Mazepin Belajar Banyak dari Kontroversi

Debutan Haas F1, Nikita Mazepin, telah belajar banyak dari kontroversi yang disulutnya. Ia seolah jadi musuh warganet setelah video tak senonohnya beredar, Desember lalu.

Mazepin Belajar Banyak dari Kontroversi

Pembalap Rusia tersebut mengunggah video saat meraba dada seorang selebgram wanita, Andrea D’Ival di akun Instagram. Aksi tersebut menimbulkan sentimen negatif sehingga timbul tagar WeSayNotoMazepin di Twitter. Kecaman terus terdengar hingga sekarang.

Formula 1, Federasi Otomotif Internasional (FIA) dan Haas dibuat kerepotan atas ulahnya. Dua otoritas olahraga motor menyerahkan sanksi kepada tim.

Sedangkan Haas menegaskan tak akan mencoret pemuda 21 tahun tersebut dan menyelesaikan masalah secara internal. Wajar saja, ia membawa perusahaan ayahnya sebagai sponsor tim.

Dalam wawancara dengan ESPN, Mazepin akhirnya bicara blak-blakkan soal skandal video tersebut. Respons negatif penggemar menyadarkan bahwa reputasinya telah hancur.

“Pertama-tama, sangat penting mengatakan bahwa tindakan saya pada Desember lalu, tidak tepat. Saya bertanggung jawab penuh untuk itu,” tuturnya.

“Itu pengalaman belajar yang sangat penting dan dengan percaya diri saya mengatakan bahwa telah memiliki pengetahuan lebih jauh tentang masalah ini daripada sebelumnya, jadi ada sedikit hal positif di sana.

Baca Juga:

“Saya paham kalau mereka benar tentang perasaan mereka, sementara tidakan saya salah. Saya tidak bangga. Sangat penting untuk maju.”

Pembalap, yang mengaku tidak kontak lagi dengan selebgram tersebut, ingin mengubah persepsi negatif publik kepadanya. Penebusan kesalahan bisa dilakukan lewat performa memikat di atas VF-21, dimulai dari tes pramusim (12-14 Maret) dan balapan perdana (28 Maret) di Sirkuit Sakhir, Bahrain.

“Orang-orang yang bersama saya selama 21 tahun tahu siapa saya. Sangat sulit berpura-pura untuk orang lain dan saya jauh dari itu,” katanya.

“Saya akan jadi diri sendiri di luar trek, seperti biasa. Saya mengalami naik turun, tapi itu bagian dari hidup. Saya pikir balapan seharusnya yang bicara.

“Saya yakin, saya pembalap sangat bagus di lintasan. Saya yakin saya pembalap kencang. Saya menunggu tantangan menunjukkan kepada orang yang mungkin tak suka dengan saya sekarang, bahwa saya punya skill balap hebat. Semoga itu bisa mengubah persepsi mereka terhadap saya.”

Mazepin sering dibandingkan dengan rekan setimnya, Mick Schumacher. Keduanya merupakan jebolan Formula 2 2020, namun punya status berbeda.

Schumacher jadi juara ajang tersebut dan punya embel-embel anggota Akademi Pembalap Ferrari (FDA), sementara Mazepin hanya peringkat kelima F2. Tak heran kalau, banyak yang menjagokan putra sang legenda F1, Michael Schumacher.

 

dibagikan
komentar
Haas VF-21, Sasis Tim AS dengan Tampilan Rusia

Artikel sebelumnya

Haas VF-21, Sasis Tim AS dengan Tampilan Rusia

Artikel berikutnya

Vettel: Sprint Race F1 Tidak Masuk Akal

Vettel: Sprint Race F1 Tidak Masuk Akal
Muat komentar