Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Special feature

Max Verstappen Samai Prestasi 10 Legenda F1

Max Verstappen menyamai prestasi beberapa legenda Formula 1 dengan menyegel juara dunia tiga kali. Sejauh ini, daftar tersebut baru terisi 11 orang.

3x WDC Champions F1

Dalam sejarah F1, 34 pembalap telah mendapat kehormatan untuk menjadi juara dunia. Namun, hanya setengahnya yang berhasil mengulang gelar dan bahkan lebih sedikit lagi yang mampu mengumpulkan tiga mahkota juara dunia.

Dengan hasil sempurna pada 2023, Max Verstappen menjadi yang terakhir masuk ke dalam daftar eksklusif.

Kampiun F1 Tiga Kali

*Jack Brabham (juara dunia F1 1959, 1960, dan 1966)

* Jackie Stewart (1969, 1971 dan 1973)

*Niki Lauda (1975, 1977 dan 1984)

*Nelson Piquet (1981, 1983 dan 1987)

*Ayrton Senna (1988, 1990 dan 1991)

*Max Verstappen (2021, 2022 dan 2023)

Pemilik Lebih dari Tiga Gelar

*Michael Schumacher adalah juara dunia tiga kali pada 2000. Ia kemudian meraih tujuh trofi juara F1

*Lewis Hamilton mencetak titel ketiga pada 2015. Pilot Mercedes memborong tujuh gelar juara F1

*Juan Manuel Fangio adalah juara dunia tiga kali pada 1955. Ia kemudian meraih lima mahkota F1.

*Alain Prost menorehkan prestasi itu pada 1989. Dia kemudian merengkuh empat gelar F1.

*Sebastian Vettel mengunci gelar ketiganya pada 2012. Dia mengoleksi total empat juara F1.

Baca Juga:

Satu-satunya pembalap yang aktif dan berpeluang menambah titel adalah Verstappen. Ia masih jadi favorit musim depan.

Pembalap Belanda itu dimahkotai pada musim 2021 yang bersejarah setelah bertarung hingga lap terakhir melawan Lewis Hamilton, mencegah pembalap Inggris itu menambah mahkota kedelapannya. Verstappen menjadi juara tanpa pesaing berat pada tahun 2022 dan 2023.

Pembalap pertama yang mencatat juara tiga kali dalam sejarah F1 adalah Juan Manuel Fangio, era 1950-an. Ketika setelah menjadi juara pada 1951 dengan Alfa Romeo, ia mengulanginya pada 1954 dengan Maserati dan tahun berikutnya bersama Mercedes.

Namun, pilot Argentina itu benar-benar meninggalkan jejaknya sebagai juara dunia Formula 1 lima kali, karena ia juga memenangi gelar 1956 dengan Ferrari dan 1957 dengan Maserati .

Tidak butuh waktu lama sampai juara dunia tiga kali kedua muncul. Setelah masa pemerintahan Fangio (yang pensiun pada akhir 1958), Jack Brabham memenangi kejuaraan dunia pada 1959, 1960 (keduanya dengan Cooper ) dan kemudian 1966 (dengan Brabham ).

Era 1960-an lebih banyak diperdebatkan, tetapi pada akhir tahun-tahun itu. Pada 1969, Sir Jackie Stewart dinyatakan sebagai juara dunia dengan Matra, kemudian menambahkan pada 1971 dan 1973 dengan Tyrrell dua mahkota yang membuatnya menjadi kampiun tiga kali.

Dua tahun selanjutnya, pada 1975, Niki Lauda memenangkan kejuaraan dunia pertamanya, dengan Ferrari, tim yang dengannya ia akan menjadi juara dua kali pada tahun 1977. Dan bertahun-tahun kemudian, pada 1984, Lauda menjadi juara dunia tiga kali dengan mahkota yang ia raih bersama McLaren.

Di antara gelar kedua dan ketiga Lauda, juara dua kali lainnya muncul, Nelson Piquet, yang menang pada 1981 dan 1983, dan mengulang sukses pada 1987 bersama Williams .

Sebelum mahkota ketiga Piquet, Alain Prost memenangi kejuaraan dunia 1985 dan 1986 dengan McLaren. Ia menjadi juara dunia tiga kali dengan mahkota 1989 yang kontroversial, juga dengan skuad itu. 'The Professor' kemudian membuat sejarah sebagai juara dunia empat kali kedua, dengan gelar tahun 1993 bersama Williams .

Saingan berat Prost, Ayrton Senna , adalah juara dunia bersama McLaren pada tahun 1988, 1990 dan 1991, menjadi juara F1 tiga kali. Banyak yang percaya bahwa dia bisa saja menyelesaikan dengan lebih banyak mahkota, tanpa melangkah lebih jauh dari tahun 1994, tahun di mana dia meninggal, terlepas dari kenyataan bahwa dia telah meninggalkan dua balapan pertama karena kecelakaan dan kerusakan.

Juara dunia F1 tiga kali berikutnya adalah Michael Schumacher, pada 1994 dan 1995 dengan Benetton dan kemudian pada 2000 dengan Ferrari. Mahkota pertama bersama tim Cavallino itu membuka periode dominasi absolut yang membawanya menjadi juara dunia F1 tujuh kali.

Sebagai penerus rekan senegaranya dari Jerman, Sebastian Vettel mengukir hat-trick musim 2010-2012. Ia menjadi juara tanpa lawan musim 2013, sehingga total menyimpan empat trofi di lemari.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Hindari Hukuman, Red Bull Pindah Lokasi Selebrasi Juara
Artikel berikutnya Stroll Mengaku Sudah Berdamai dengan Pelatih yang Didorongnya

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia