Verstappen Tak Incar Posisi Runner-up F1 2020

Pembalap Red Bull Racing Max Verstappen menegaskan bahwa dirinya tak menargetkan tempat kedua di Formula 1 2020. Padahal, ia hanya berjarak 27 poin dari Valtteri Bottas dengan tiga balapan tersisa.

Verstappen Tak Incar Posisi Runner-up F1 2020

Verstappen memangkas jarak dengan Bottas yang mengalami kesulitan di GP Turki. Namun, ia juga gagal tampil kuat karena kesalahan setelan aerodinamika sayap depan.

Hal tersebut membuat pria asa Belanda itu harus puas finis di posisi keenam. Padahal ia memiliki kinerja yang kuat di sepanjang akhir pekan.

Pada tahun ini, sebenarnya Max Verstappen mengincar gelar juara dunia. Tapi, ia gagal melakukannya karena beberapa masalah pada RB16.

Konsistensi yang ditunjukkan Mercedes sepanjang musim ini juga membuatnya kewalahan untuk mengejar ketertinggalan.

"Benar-benar tidak penting, posisi kedua atau ketiga. Saya hanya ingin mendapatkan hasil yang bagus. Jika Anda mengakhiri musim di urutan ketiga, tapi Anda memiliki beberapa balapan positif, maka saya senang dengan itu," kata Verstappen.

Pria 23 tahun itu menegaskan bahwa timnya telah menyadari bahwa mereka memulai musim ini tanpa menjadi penantang gelar F1 2020. Meski dalam musim sebelumnya menyelesaikan musim dengan cukup kuat.

"Pada balapan pertama saya sudah menyadarai bahwa kami cukup jauh tertinggal. Saya tidak tahu mengapa, karena jika tahu sebabnya maka kami sudah alami perubahan," ujar Verstappen.

"Saya pikir orang-orang telah bekerja keras, itu tidak perlu dipertanyakan lagi. Tapi semua tim bekerja sangat keras. Kami harus melangkah lebih maju, tapi sulit untuk mengetahui masalahnya."

Baca Juga:

Max Verstappen mengatakan bahwa perangkat baru yang diperkenalkan pada balapan terakhir di Turki berhasil membuat kinerja mobil meningkat.

Meskipun ia masih kesulitan untuk menilai perangkat tersebut dalam kondisi sulit, dan di trek yang masih asing baginya. Ia yakin, perangkat baru itu akan memperlihatkan kekuatan sesungguhnya pada akhir pekan ini

"Selalu sulit untuk memberikan informasi karena situasi yang sulit. Tapi saya menguji beberapa perangkat baru dan mereka menunjukkan hal positif," kata Verstappen.

"Jadi saya tak sabar untuk melihatnya bekerja di Bahrain. Tentu saja kami memiliki lebih banyak data di sini. Jadi saya ingin melihat seberapa besar kinerja mobil di sini. Tapi saya yakin itu akan menunjukkan performa yang bagus."

Balapan di GP Turki menjadi yang terburuk bagi Verstappen karena ia tak bisa berbuat banyak setelah tampil kompetitif di sepanjang akhir pekan.

"Sama sekali tidak menyenangkan. Itu bisa terjadi kapan saja. Pertama itu sungguh menyedihkan. Saya benar-benar yakin di Turki. Tapi permukaan aspal sungguh buruk, dalam hal daya cengkeram," kata Verstappen.

"Tapi dari balapan itu sendiri, apa yang bisa kami pelajari? Selalu ada hal yang bisa diplajari dari setiap balapan. Tapi bukan kali ini saya segalanya terlihat tak bekerja dengan baik."

Max Verstappen juga menyayangkan desain sirkuit yang hanya memiliki satu jalur balap. Itu menyulitkannya untuk melakukan manuver agresif. 

"Jujur, itu hari yang sangat buruk dan tentu saja hasil akhirnya bukan seperti yang kami inginkan. Tapi terkadang itu bisa terjadi," kata Verstappen.

"Saya pikir hingga balapan itu, kami memiliki hasil yang bagus. Selalu ada momen untuk bahagia. Jadi, terkadang Anda akan memiliki akhir pekan yang segalanya tidak berjalan sempurna.

"Terkadang Anda memiliki hasil akhir seperti ini di balapan, di mana Anda tidak bekerja dengan baik, untuk banyak alasan."

dibagikan
komentar

Video terkait

Nasib Albon Bergantung Tiga Race Sisa Musim Ini

Artikel sebelumnya

Nasib Albon Bergantung Tiga Race Sisa Musim Ini

Artikel berikutnya

Red Bull Satu-satunya Opsi Perez Bertahan di Formula 1

Red Bull Satu-satunya Opsi Perez Bertahan di Formula 1
Muat komentar