McLaren Tidak Larut dalam Suasana Kemenangan

Team Principal McLaren, Andreas Seidl, dan CEO, Zak Brown, menegaskan masih ada jalan panjang yang harus dilalui skuadnya, meski Daniel Ricciardo serta Lando Norris berhasil 1-2 di Monza.

McLaren Tidak Larut dalam Suasana Kemenangan

Terakhir kali tim asal Ingris itu memenangi balapan adalah pada Grand Prix Brasil 2012. Kala itu, torehan podium tertinggi dipersembahkan oleh juara dunia F1 2009, Jenson Button.

Sedangkan finis dua besar kali terakhir dicetak McLaren dalam gelaran GP Kanada pada 2010 silam, berkat aksi memukau duet Button dan tandemnya, Lewis Hamilton.

Dengan kemenangan Ricciardo, ditambah podium kedua Norris, McLaren juga mencetak rekor sebagai satu-satunya tim yang mampu menempatkan dua pembalapnya di posisi 1-2 sejauh musim ini berjalan.

“Pertama-tama, saya senang dan bangga dengan tim. Saya sangat bangga dengan setiap anggota tim di rumah, di sini, di trek, rekan-rekan di Mercedes serta Lando dan Daniel,” ucap Seidl mengutip laman resmi Formula1.com.

“Ada banyak tekanan karena kami tahu bahwa kami memiliki mobil yang bagus dan kami juga tahu bahwa jika kami berhasil berada di depan satu atau mobil lain di awal atau berhasil menyalip, sebenarnya ada peluang untuk melakukan sesuatu yang besar.

“Tim ini melakukan pekerjaan yang sensasional dengan semangat yang sensasional juga, dan sangat bagus untuk melihat bahwa langkah demi langkah membuahkan hasil.

“Pada saat yang sama, tidak ada alasan untuk terbawa suasana. Penting untuk merayakannya, tetapi tidak boleh lupa bahwa satu minggu yang lalu (di Zandvoort) kami dihancurkan. Kami masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi arahnya sudah benar.”

Lando Norris, McLaren, Zak Brown, CEO McLaren Racing, dan Daniel Ricciardo, McLaren, di podium F1 GP Italia 2021.

Lando Norris, McLaren, Zak Brown, CEO McLaren Racing, dan Daniel Ricciardo, McLaren, di podium F1 GP Italia 2021.

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Pada kesempatan yang sama, Brown mengungkapkan, rupanya dia telah membuat kesepakatan dengan Seidl untuk mengangkat trofi di podium sebelum Ricciardo-Norris finis dua besar.

“Ya, maksud saya, sangat sangat bangga. Ini untuk semua pria dan wanita di McLaren, Andreas... pemimpin kami, dan saya senang membuat satu kesepakatan dengan Andreas,” ucapnya.

“Saya membuat kesepakatan dengan pembalap. Tetapi Andreas dan saya benar-benar memutuskan kesepakatan, yang dia dapatkan dari pekerjaannya dan kemenangan, saya bisa mengangkat trofi. Salah satu kesepakatan terbaik yang saya dapatkan! Saya selalu siap untuk kesepakatan.

Lebih lanjut, Brown turut memuji kepemimpinan Seidl dan ketenangan pria asal Jerman itu dalam merespons kegembiraan Ricciardo melalui team radio setelah finis.

“Andreas selalu sangat sangat tenang, itu bagus. Maksud saya itu adalah jenis kepemimpinan yang Anda inginkan di tim Formula 1, karena dia mengatakan satu kemenangan dan akhir pekan lalu tidak terlalu bagus. Jadi menurut saya, kami harus terus tenang dan realistis. Dan satu kemenangan akan datang pada satu waktu,” tutur Brown.

Baca Juga:

Disinggung perihal kinerja Norris, terutama performa Ricciardo yang walau sempat kesulitan beradaptasi dengan McLaren, Seidl mengaku gembira kedua pembalap tampil mengesankan sepanjang balapan di Monza.

“Seperti yang kita ketahui, Lando memiliki musim yang sensasional sejauh ini. Daniel berjuang dengan integrasi, membiasakan diri dengan mobil kami di awal, tetapi ada alasan mengapa kami ingin membawanya. Dia salah satu yang terbaik,” ujar Seidl.

“Sangat bagus untuk melihat sekarang setelah jeda (libur musim panas) bahwa itu (kemenangan) akan datang dan menjalani akhir pekan seperti ini. Jelas bagus untuk kami.”

Berkat raihan 1-2 dalam GP Italia, Seidl pun makin siap untuk menghadapi perlawanan dari Ferrari, terutama memperebutkan peringkat ketiga klasemen konstruktor.

“Kami membutuhkannya, pertarungan yang kami hadapi dengan Ferrari, dalam perjalanan kami untuk kembali ke depan di Formula 1. Sangat senang dengan kedua pembalap atas apa yang mereka lakukan,” tuturnya.

“Dan melihat bagaimana tim tampil di bawah tekanan sangat mengesankan. Akan ada beberapa perayaan besar karena momen-momen ini, Anda harus merayakannya dengan benar.”

Setelah hari yang bersejarah di Monza, McLaren sekarang berada di peringkat ketiga dengan keunggulan 13,5 poin atas Ferrari.

*Artikel ini dibuat oleh M. Fadhil Pramudya P yang sedang menjalani magang.

dibagikan
komentar
Insiden GP Italia, Ekses Persaingan Kompleks Hamilton-Verstappen
Artikel sebelumnya

Insiden GP Italia, Ekses Persaingan Kompleks Hamilton-Verstappen

Artikel berikutnya

Bersikap Netral, Cara Red Bull Tutupi Kesalahan Verstappen

Bersikap Netral, Cara Red Bull Tutupi Kesalahan Verstappen
Muat komentar