McLaren Optimistis dengan Perkembangan Sasis 2021

Pergantian mesin membuat McLaren melakukan beberapa ubahan pada MCL35M, mobil untuk GP F1 musim depan. Namun, perubahan tersebut diyakini takkan berdampak negatif.

McLaren Optimistis dengan Perkembangan Sasis 2021

Sebagai satu-satunya tim yang akan mengganti mesin pada Kejuaraan Dunia Grand Prix Formula 1 (GP F1) 2021, McLaren mengaku tidak terlalu khawatir. Tim asal Woking, Inggris, tersebut justru mengaku siap turun dengan mesin Mercedes mulai F1 musin depan.

Keputusan menggunakan power unit (sebutan untuk paket mesin di F1) Mercedes mulai 2021 sampai 2024 membuat McLaren telah tiga kali mengganti pemasok sejak mesin V6 hybrid mulai dipakai di F1 enam tahun lalu.

Adanya James Key yang menjadi direktur teknik di McLaren sejak tahun lalu disinyalir menjadi kunci mengapa tim pemegang delapan gelar juara dunia konstruktor dan 12 titel pembalap di F1 itu tidak begitu waswas soal pergantian mesin.

Key dikenal memiliki pengalaman dalam menangani tiga kali pergantian mesin di F1 saat masih memperkuat Tim Scuderia Toro Rosso (kini bernama AlphaTauri).

Baca Juga:

Pengalaman Key inilah yang diharapkan mampu mengatasi kendala yang mungkin muncul di McLaren yang tercatat sudah tiga kali melakukan pergantian mesin dalam tujuh tahun terakhir: Mercedes (1995-2014), Honda (2015-2017), dan Renault (2018-2020).

“Kami terus melakukan riset dan pengembangan agar mobil lebih menyatu dengan mesin Mercedes mulai musim depan,” ucap Key. “Sejauh ini semua berjalan mulus karena hasil riset dan sistem pada mobil terlihat cocok dengan power unit.”

Regulasi yang tidak banyak berubah pada mobil untuk GP F1 2021 – ditunda hingga 2022 karena pandemi Covid-19 – juga membuat McLaren tidak akan banyak melakukan ubahan pada sasis MCL35M, mobil mereka untuk musim depan.

Bentuk dan dimensi power unit yang berbeda antara Renault dengan Mercedes tentu akan menjadi pertimbangan penting James Key dan timnya saat mendesain MCL35M nanti.

“Itu bukan masalah besar, hanya perlu penyesuaian kecil. Utamanya aspek aerodinamika. Itu takkan memberikan dampak negatif,” kata teknisi asal Inggris, 48 tahun, itu.

James Key mengakui, jika tidak ada gangguan pandemi Covid-19 – yang memaksa McLaren menutup fasilitas riset dan pengembangan (R&D) mereka selama beberapa pekan – MCL35M bakal banyak mengalami perubahan yang lebih signifikan.

Sejak era mesin V6 hybrid (mulai 2014), torehan terbaik McLaren adalah finis di peringkat keempat klasemen konstruktor pada 2019. Menjelang empat lomba terakhir GP F1 2020, McLaren juga berada di peringkat keempat klasemen sementara konstruktor. 

 

dibagikan
komentar
Penyelenggaraan GP Miami Ditunda akibat Pandemi Covid-19

Artikel sebelumnya

Penyelenggaraan GP Miami Ditunda akibat Pandemi Covid-19

Artikel berikutnya

Inilah Faktor-faktor yang Membuat F1 Merugi Rp1,5 Triliun di Kuartal Ketiga

Inilah Faktor-faktor yang Membuat F1 Merugi Rp1,5 Triliun di Kuartal Ketiga
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tim McLaren
Tag mclaren , f1 , MCL35M
Penulis Tri Cahyo Nugroho