Mengacu Top Speed, Red Bull Bisa Kesulitan di Monza

Sergio Perez menilai timnya, Red Bull Racing, bisa kesulitan di Sirkuit Monza pada akhir pekan ini karena kalah dari sisi kecepatan oleh Mercedes.

Mengacu Top Speed, Red Bull Bisa Kesulitan di Monza

Pembalap Meksiko tersebut menilai karakter cepat Monza, tuan rumah GP Italia pada akhir pekan ini (10-12/9/2021), memang membutuhkan kecepatan mobil yang luar biasa. Untuk faktor yang satu ini, Perez menyebut Mercedes saat ini sedikit di atas Red Bull.

“Jika melihat top speed milik Mercedes, saya kira Monza bukan sirkuit kami mampu turun dengan kuat,” ucap Perez saat disinggung soal GP Italia.

Menurut pembalap yang musim ini sudah mengantongi masing-masing satu kemenangan (Azerbaijan) dan podium ketiga (Prancis) tersebut, Monza juga memberikan berbagai tantangan unik untuk para pembalap dan tim.   

“Untuk mendapatkan posisi start yang lebih baik, sebagian besar pembalap hampir pasti saling melakukan slipstream di kualifikasi. Dalam beberapa tahun terakhir, Anda bisa lihat pentingnya slipstream di Monza,” kata Perez.

Kendati demikian, pembalap yang baru bergabung dengan Red Bull pada 2021 tersebut juga mengungkapkan bila Monza mungkin bukan akhir pekan terkuat untuk Red Bull, jika dibandingkan dengan Mercedes.

Max Verstappen, Red Bull Racing, dan Sergio Perez, Red Bull Racing

Max Verstappen, Red Bull Racing, dan Sergio Perez, Red Bull Racing

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

“Saya berharap, kami bisa ikut bersaing dengan mereka di depan,” kata Perez yang kini menempati peringkat kelima klasemen dengan 108 poin tersebut.

Di Monza, torehan Perez terbilang stabil. Hasil terbaiknya adalah podium kedua pada 2012, saat masih membela Sauber. Ia juga pernah finis P6 pada 2015 dan tiga kali P7 (2014, 2018, 2019). Tahun lalu, saat masih membela Racing Point-Mercedes, ia finis P10.

Jika Perez terlihat agak pesimistis, hal sebaliknya diungkapkan CEO Red Bull Helmut Marko. Menurutnya, kemenangan fantastis Max Verstappen di Zandvoort, Belanda, akan melipatgandakan motivasi Red Bull Racing di Monza.

“Monza memang bukan sirkuit favorit buat kami. Namun, dengan performa seperti ini (di Zandvoort), kami yakin mampu kompetitif di sana,” kata Marko.

Baca Juga:

Seperti Perez, Verstappen juga mengakui bila Monza kemungkinan besar bisa menjadi makanan empuk bagi Mercedes.

Namun, pembalap asal Belanda yang mengambil alih pimpinan klasemen dari Lewis Hamilton (Mercedes) seusai kemenangan di Zandvoort itu masih melihat ada peluang bagi Red Bull Racing.

“Saya perkirakan trek ini bagus buat Mercedes. Kami memang kerap tidak mampu bagus di Monza dalam beberapa tahun terakhir,” kata Verstappen, yang belum pernah finis podium dalam enam kali turun di Monza.

“Tetapi, tahun ini kami mampu bagus di trek yang selama ini tidak baik. Jika kami mampu terus seperti ini, teratas di semua aspek, kami akan mampu terus bersaing dengan Mercedes,” ucap Verstappen yang hasil finis terbaiknya di Monza hanya P5 pada 2018.

Sebagai konstruktor, Mercedes tercatat tujuh kali berhasil memenangi GP Italia di Monza. Lima di antaranya dibuat secara beruntun di era mesin turbo hybrid, yakni pada 2014 sampai 2018. Dua lainnya dibuat pada 1954 dan 1955.

Sementara, Red Bull Racing baru dua kali memenangi GP Italia di Monza lewat Sebastian Vettel pada 2011 dan 2013, saat mereka masih memakai mesin Renault.

 

dibagikan
komentar
Robert Kubica Lanjut Gantikan Kimi Raikkonen di Monza

Artikel sebelumnya

Robert Kubica Lanjut Gantikan Kimi Raikkonen di Monza

Artikel berikutnya

Alfa Romeo Ingin Jadikan Kimi Raikkonen Penasihat Tim

Alfa Romeo Ingin Jadikan Kimi Raikkonen Penasihat Tim
Muat komentar