Diisukan Bisa Diganti Sebelum Musim Selesai, Mercedes Bela Bottas

Media terkemuka Inggris, Daily Mail, menyebut posisi Valtteri Bottas kemungkinan sudah digantikan George Russell sebelum Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 berakhir.

Diisukan Bisa Diganti Sebelum Musim Selesai, Mercedes Bela Bottas

Dalam berita utamanya, Daily Mail menyebut kepercayaan Tim Mercedes-AMG Petronas F1 terhadap Valtteri Bottas sudah habis. “Kapak bisa menimpa Bottas sebelum akhir musim,” demikian judul headline harian Inggris tersebut.

Lalu siapa penggantinya? Tentu saja George Russell. Pembalap muda binaan Mercedes yang kini membela Williams Racing itu sudah membuktikan mampu impresif saat diminta Mercedes menggantikan Lewis Hamilton di GP Sakhir, Bahrain, dengan finis P9 dan mencetak fastest lap.

Media Inggris jelas ingin melihat Russell menjadi pendamping Hamilton – juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) – yang juga asal Inggris, di tim sekuat Mercedes.

Daily Mail mengutip pernyataan orang dalam Mercedes yang menyebut sebenarnya telah terjadi “keresahan di markas” karena performa Bottas yang tidak kunjung mampu mengimbangi Hamilton.

“Ia tidak mampu. Hal itu semakin terlihat setelah Russell melakukan tugas dengan bagus di Bahrain lalu,” kata sumber tersebut.

Baca Juga:

Bottas menjadi rekan setim Hamilton di Mercedes – juga ditarik dari Williams – sejak F1 2017. Ia memang belum pernah menjadi rival langsung Hamilton. Namun tidak pernah keluar dari lima besar klasemen akhir, termasuk runner-up pada F1 2019 dan 2020.

Bottas lebih terlihat berperan sebagai wingman, atau pembalap kedua setelah Hamilton. Kini, setelah persaingan Hamilton dengan Max Verstappen (Red Bull Racing) semakin panas, tekanan terhadap Bottas untuk memainkan perannya juga kian besar.

Kendati media-media Inggris mendesak Mercedes untuk menggeser Bottas, Prinsipal Tim Mercedes Toto Wolff sepertinya tidak acuh. Selain memiliki hubungan baik, Wolff juga masih percaya dengan kemampuan pembalap asal Finlandia tersebut.

Itu terlihat dari hasil GP Portugal, akhir pekan lalu. Bottas yang merebut pole position terpaksa harus puas finis di P3 di belakang Hamilton dan Verstappen karena pit stop yang lambat dan problem teknis pada sensor mesin.

“Kami kehilangan banyak waktu dari Red Bull saat pit stop dan sayangnya itu menimpa Bottas. Lalu, ia juga mengalami masalah dengan mesin sehingga memaksanya pindah ke mode power save,” ujar Wolff seusai GP Portugal.

“Jadi, seharusnya ia bisa lebih baik di Portugal. Kami akan terus bekerja keras untuk mendukungnya,” Wolff menambahkan.

Toto Wolff, Executive Director - Business, Mercedes AMG, bersama Valtteri Bottas, Mercedes-AMG F1.

Toto Wolff, Executive Director - Business, Mercedes AMG, bersama Valtteri Bottas, Mercedes-AMG F1.

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

Seusai lomba ketiga F1 di GP Portugal, Valtteri Bottas berada di peringkat keempat klasemen dengan 32 poin. Ia terpaut lima angka dari P3 yang ditempati Lando Norris (McLaren) serta 37 poin dari Hamilton di puncak.

Saat disinggung apakah Bottas mampu kembali bangkit, Wolff masih sangat meyakini itu. “Ia akan segera ke bentuk terbaik,” katanya.

Wolff menyebut keberhasilan Bottas merebut pole di Portugal setelah hasil buruk di Imola, Italia (mundur dari lomba usai bertabrakan dengan Russell), menjadi bukti dirinya cepat bangkit.

“Balapannya di Portugal juga solid, terlepas dari nasib buruk yang dialaminya,” ujar Wolff, yang memimpin Mercedes menguasai F1 dalam tujuh musim terakhir dengan merebut gelar juara dunia pembalap dan konstruktor.

Toto Wolff saat ini menjadi orang yang paling menentukan siapa saja yang akan menjadi pembalap Mercedes musim depan. Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton hanya dikontrak setahun sampai akhir musim ini.

Kontrak George Russell pun di Williams akan berakhir saat F1 2021 selesai. Namun, menurut Daily Mail, perubahan selama musim berlangsung tidak dikecualikan dalam kontrak Mercedes terhadap kedua pembalapnya.

 

dibagikan
komentar
Red Bull Bantah Perez Sengaja Ganggu Hamilton di GP Portugal

Artikel sebelumnya

Red Bull Bantah Perez Sengaja Ganggu Hamilton di GP Portugal

Artikel berikutnya

Norris Bisa Merusak Dominasi Mercedes-Red Bull

Norris Bisa Merusak Dominasi Mercedes-Red Bull
Muat komentar