Memahami Bagaimana Pengemudi Safety Car F1 Bernd Maylander Bekerja

Bernd Maylander sosok familier dalam F1. Ia sudah mengemudikan Safety Car di ajang balap jet darat selama lebih dari 20 tahun. Lantas, seperti apa pria Jerman itu menjalankan tugasnya?

Memahami Bagaimana Pengemudi Safety Car F1 Bernd Maylander Bekerja

Salah satu aspek penting dalam balapan, termasuk Formula 1 (F1) adalah kehadiran Safety Car. Perannya sangat krusial untuk memastikan keamanan serta kelancaran balapan dalam kondisi-kondisi tertentu.

Safety Car akan turun mengintervensi ketika terjadi insiden saat race berlangsung atau ketika perubahan cuaca mengganggu lomba. Tapi jika tak ada hal-hal mengkhawatirkan, Bernd Maylander dan navigatornya akan menyaksikan balapan dari dalam mobil.

Sebagai pengemudi Safety Car F1, peran Maylander, 50 tahun, sangat krusial. Pekerjaan yang telah dilakoninya sejak 1999 itu juga menuntut pria kebangsaan Jerman tersebut harus selalu siap setiap saat jika dibutuhkan.

Seperti terjadi dalam Grand Prix (GP) Abu Dhabi, putaran terakhir sekaligus penentuan juara dunia F1 2021, 12 Desember lalu. Maylander diminta Race Director Michael Masi memandu para pilot menyusul insiden Nicholas Latifi di Sirkuit Yas Marina.

Mobil Aston Martin Vantage yang dikemudikan Maylander masuk ke trek pada lap ke-54 dan bertahan selama tiga putaran. Siapa sangka intervensi Safety Car yang diikuti dengan keputusan kontroversial Masi akhirnya mengubah hasil balapan di Abu Dhabi.

Baca Juga:

Terlepas dari itu, menarik untuk menyimak bagaimana Bernd Maylander bisa menjadi pengemudi Safety Car Formula 1. Pasalnya, tugas tersebut membuatnya bersedia melupakan kariernya sebagai pembalap.

“Well, saya harus kembali ke tahun 1980-an, ketika saya menyelesaikan sekolah, saya menjalani pekerjaan reguler, sebagai salesman di pabrik Coca-Cola di Jerman,” ujar Maylander yang memiliki gelar diploma dalam bidang bisnis dan marketing.

Kemudian ia mulai tercebur ke dunia balap karena hobi karting. Kemudian, Maylander dapat kesempatan tampil dalam ajang Formula Ford hingga sempat bersaing di seri Deutsche Tourenwagen Masters (DTM).

“Sejak itu saya pun mulai bermimpi menjadi pembalap. Namun bukan sebagai pilot Formula 1, melainkan mengemudikan mobil GT, seperti Le Mans atau DTM. Saya beruntung bisa mewujudkannya. Saya tampil dalam DTM,” ia menambahkan.

Suatu hari pada 1999, Bernd Maylander menerima telepon dari sosok penting. Ia dihubungi oleh Charlie Whiting, Race Director F1 ketika itu, yang menawarinya pekerjaan jadi pengemudi Safety Car jet darat.

Bernd Maylander, pengemudi Safety Car F1

Bernd Maylander, pengemudi Safety Car F1

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

“Salah satu langkah terbesar dalam karier saya terjadi pada 1999, saat saya diminta Charlie Whiting untuk mengemudikan Safety Car di Formula 3000 (sekarang F2). Satu tahun kemudian, tahun 2000, saya sudah berada di Formula 1,” katanya dilansir F1 Experiences.

“Tiba-tiba saya berhadapan langsung dengan para pembalap F1 dalam safety briefing. Saya masih balapan di DTM sampai 2004. Lalu karena saya tidak muda lagi, saya memutuskan bertahan terus bekerja di Formula 1 dengan Safety Car.”

Latar belakangnya sebagai pembalap diyakini Maylander membantunya untuk bisa menjalankan peran sebagai pengemudi Safety Car. Tugasnya mungkin kelihatannya mudah, tetapi faktanya tidak seperti itu.

“Anda harus memahami apa yang terjadi di trek. Pengalaman sebagai pembalap membuat Anda bisa lebih memahami situasi. Jika ada insiden besar atau hujan deras, Anda dapat memberi lebih banyak informasi kepada Race Control soal apa yang terjadi di trek,” tutur Maylander.

