Max Verstappen Superior, Lewis Hamilton Tunjukkan Kelemahan

Superioritas Max Verstappen (Red Bull Racing) diyakini akan mengantarkannya merebut gelar juara dunia Formula 1 tahun ini.

Max Verstappen Superior, Lewis Hamilton Tunjukkan Kelemahan

Hal tersebut diungkapkan mantan pembalap sekaligus kampiun F1 1997, Jacques Villeneuve. Menurut pria asal Kanada, 50 tahun, tersebut, Verstappen sejauh ini belum melakukan kesalahan yang murni karena dibuatnya sendiri.

Di sisi lain, Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas F1), menurut Villeneuve, justru semakin menunjukkan sejumlah kelemahan.

Setelah terakhir bersaing ketat dengan rekan setimnya di Mercedes pada 2016, Nico Rosberg, bisa dibilang baru tahun ini Hamilton kembali mendapatkan lawan sepadan dalam persaingan perburuan gelar F1.

Hamilton, juara dunia F1 tujuh kali – 2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020 – terlihat cukup kaget dengan perkembangan dan performa pesat Verstappen. Hal itu bisa dilihat dari 15 balapan yang sudah digelar.

Verstappen berhasil merebut tujuh kemenangan, 11 podium, dan delapan pole position. Di sisi lain, Hamilton memang baru mengoleksi lima kemenangan, 11 podium, dan empat pole position.  

Namun, Hamilton sedikit lebih stabil. Ia sejauh ini baru dua kali tidak mampu merebut poin sedangkan Verstappen sudah tiga kali. Alhasil, Hamilton kini memimpin klasemen namun hanya unggul dua poin atas Verstappen di P2.

Sengitnya duel Hamilton dan Verstappen bisa dilihat dari insiden di Silverstone (Inggris) dan Monza (Italia). Selain itu, persaingan sengit keduanya juga ditunjukan dari gap poin di antara mereka yang tidak pernah melebihi 35.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, dan Lewis Hamilton, Mercedes W12, beberapa saat sebelum bersenggolan dan kecelakaan pada lomba F1 GP Italia 2021 di Sirkuit Monza.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, dan Lewis Hamilton, Mercedes W12, beberapa saat sebelum bersenggolan dan kecelakaan pada lomba F1 GP Italia 2021 di Sirkuit Monza.

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

Kini, dengan tujuh balapan tersisa yang akan dimulai di GP Turki pada akhir pekan nanti. Semua memang masih sangat mungkin terjadi. Tetapi, Villeneuve sudah memiliki pandangan jelas siapa yang akan menjadi juara dunia.

“Verstappen superior. Ia tak pernah membuat kesalahan murni dan selalu menyerang. Di sisi lain, Hamilton mulai menunjukkan kelemahan, seperti yang dilakukan Mercedes,” kata pemenang 11 Grand Prix, 23 podium, dan 13 pole dalam 163 start F1 1996-2006 itu.

Villeneuve juga menyebut Verstappen menjadi pembalap pertama sejak Nico Rosberg yang mampu membuat Hamilton sangat kesulitan. Namun, Villeneuve juga mengingatkan agar jangan pernah remehkan Hamilton.

“Setelah Rosberg pergi, mungkin Hamilton sedikit terlena. Tetapi tahun ini ia benar-benar bangun lagi. Jangan lupakan bila ia tetap pembalap fenomenal,” kata Villeneuve tentang pembalap yang memastikan kemenangan ke-100 di F1 saat naik podium utama di Rusia lalu.

Di sisi lain, Villeneuve mengaku merasa terganggu dengan jika sebuah insiden harus mengorbankan satu atau kedua pembalap seperti yang terjadi di Silverstone (Inggris) dan Monza (Italia).

Menurut Villeneuve, Verstappen membuat sedikit kesalahan di Monza. Tetapi saat kecelakaan di Silverstone, seharusnya tidak ada yang menjadi korban atau dihukum.

“Di Silverstone jelas ada kesalahan. Saya sangat terganggu jika kesalahan berbuntut korban. Dalam kondisi normal, Hamilton tak pernah membuat kesalahan seperti itu. Hanya saat bersaing dengan Verstappen, ia melakukannya,” kata Villeneuve.

Baca Juga:

 

dibagikan
komentar
Momen Sulit William Bentuk Mental George Russell
Artikel sebelumnya

Momen Sulit William Bentuk Mental George Russell

Artikel berikutnya

Ada Depresi di Balik Kamuflase Keceriaan Lando Norris

Ada Depresi di Balik Kamuflase Keceriaan Lando Norris
Muat komentar