Memori Setahun Kecelakaan Mengerikan Romain Grosjean

29 November rasanya takkan pernah dilupakan oleh Romain Grosjean. Pada tanggal itu, sang mantan pembalap Haas mengalami insiden saat balapan F1 GP Bahrain 2020.

Memori Setahun Kecelakaan Mengerikan Romain Grosjean

Belum genap lap pertama, fans jet darat seketika dibuat terdiam ketika televisi menayangkan ulang video kecelakaan mengerikan Grosjean di Tikungan 3 Sirkuit Internasional Bahrain.

Mobil balap Haas yang dikemudikan Grosjean kontak dengan Daniil Kvyat. Tak dapat mengendalikan, dia pun meluncur kencang menabrak dinding pembatas. Tabrakan itu memicu kobaran api besar. Bahkan mobilnya terbelah dua.

Namun beruntung, Grosjean mampu menyelamatkan diri keluar dari kokpit saat si jago api melalap VF-20. Dia langsung dibawa ke Medical Car untuk mendapat pertolongan medis pertama.

Grosjean memang tidak menderita cedera serius. Tetapi, hasil pemeriksaan menunjukkan luka bakar cukup serius pada tangan kirinya. Butuh waktu berbulan-bulan baginya untuk pulih.

Romain Grosjean, Haas F1, dibantu dokter Ian Roberts dan pengemudi mobil medis F1, Alan van der Merwe usai kecelakaan di GP Bahrain 2020

Romain Grosjean, Haas F1, dibantu dokter Ian Roberts dan pengemudi mobil medis F1, Alan van der Merwe usai kecelakaan di GP Bahrain 2020

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Ada pesan penting di balik lolosnya Grosjean dari kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya itu. Bahwa perangkat keselamatan Halo berperan sangat penting dalam menjamin keselamatan para pembalap ketika terjadi insiden.

Dalam studi FIA tentang benda-benda kecil yang diproyeksikan di Halo dari sudut yang berbeda, ditemukan bahwa perangkat keselamatan ini akan melindungi pembalap sebesar 17 persen setiap waktu.

Tak kalah pentingnya adalah keberadaan Marshal. Secara umum, tugas mereka adalah membantu pembalap jika terjadi tabrakan, kecelakaan, atau trek yang mengalami masalah.

Ketika terjadi insiden yang menimpa Grosjean, terlihat jelas ada satu sosok Marshal yang begitu sigap saat pertama kali tiba di lokasi kejadian untuk memadamkan kobaran api.

Aksi reponsif Marshal itu didukung oleh keberanian pengemudi mobil medis F1, Alan van der Merwe, yang bergerak cepat menyelamatkan Grosjean, serta dokter Ian Roberts yang langsung memberikan pertolongan medis.

Para marshal mengurus potongan mobil Romain Grosjean, Haas VF-20, setelah kecelakaan pada lap pembuka F1 GP Bahrain 2020

Para marshal mengurus potongan mobil Romain Grosjean, Haas VF-20, setelah kecelakaan pada lap pembuka F1 GP Bahrain 2020

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Kecelakaan hebat Grosjean turut memperlihatkan bagaimana FIA telah mematok standar keselamatan tinggi, yakni terutama dalam hal baju balap (race suit) yang dikenakan para pembalap F1.

Sejak 2020, FIA menetapkan Protective Clothing Standard (8856-2018) yang wajib dipakai semua driver di Formula 1, Formula E (musim keenam), WRC (pereli dan navigator), serta WEC (musim 2020-2021).

Sementara, untuk ajang-ajang seperti Formula 2, World Rallycross, dan World Cup for Cross Country) baru diberlakukan pada 2021.

Para pembalap dan pereli hanya boleh mengenakan pakaian dan kelengkapannya – race suit pakaian dalam, sarung tangan, dan sepatu – yang sudah melewati rangkaian tes sesuai Protective Clothing Standard (8856-2018).

Dengan homologasi FIA Standard 8856-2018, semua perlengkapan balap harus melalui sejumlah tes yang baru. Salah satu yang terpenting adalah peningkatan standar Heat Transfer Index (HTI) hingga 20 persen.

Motorsport adalah olahraga yang berbahaya. Karena itulah, baik FIA maupun F1 selalu terus bekerja untuk meningkatkan standar keselamatan, yang tujuannya menjamin keamanan para pembalap saat melaju kencang di sirkuit.

Baca Juga:
 
dibagikan
komentar
Bos Williams Yakin Russell Bisa Tantang Hamilton
Artikel sebelumnya

Bos Williams Yakin Russell Bisa Tantang Hamilton

Artikel berikutnya

Sirkuit Mugello Ingin Gelar F1 dalam Jangka Panjang

Sirkuit Mugello Ingin Gelar F1 dalam Jangka Panjang
Muat komentar