“Dalam Race Control, mereka selalu berusaha memperlambat (laju) kami semaksimal mungkin untuk menyatukan kembali rombongan. Tetapi selalu ada batasan ketika saya mengatakan di radio bahwa kami harus lebih cepat karena misalnya kami melaju terlalu lambat. Hal-hal seperti itu.

Michael Masi, Race Director dan Bernd Maylander, pengemudi Safety Car F1 saat inspeksi trek

Michael Masi, Race Director dan Bernd Maylander, pengemudi Safety Car F1 saat inspeksi trek

Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images

“Saya selalu berusaha meningkatkan dan memberikan informasi terbaik kepada Race Control dan saya pikir itu terjadi secara natural karena saya juga seorang pembalap,” imbuh Maylander, yang pada akhir pekan Grand Prix biasanya bekerja dari pukul 07.30 pagi dan baru kembali ke hotel sekitar 07.00 malam.

Tugas Bernd Maylander sebagai pengemudi Safety Car adalah memastikan situasi dan kondisi trek aman untuk menggelar balapan. Tetapi tidak jarang ia menerima keluhan atau kritik dari para pilot Formula 1.

Satu hal yang paling sering dikeluhkan adalah Safety Car yang melaju terlalu lambat di lintasan. Pembalap seperti Lewis Hamilton, Sebastian Vettel hingga Charles Leclerc pernah menyoroti masalah tersebut.

“Saya dapat memahami para pembalap di belakang saya. Lewis, Sebastian, Charles dan siapa pun yang mengeluh di radio. Namun prosedur Safety Car menyebutkan saya harus menunggu mobil pertama agar berada di belakang saya,” kata Maylander dalam podcast F1 'In The Fast Lane'.

“Tetapi terkadang, kami benar-benar harus memastikan mereka bersama. Jadi kami harus menunggu mobil terakhir tiba dalam rombongan. Kami juga harus menyediakan waktu bagi para Marshal bekerja, misalnya, selama membersihkan puing di trek.

Safety Car memandu Lewis Hamilton, Mercedes W12, Lando Norris, McLaren MCL35M, Fernando Alonso, Alpine A521, dan para pembalap F1 lainnya

Safety Car memandu Lewis Hamilton, Mercedes W12, Lando Norris, McLaren MCL35M, Fernando Alonso, Alpine A521, dan para pembalap F1 lainnya

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

“Untuk itu, kami perlu memberi mereka lebih banyak waktu agar situasinya benar-benar aman. Saat itulah saya mendapat panggilan dari Race Control. Mereka minta saya memperlambat kecepatan, ‘Bernd, pelan-pelan, Kecepatan maksimal 140 km/jam’.

“Pembalap biasa mengeluh soal karena mengkhawatirkan kinerja ban. Ya, itu benar. Sudah pasti, mereka akan kehilangan kinerja ban. Namun hal terpenting adalah melindungi para Marshal dan memastikan balapan dapat dilanjutkan dengan aman.”   

Sebagai pengemudi Safety Car, Bernd Maylander tidak bekerja seorang diri. Ia selalu didampingi co-driver, Richard Darker. Perannya untuk membantu melihat kondisi dan juga berkomunikasi dengan Race Control.

“Kami selalu berhubungan dengan Race Director, Michael Masi, dan wakilnya, Colin Haywood. Mereka yang memberi saya intruksi dan semua informasi tentang apa yang terjadi dan memberi tahu kapan saya harus turun dan kapan harus kembali,” ujar Maylander kepada Autosport.

“Saya kemudian memberi tahu mereka semua informasi di trek dari sudut pandang saya. Apa yang saya dan co-driver saya rasakan cukup penting, tetapi keputusan ada di Race Control, di Race Director, sebab mereka punya pandangan menyeluruh tentang semuanya.”

 

dibagikan
komentar
Sebastian Vettel Evaluasi Musim Debut Mick Schumacher
Artikel sebelumnya

Sebastian Vettel Evaluasi Musim Debut Mick Schumacher

Artikel berikutnya

Juan Pablo Montoya: Perspektif soal Pembalap Kedua F1 Telah Bergeser

Juan Pablo Montoya: Perspektif soal Pembalap Kedua F1 Telah Bergeser
Muat komentar