Mercedes Akui Kesalahan kepada Hamilton

Kegagalan Lewis Hamilton mempertahankan posisi terdepan pada lomba Formula 1 Grand Prix Prancis, Minggu (20/6/2021), disebabkan karena kesalahan perhitungan dari Mercedes.

Mercedes Akui Kesalahan kepada Hamilton

Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas F1) selama ini dikenal piawai mengatur level keausan ban (tyre management). Sudah tidak terhitung berapa kali ia mampu selamat dari krisis ban dan tidak sedikit yang berakhir dengan kemenangan.

Kendati begitu, kemampuan “magis” juara dunia Formula 1 tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017-2020) tersebut tidak mampu membuatnya memenangi lomba Grand Prix Prancis, kemarin.

Hamilton harus rela posisi pertamanya direbut rival terberat, Max Verstappen (Red Bull Racing-Honda) hanya satu lap sebelum balapan berdurasi 53 lap (309,69 km) di Sirkuit Paul Ricard tersebut berakhir.   

“Anda sudah melakukan yang terbaik, Lewis. Ini semua (hasil lomba) menjadi tanggung jawab kami,” kata James Vowles, Chief Strategist Mercedes-AMG Petronas, setelah lomba GP Prancis, lewat radio.

Dengan menerapkan strategi hanya satu pit stop, Mercedes sebelumnya yakin Hamilton mampu meredam Verstappen. Apalagi, Hamilton mampu merebut P1 dari tangan Verstappen yang start dari pole, pada lap-lap awal dan langsung mampu memperlebar gap.

Sebaliknya, Red Bull melakukan dua kali pit stop untuk Verstappen dan sekali untuk rekan setimnya, Sergio Perez. Hasilnya, Verstappen mampu merebut kemenangan ketiganya musim ini sedangkan Perez finis ketiga di Paul Ricard.

“Sayang, strategi tersebut tidak cukup efektif. Namun jika melihat berbagai kesulitan sepanjang akhir pekan ini, kami cukup puas dengan kecepatan saat balap,” kata Hamilton setelah merebut finis podium ke-170 sepanjang kariernya di F1.

“Kemenangan sudah di depan mata. Saya mohon maaf tidak mampu mempertahankan posisi terdepan hingga finis. Tetapi, tidak ada lagi yang bisa saya lakukan karena ban saya sudah habis menjelang akhir-akhir balapan.”

Seusai balapan, Hamilton juga menegaskan bila Mercedes harus mencari cara meningkatkan kecepatan sasis F1 W12. Pasalnya, Red Bull kini sering mampu lebih cepat daripada mereka di trek lurus.

Mercedes dipastikan bakal terus menyelidiki dan mencari cara untuk meningkatkan kecepatan sasis F1 W12. Tetapi satu yang pasti, di Prancis mereka melakukan kesalahan strategi terhadap Hamilton hingga ban pembalap asal Inggris itu aus sebelum finis.

Baca Juga:

Red Bull dan Verstappen dinilai berhasil melakukan undercutting – pembalap yang tertinggal melakukan pit stop lebih dulu agar bisa balik memimpin saat lawannya masuk pit – terhadap Hamilton di Paul Ricard.

Hamilton melakukan pit stop pada akhir lap 19 atau satu lap setelah Verstappen melakukannya (lap 18). Ia memang kembali merebut posisi terdepan setelah Verstappen melakukan pit stop kedua pada lap 32.

Verstappen berada di P4 usai pit stop kedua di belakang duo Mercedes: Hamilton dan Valtteri Bottas, serta Perez.

Namun, Perez lalu membiarkan Verstappen melewatinya untuk P3. Bottas yang juga kehabisan ban, juga mampu dilibas Verstappen, yang lantas “menghabisi” Hamilton.

“Selamat buat Anda, Max. Sepertinya strategi Anda berjalan lancar di Paul Ricard,” ujar Hamilton, pemenang GP Prancis 2018 dan 2019 (tahun lalu ditiadakan karea pandemi Covid-19).  

Saat disinggung apakah ada opsi bagi Lewis Hamilton untuk meminta dua pit stop saat lomba, ia mengaku memang sulit dilakukan.

“Kami harus memilihnya pada awal-awal lomba. Jika saat balapan, risiko kami tertinggal dari Verstappen akan lebih besar. Peluang untuk melewatinya juga semakin sulit. Setelah pit stop, kami sebenarnya tingga berusaha mempertahankan P1,” kata Lewis Hamilton.  

  

 

dibagikan
komentar
Hat-trick Pertama Red Bull sejak 2013

Artikel sebelumnya

Hat-trick Pertama Red Bull sejak 2013

Artikel berikutnya

Hamilton Muluskan Jalan Verstappen Menangi GP Prancis

Hamilton Muluskan Jalan Verstappen Menangi GP Prancis
Muat komentar