Mercedes akan ganti desain pin headrest setelah masalah Baku

dibagikan
komentar
Mercedes akan ganti desain pin headrest setelah masalah Baku
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
29 Jun 2017 13.03

Menyusul masalah yang membuyarkan peluang juara Lewis Hamilton di Baku, Mercedes siap mengganti desain mekanisme penguncian headrest mereka sebelum GP Austria.

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W08
Toto Wolff, Executive Director Mercedes AMG F1
Mercedes AMG F1 F1 W08 mechanics, replacement head rest for Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 F1 W08
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W08
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W08

Hamilton memimpin jalannya balapan GP Azerbaijan sejak start. Namun peluang pembalap Inggris Raya itu harus buyar karena masalah headrest yang tidak terpasang dengan benar di kokpit mobilnya.

Setelah melakukan pergantian di pit, Hamilton sempat tercecer di rombongan tengah sebelum bisa bangkit untuk finis urutan kelima – satu posisi di belakang rival terberatnya, Sebastian Vettel.

Setelah dilakukan pemeriksaan di markas Brackley, Mercedes menyebut pendeknya pin pengaman sebagai salah satu faktor terlepasnya headrest Hamilton.

Usai balapan, bos tim balap Mercedes, Toto Wolff, berkata bahwa timnya memang baru pertama kali mengalami masalah headrest.

"Saya tidak pernah mendengar masalah seperti ini," ujarnya. "Kenop yang masuk ke dalam lubang memang tidak terlalu besar."

Sebagai tanggapan dari masalah yang terjadi di Baku, Mercedes memutuskan untuk mengganti desain pin sebagai langkah pencegahan dan memastikan masalah yang serupa tidak terulang kembali.

Mercedes juga menegaskan bahwa mereka tidak ingin menyalahkan siapa pun terkait insiden headrest di Baku – salah satu alasan mengapa Wolff terlihat marah saat menerima pertanyaan dari reporter stasiun televisi Sky, Ted Kravitz.

"Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun, dan saya tidak akan membiarkan Anda mencoba menyalahkan seseorang," kesal Wolff kepada Sky TV. "Ini adalah tim yang memenangi tiga gelar juara dunia, dan saya tidak akan mengacungkan jari saya kepada satu orang pun."

Artikel Formula 1 berikutnya
Button: F1 harus 'move on' dari kontroversi Vettel

Artikel sebelumnya

Button: F1 harus 'move on' dari kontroversi Vettel

Next article

Kolom Vandoorne: Drama Vettel/Hamilton adalah hal yang positif

Kolom Vandoorne: Drama Vettel/Hamilton adalah hal yang positif
Load comments