Mercedes Akan Selalu Prioritaskan Lewis Hamilton

Mantan pembalap Formula 1 Mario Andretti yakin Mercedes akan selalu lebih mendukung Lewis Hamilton meskipun George Russell akan menjadi rekan setimnya di F1 2022.

Mercedes Akan Selalu Prioritaskan Lewis Hamilton

Sejak 2017, Lewis Hamilton terlihat nyaman memiliki rekan setim Valtteri Bottas di Mercedes. Duet dengan pembalap Finlandia tersebut membuatnya mampu menambah empat gelar juara dunia (2017, 2018, 2019, 2020) setelah sebelumnya tiga (2008, 2014, 2015).

Selama Bottas bergabung ke Brackley, Inggris, itu pula Mercedes berhasil menyabet empat gelar konstruktor sehingga kini mereka mengoleksi tujuh trofi beruntun sejak 2014.

Setelah F1 musim 2021 berakhir, Bottas akan hengkang ke Alfa Romeo Racing. Penggantinya adalah George Russell, pembalap muda binaan Mercedes yang selama tiga musim (sejak debut pada 2019) membela Williams.

Pindah ke tim terkuat Formula 1 saat ini tentu menjadi kesempatan bagi Russell untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pembalap muda dengan potensi besar. Russell ingin menunjukkan bila kemampuannya selama ini terhalang mobil Tim Williams yang tidak kompetitif.

Hamilton selama lima musim terakhir ini mendapat dukungan dari Bottas. Kendati mampu menjadi runner-up F1 2019 dan 2020, Bottas bukanlah ancaman bagi Hamilton untuk merebut gelar.

George Russell, Williams, di Parc Ferme Sirkuit Sochi, saat digelarnya F1 GP Rusia.

George Russell, Williams, di Parc Ferme Sirkuit Sochi, saat digelarnya F1 GP Rusia.

Foto oleh: FIA Pool

Begitu resmi menjadi pembalap Mercedes mulai 2022, Russell menegaskan bila dirinya tidak datang untuk menjadi pembalap kedua di tim. Tetapi, menarik untuk dinanti apakah di Mercedes nanti pada akhirnya Russell akan memiliki peran yang sama dengan Bottas.

Mantan pembalap top Formula 1, Mario Andretti, memiliki analisis tersendiri soal posisi Russell di Mercedes nanti. Juara dunia F1 1978 tersebut menilai Mercedes akan cenderung tetap lebih mendukung Hamilton.

“Saya yakin Mercedes masih akan selalu memprioritaskan Hamilton dengan sejumlah alasan, utamanya karena respek. Namun pada saat yang sama saya melihat mereka akan memberikan material yang sama untuk Russell,” ujar Andretti.

“Tunggu dan lihat saja apa yang akan terkuak nanti. Semua akan bisa melihat apa yang akan terjadi,” ucap pembalap yang aktif di F1 pada 1968-1972 dan 1974-1982 itu.

Tahun lalu, Russell sempat menggantikan Hamilton akibat terpapar Covid-19, di GP Sakhir. Ia langsung mampu tampil impresif dan sempat menyulitkan Bottas di kualifikasi.

Baca Juga:

Sayang, start dari grid kedua GP Sakhir – di samping Bottas yang merebut pole – tidak membuahkan hasil maksimal akibat kesalahan di pit. Russell pun harus puas hanya merebut tiga poin hasil finis P9 (2 poin) dan mencetak lap tercepat (1 poin).

Dari situ terlihat bila Russell sejatinya mampu kompetitif jika memiliki paket mobil lengkap. Andretti pun tidak menampik anggapan tersebut.

“Saat ini, satu-satunya pembalap yang membuat saya kagum dan benar-benar menunjukkan mampu menjadi juara dunia di masa depan, hanyalah Russell,” kata pemenang 12 Grand Prix, 19 podium, 18 pole position, dan 10 fastest lap dalam 128 start tersebut.

“Ketika memiliki kesempatan di Bahrain, Russell mampu memaksimalkannya. Seperti yang dilakukannya bersama Williams saat kondisi Spa-Francorchamps sangat buruk. Ia terbukti masih mampu cepat di tengah hujan untuk merebut posisi bagus di kualifikasi.

“Jadi, akan sangat menarik melihat bagaimana Russell tahun depan bersama Hamilton di Mercedes,” ujar pria asal Amerika Serikat, 81 tahun, yang pernah membela Lotus, March, Ferrari, Parnelli, Alfa Romeo, dan Williams itu.

 

dibagikan
komentar
Kalender Sementara F1 2022, Sprint Race Sekali Setiap 3 Balapan
Artikel sebelumnya

Kalender Sementara F1 2022, Sprint Race Sekali Setiap 3 Balapan

Artikel berikutnya

Momen Sulit William Bentuk Mental George Russell

Momen Sulit William Bentuk Mental George Russell
Muat komentar