malam melakukan pemeriksaan, itu jelas merupakan titik terendah, karena Anda tidak ingin berada di sana,” kata Verstappen.

Max Verstappen, Red Bull Racing, berjalan dengan dibantu dokter dan delegasi medis FIA usai kecelakaan di Silverstone.

Max Verstappen, Red Bull Racing, berjalan dengan dibantu dokter dan delegasi medis FIA usai kecelakaan di Silverstone.

Foto oleh: Sutton Images

Verstappen juga menyebut pecah ban mobilnya di akhir balapan Bakum menggagalkan peluangnya untuk menjadi pemenang.

“Saya pikir, pada akhirnya, itu semua adalah momen yang membuat Anda menjadi pembalap yang lebih baik,” ujar pemakai nomor #33 tersebut.

10 Kemenangan, 10 pole position serta 18 podium merupakan torehan Verstappen pada F1 2021. Sang pembalap selalu finis pertama atau kedua, kecuali di Hungaria ketika insiden Tikungan 1 memaksanya hanya finis P9.

Ditanya mana kemenangan yang dinilainya sebagai hal yang perlu mendapat sorotan lebih, Verstappen mengaku sulit untuk memilihnya.

“Monako  sangat bagus untuk menang setelah masa-masa sulit yang saya alami di sana, melalui diri saya sendiri, tetapi juga saat-saat tidak beruntung,” ujarnya putra dari mantan pembalap F1, Jos Verstappen, itu.

"Dua kemenangan di Austria, kemenangan kandang saya di Zandvoort, dan tentu saja sekarang, pada akhirnya, hasil gila dari balapan ini (di Abu Dhabi). Tentu saja akan menjadi sorotan.”

Baca Juga:

Usai kesulitan mengimbangi kecepatan Mercedes dalam beberapa tahun terakhir, Red Bull akhirnya menjadi penantang kuat The Silver Arrows dalam perburuan titel pembalap dan gelar konstruktor.

Verstappen pun mengatakan, bahwa dia dan timnya sangat menikmati head-to-head dengan Hamilton dan Mercedes sepanjang musim ini.

“Kami memiliki momen-momen kami. Namun, saya pikir dalam pertarungan kejuaraan itu bagian darinya,” ucap Verstappen.

“Sekarang musim sudah berakhir. Saya kira kami bisa sedikit lebih santai tentang itu. (Kejuaraan) berjalan begitu tegang.

“Kompetisinya, hampir setiap balapan kami telah menekana satu sama lain hingga batas, dengan mobil kami juga, dan saya pikir itu sangat bagus untuk dilihat.”

dibagikan
komentar
Jenson Button Tak Bisa Membayangkan Lewis Hamilton Pensiun
Artikel sebelumnya

Jenson Button Tak Bisa Membayangkan Lewis Hamilton Pensiun

Artikel berikutnya

Prioritaskan Keluarga, Kimi Raikkonen Enggan Balapan Lagi

Prioritaskan Keluarga, Kimi Raikkonen Enggan Balapan Lagi
Muat komentar