Menakar Peluang Gasly dalam Bursa Pembalap F1

Pierre Gasly mencuri perhatian sejak menunjukkan grafik meningkat musim ini. Pembalap AlphaTauri tersebut mencuri atensi beberapa tim Formula 1 yang berencana memoles line-up. Lalu bagaimana kansnya di bursa pembalap?

Menakar Peluang Gasly dalam Bursa Pembalap F1

Curriculum vitae-nya memang kurang mentereng. Namun, penampilannya boleh dibilang mengesankan bermodal mobil kelas menengah. Pemuda itu mampu mendominasi GP Italia 2020 dan naik podium ketiga di GP Azerbaijan 2021.

Setelah lomba pembuka di Bahrain, Gasly konsisten finis 10 besar. Pada latihan bebas pertama GP Styria, Jumat (25/6/2021), ia sempat berada di peringkat kedua. Sayangnya, pembalap Prancis itu gagal melanjutkan sesi kedua karena mesinnya bermasalah.

Gasly bakal mulai dari baris ketiga di Red Bull Ring, Minggu nanti, sederet dengan Valtteri Bottas (Mercedes) yang mendapat penalti tiga grid. Kans mengulang podium terbuka meski tidak terlalu lebar ketika melihat profil yang berbaris di depannya. Tapi akan lebih bagus kalau ia bisa finis lebih maju dari posisi start.

Kiprah apik Gasly membuat beberapa tim meliriknya. Teka-teki mengenai masa depannya pun menarik untuk dibahas. Karena dia bukan pilot papan atas yang bisa menentukan sendiri pilihannya, ia mesti menunggu pergerakan dalam bursa pembalap.

Baca Juga:

Dalam lubuk hati terdalam, kampiun GP2 2016 itu ingin kembali ke Red Bull Racing, yang menggembleng dan membesarkan namanya lewat program junior. Apalagi mereka kini punya mobil super kompetitif bersama duo Max Verstappen dan Sergio Perez.

“Saya kira dapat tampil sebaik dia (Perez). Saya bekerja keras menjadi pembalap komplet. Saya menunjukkan di trek, bertarung lawan Ferrari dan McLaren. Saya melakukan secara konstan. Saya pikir tak ada pembalap lain yang mampu mencapai 37 poin dengan AlphaTauri setelah tujuh balapan,” ujarnya.

“Di masa lalu, hasil bagus selalu dihadiahi akses langsung ke Red Bull atau setidaknya sangat cepat. Kembali ke Red Bull? Saya mau sekali melakukan itu. Tapi itu tergantung pada Red Bull menginginkannya.

“Saya kira mereka belum menginginkan (bekerja dengan saya). Belum ada pembicaraan tentang masalah ini. Tapi kami akan harus menemui mereka beberapa detik.”

Sama-sama berasal dari Prancis, membuat Alpine diprediksi jadi kandidat kuat pelabuhan Gasly berikutnya. Namun, baru-baru ini, skuad tersebut mengikat Esteban Ocon dengan kontrak hingga 2024.

Jadi ide tersebut mental karena penguatan ikatan kerja Ocon, sedangkan Fernando Alonso habis kontrak akhir musim depan.

Bertahan di AlphaTauri juga bisa jadi opsi Gasly. Kontribusinya cukup besar dalam pengembangan mobil lewat masukan yang diberikan. Ia jadi andalan ketika rookie Yuki Tsunoda tidak stabil dan kekanak-kanakan.

Tapi tim yang berafiliasi dengan Red Bull Racing itu, tertarik mengorbitkan para pembalap Formula 2 penuh potensi. Kalau ini terjadi, maka pilot yang berdebut di F1 sejak 2017 tersebut mesti melamar ke tim lain.

Pierre Gasly, AlphaTauri AT02

Pierre Gasly, AlphaTauri AT02

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Williams mungkin saja jadi pelabuhan berikutnya dengan catatan George Russell ditarik Mercedes untuk mendampingi Lewis Hamilton. Ketika juara dunia F1 tujuh kali berancang-ancang memperbarui kontraknya, nasib Valtteri Bottas di ujung tanduk. Pembalap Finlandia itu harus bertarung di trek dengan Russell.

Hanya saja, hal ini tidak bisa ditentukan dalam waktu dekat. Russell masih menggenggam kontrak hingga 2022 dan CEO Williams, Jost Capito, ingin merestrukturisasi tim lebih dulu.

Alfa Romeo alternatif lainnya bagi Gasly. Antonio Giovinazzi berusia muda dan menyuguhkan performa  cukup menjanjikan. Sementara tandemnya Kimi Raikkonen, tinggal menunggu saat yang tepat untuk pensiun. Usianya tahun ini menginjak 42 tahun.

Tim tersebut harus siap jika The Ice Man memutuskan gantung helem. Ini juga jadi kesempatan untuk meremajakan line-up. Merekrut Gasly dengan kemampuan memperbaiki atmosfer kerja dan tandem yang baik bagi rekannya akan jadi sebuah nilai positif.

dibagikan
komentar
Hambat Laju Bottas, Tsunoda Dihukum Penalti Tiga Grid

Artikel sebelumnya

Hambat Laju Bottas, Tsunoda Dihukum Penalti Tiga Grid

Artikel berikutnya

Tangguh di Trek, Wolff Heran Red Bull Masih Protes soal Mesin

Tangguh di Trek, Wolff Heran Red Bull Masih Protes soal Mesin
Muat komentar