Mercedes Janji Sangat Agresif Hadapi Red Bull

Toto Wolff menegaskan bahwa Mercedes bakal terus menerapkan strategi agresif dalam pertarungan gelar juara dunia Formula 2021 melawan Red Bull.

Mercedes Janji Sangat Agresif Hadapi Red Bull

Lewis Hamilton berhasil memenangi Grand Prix Rusia, sekaligus menorehkan rekor kemenangan ke-100, dan mengambil alih puncak klasemen sementara dari tangan Max Verstappen.

Kendati demikian, Mercedes tak bisa sepenuhnya tenang. Apalagi jika melihat performa brilian Verstappen yang meski dihukum start paling belakang, dapat menembus finis kedua.

Hal itu juga menunjukkan kegagalan upaya The Silver Arrows untuk membendung Verstappen lewat Valtteri Bottas, dengan mengganti sejumlah elemen pada power unit W12 miliknya, untuk start di barisan belakang.

Wolff menyadari ada beberapa celah yang dimanfaatkan secara baik oleh Red Bull untuk memangkas ketertinggalan dari Mercedes. Karena itulah, timnya tidak boleh lagi bersikap lengah.

“Di satu sisi, kami tidak memaksimalkan perolehan poin kami, dan hal yang sama hari ini,” ucapnya usai balapan di Sochi, Minggu (26/9/2021).

“Menurut saya, kualifikasi sangat menentukan. Valtteri kembali (setelah penalti mesin) yang kami tahu sulit, dan kami berakhir dengan (finis) pertama dan kelima. Itu sangat bagus, tidak diragukan lagi. Dan ini adalah kemenangan ke-100 Lewis.

“Namun, Max pulih dalam performa yang spektakuler, dan itu tidak bagus untuk kejuaraan.

“Jadi singkatnya, kami hanya perlu terus menjadi sangat agresif dalam pendekatan kami musim ini. Tidak bertahan, tetapi hanya bergerak maju, untuk mencetak poin-poin besar ini.

“Karena baik kami maupun yang lain tidak terlalu bagus dalam memaksimalkan poin saat ini.”

Max Verstappen, Red Bull Racing, dan Lewis Hamilton, Mercedes, dalam konferensi pers usai Formula 1 Grand Prix Rusia 2021.

Max Verstappen, Red Bull Racing, dan Lewis Hamilton, Mercedes, dalam konferensi pers usai Formula 1 Grand Prix Rusia 2021.

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Ya, hingga putaran Formula 1 2021 di Grand Prix Rusia, Mercedes serta Red Bull belum berhasil mencatatkan finis 1-2.

Sejauh ini, satu-satunya tim yang sukses melakukannya adalah McLaren saat Daniel Ricciardo dan Lando Norris mengklaim dua besar di Monza.

Sochi dan Monza sendiri sebenarnya merupakan dua sirkuit terbaik Mercedes. Tetapi, sejumlah perubahan regulasi 2021 tidak lagi menjamin timnya dapat leluasa merebut kemenangan di trek unggulan mereka.

“Saya berhenti mencoba mengantisipasi apakah ini secara historis balapan yang kuat bagi kami, karena semuanya dengan peraturan baru, semuanya berubah. Jadi, sudah banyak berubah,” kata Wolff.

“Jelas, kami tahu bahwa Monza dan Sochi akan datang lebih ke arah kami. Dan kenyataannya adalah kami berada di tempat kami berada, dan ini adalah selisih poin. Saya ragu salah satu dari kedua tim akan membuat ayunan besar naik atau turun.

"Ini hanya tentang, benar-benar, untuk terus melakukan pekerjaan sebaik mungkin.”

Baca Juga:

dibagikan
komentar
Terlibat Insiden F1 GP Rusia, Stroll Mengaku Tak Lihat Vettel

Artikel sebelumnya

Terlibat Insiden F1 GP Rusia, Stroll Mengaku Tak Lihat Vettel

Artikel berikutnya

Hujan Gagalkan Fernando Alonso Naik Podium di Sochi

Hujan Gagalkan Fernando Alonso Naik Podium di Sochi
Muat komentar