Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Formula 1 F1 GP Hungaria

Max Verstappen Lebih Efektif daripada Charles Leclerc

Dari beberapa statistik, Max Verstappen terbukti lebih efektif daripada Charles Leclerc dari 12 balapan yang sudah digelar pada Kejuaraan Dunia Grand Prix Formula 1 2022.

Max Verstappen, Red Bull Racing, 2nd position, sprays Charles Leclerc, Ferrari, 1st position, with Champagne

Persaingan perebutan gelar juara dunia pembalap F1 musim ini masih melibatkan sang pemenang musim lalu, Max Verstappen (Oracle Red Bull Racing).

Tanpa mengecilkan performa rekan setim Verstappen, Sergio Perez, serta Carlos Sainz (Scuderia Ferrari), pesaing terberat pembalap asal Belanda tersebut musim ini bisa dibilang Charles Leclerc, pembalap lain yang turun dengan Ferrari F1-75.

Seusai memenangi F1 GP Prancis di Sirkuit Paul Ricard, Minggu (24/7/2022) lalu, Verstappen makin kokoh di puncak klasemen pembalap dengan 233 poin. Ia unggul hingga 63 poin atas Leclerc, yang tidak mampu finis akibat kecelakaan di lap 18.

Hasil tersebut membuat Verstappen dipastikan memimpin klasemen saat jeda paruh musim, bahkan jika ia tidak mampu menuai poin pada putaran ke-13 GP Hungaria di Sirkuit Hungaroring pada akhir pekan ini (29-31/7/2022).

Bila melihat konsistensi performa, Verstappen memang pantas berada di posisi teratas klasemen pembalap F1 saat ini.

Selain konsisten, Verstappen juga terbukti efektif daripada Leclerc sepanjang 12 balapan yang sudah digelar. Indikasi tersebut terlihat dari beberapa parameter berikut: 

Pole Position dan Jumlah Kemenangan

Dari 12 balapan yang sudah digelar, Verstappen berhasil memenangi tujuh balapan, yakni Arab Saudi, Emilia Romagna, Miami, Spanyol, Azerbaijan, Kanada, dan Prancis.

Menariknya, pembalap asal Belanda itu baru mengoleksi tiga pole position: Emilia Romagna, Kanada, dan Austria. Praktis, Verstappen mampu memenangi balapan lebih banyak saat ia tidak merebut pole (lima berbanding dua).

Charles Leclerc, Ferrari F1-75, Max Verstappen, Red Bull Racing RB18 saat bersaing pada lap-lap awal lomba F1 GP Prancis, Minggu (24/7/2022) lalu.

Charles Leclerc, Ferrari F1-75, Max Verstappen, Red Bull Racing RB18 saat bersaing pada lap-lap awal lomba F1 GP Prancis, Minggu (24/7/2022) lalu.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Bandingkan dengan Leclerc yang merebut pole lebih banyak ketimbang Verstappen, tujuh (Bahrain, Australia, Miami, Spanyol, Monako, Azerbaijan, dan Prancis).

Namun, Leclerc hanya mampu mengonversinya dengan kemenangan dua kali: Bahrain dan Australia. Satu kemenangan lainnya, Austria, direbut saat dirinya start dari grid kedua tepat di samping pole-sitter Verstappen.

Jumlah Lap Memimpin Lomba

Dari 12 balapan yang sudah digelar, Verstappen total memimpin balapan sebanyak 288 lap. Jumlah itu ia kumpulkan dari sembilan Grand Prix. Hanya di Inggris (hanya memimpin 4 lap) dan Austria (18), Verstappen sempat di P1 balapan tetapi tidak mampu menang.

Leclerc tercatat mampu memimpin lomba di 10 Grand Prix dengan total lap 276, tidak jauh berbeda dengan Verstappen. Tetapi, Leclerc hanya mampu memenangi tiga Grand Prix.

Poin dalam Lima Balapan Terakhir

Dari lima lomba terakhir: Azerbaijan, Kanada, Inggris, Austria, dan Prancis, Verstappen berhasil mengumpulkan total 108 poin. Jumlah itu hanya tujuh poin lebih sedikit dari total perolehan Ferrari di fase yang sama, 115 poin.

Dalam lima balapan terakhir, Leclerc hanya mengoleksi 54 poin sedangkan Sainz sedikit lebih baik dengan 61 poin.

Baca Juga:

Banyak faktor yang membuat Max Verstappen sejauh ini mampu mengungguli Charles Leclerc. Mulai dari kesalahan strategi Ferrari, masalah teknis, hingga human error yang dilakukan pembalap asal Monako tersebut.

Di Emilia Romagna misalnya. Karena terlalu bernafsu mengejar Sergio Perez di P1, Leclerc menghantam kerb di chicane Tikungan 14-15 sehingga mobilnya melintir di lap 54. Akibatnya, ia harus turun dengan sayap depan baru dan hanya mampu finis P6.

Leclerc juga melakukan kesalahan yang tidak perlu dilakukan pembalap sekelasnya pada GP Prancis, akhir pekan lalu. 

Ferrari pun terkesan bingung harus memprioritaskan Leclerc atau Sainz. Hasil GP Monako, saat Leclerc hanya finis P4 kendati sebelumnya merebut pole, menjadi salah satu bukti.

Dalam beberapa balapan terakhir, Ferrari terbukti mampu lebih cepat daripada Red Bull untuk melibas satu lap. Tetapi, untuk satu balapan penuh, keandalan (realibility) mereka masih harus diuji dalam 10 balapan tersisa musim ini.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Mercedes Masih Coba Tingkatkan Waktu Lap
Artikel berikutnya Daniel Ricciardo Ungkap Kendala Teknis Dirinya di McLaren

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia