Mercedes Bebankan Target Besar pada George Russell

Prinsipal Mercedes-AMG Petronas, Toto Wolff, menetapkan target ambisius untuk George Russell di GP Sakhir, Senin (7/12/2020) dini hari WIB.

Mercedes Bebankan Target Besar pada George Russell

Ia menginginkan pengganti sementara Lewis Hamilton tersebut finis di urutan empat besar atau lima besar.

Jika menilik rapornya selama dua musim awal di Formula 1, target itu terasa sangat muluk. Sebab Russell sama sekali belum punya poin.

Namun, permintaan itu jadi realistis ketika menyaksikan kinerjanya saat mengemudikan Mercedes W11.

Di tengah rasa tidak nyaman karena kokpit terlalu sempit dan waktu singkat untuk mempelajari segala fungsi mobil, Russell mampu memimpin dua sesi latihan dan start dari posisi kedua GP Sakhir.

Harapan itu diutarakan Wolff ketika mengundang pemuda Inggris tersebut makan siang, bersama engineer Mercedes, James Vowles.

“Ya, saya pikir itu sulit. Dengan ekspektasi, dia mengatakan kepada dirinya dan orang lain, masuk ke kualifikasi dengan FP3 tidak sesolid kemarin. Saya kira penting untuk mengatakan apa ekspektasi kami,” ujarnya.

“Saat makan siang bersama, saya dan James, menyampaikan keinginan kami dia berada di empat atau lima teratas. Kami pikir mobil dalam kondisi bagus untuk itu, tapi perbedaan waktu akan sangat kecil. Jadi ini tentang sesi yang bersih dan melepaskan beberapa tekanan yang dia bebankan kepada dirinya. Max Verstappen tidak gembira karena ada anak baru berdiri di hadapannya.

Baca Juga:

“George berada di garis terburuk, yang kami lihat di akhir pekan lalu. Kokpit terlalu kecil untuknya, pedal kopling terlalu kecil untuk tangan dan jari-jarinya. Jadi saya punya ekspektasi sama seperti target dalam kualifikasi hari ini. Dia menanyakan apa pendapat kami tentangnya, saya bilang terkesan dan tidak kaget.”

Terkait dengan balapan, pria Austria itu menegaskan tidak ada team order atau persaingan sengit dalam tim seiring dengan hadirnya Russell.

“Para pembalap bebas, itu yang kami beri kepada semuanya. Lepaskan talinya. Saya tidak melihat rivalitas dalam tim. Valtteri telah mapan, tak perlu membuktikan apapun. George lebih mudah karena tak ada tekanan.

Wolff menyebut telah mengetahui Russell punya potensi jadi pembalap hebat masa depan, sejak pertama kali, pemuda 22 tahun itu melangkah ke kantornya.

“Saya ingat ketika dia masuk ke kantor saya, usianya 15 atau 16 tahun, dengan presentasi di tangan dan jas hitam serta dasi hitam. Ia menjelaskan kenapa harus bergabung dengan Mercedes di masa depann. Sejak saat itu, dia tampil melebihi ekspektasi,” ia mengenang.

“Russell memenangi F2 di tahun debutnya, F3 di tahun debutnya. Ia juga membantu Williams berkembang, jadi dia memang pembalap yang cocok untuk masa depan. Sekarang, dilempar ke air dingin, dia berenang, dan tidak hanya berenang. Dia tak nyaman dengan mobil terlalu kecil, bukan setir mobilnya. Jadi saya katakan bahwa itu lebih solid dari apa yang diberikannya kemarin dan hari ini.”

 

dibagikan
komentar
Ferrari Minta FIA Izinkan Siapapun Ikuti Tes Abu Dhabi

Artikel sebelumnya

Ferrari Minta FIA Izinkan Siapapun Ikuti Tes Abu Dhabi

Artikel berikutnya

Alonso: Saya Senang Melihat Para Rival Khawatir

Alonso: Saya Senang Melihat Para Rival Khawatir
Muat komentar