Mercedes Sengaja Tidak Memaksimalkan Mesin di Abu Dhabi

Andrew Shovlin, Track Engineering Director Mercedes, menjelaskan bila problem pada MGU-K hanya akan memperlambat Mercedes F1 W11 kurang dari 0,1 detik per lap.

Mercedes Sengaja Tidak Memaksimalkan Mesin di Abu Dhabi

Namun, Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton mengakhiri lomba GP Abu Dhabi, Minggu (13/12/2020) malam lalu dengan sisa bahan bakar cukup banyak. Panas yang dikeluarkan mengindikasikan bila power unit Mercedes-AMG F1 M11 tidak digunakan seperti biasanya.

Pembalap Tim Red Bull Racing, Max Verstappen, tidak pernah kehilangan posisi terdepan sejak start dari pole position hingga finis pada lomba di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, balapan terakhir Kejuaraan Dunia Formula 1 2020.

Pembalap asal Belanda itu meninggalkan Bottas hingga 15,976 detik yang finis di posisi kedua (P2) dan 18,415 detik atas Hamilton, juara dunia F1 tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020). Bottas dan Hamilton memang sudah kesulitan di kualifikasi.

Sebelum lomba, Prinsipal Tim Mercedes, Toto Wolff, tim teknisi mesin pimpinan Hywel Thomas harus mengurangi tenaga dari Motor Generator Unit-Kinetic (MGU-K).

Hal itu dilakukan menyusul kerusakan MGU-K yang dialami Sergio Perez (Racing Point) di lomba GP Bahrain dan George Russell (Williams) pada latihan bebas GP Abu Dhabi. Dari situ, Mercedes harus menurunkan power seluruh power unit Mercedes.

“Belum jelas benar apa penyebabnya meskipun kerusakan MGU-K itu terjadi dalam dua balapan beruntun. Ketimbang berisiko, kami memilih untuk tidak memaksimalkan mesin untuk menghindari kerusakan (MGU-K),” ujar Shovlin.  

“Saat lomba, kami mengurangi sedikit tenaga pada power unit. Begitu kecilnya, pembalap kami harapkan tidak akan begitu merasakan kurangnya tenaga pada mobil.”

Baca Juga:

Shovlin mengungkapkan bila dikuranginya tenaga hanya akan membuat Mercedes F1 W11 tertinggal kurang dari 0,1 detik per lap. Jadi, gap Mercedes tidak akan terlalu jauh dari lawan.

Sergio Perez yang juga memakai power unit Mercedes, harus mundur pada lap 10. Perez merasakan berkurangnya tenaga diikuti menurunnya tekanan pada power unit.

Dari situ terlihat bila peringatan dari Mercedes (terkait penurunan tenaga) tidak sepenuhnya ditujukan untuk komponen hybrid yang mana MGU-K salah satunya.

Melemahnya power unit Mercedes juga bisa dilihat dari melambatnya Mercedes F1 W11 di area pencatatan kecepatan maksimal (speed trap). Kecepatan Bottas hanya menyentuh 309,5 km/jam dan Hamilton 310,1 km/jam.

Verstappen yang sendirian di depan tanpa hambatan, mempu melesatkan Red Bull RB16 hingga menembus 311,4 km/jam. Biasanya, speed trap selalu menjadi milik Mercedes W11 dengan margin yang besar pula.

Shovlin pun menyinggung soal strategi ban yang menurutnya masih sulit dipecahkan Mercedes. Utamanya dalam pemakaian ban lunak/soft untuk kualifikasi.

Sejak Sabtu (12/12/2020) pagi, saat digelarnya latihan bebas ketiga (FP3) sampai tiga sesi kualifikasi pada siang menjelang sore, Mercedes memang lebih lambat dibanding Red Bull milik Verstappen.

Pada lomba GP Abu Dhabi, Minggu (13/12/2020) lalu, Max Verstappen melesatkan Red Bull Racing RB16 jauh di depan Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton yang sama-sama menggunakan Mercedes F1 W11.

Pada lomba GP Abu Dhabi, Minggu (13/12/2020) lalu, Max Verstappen melesatkan Red Bull Racing RB16 jauh di depan Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton yang sama-sama menggunakan Mercedes F1 W11.

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

“Pengaturan waktu pergantian ban lunak kami memang masih sulit. Kadang berhasil, namun tak jarang juga gagal,” ucap Shovlin. “Akhirnya saat lomba kami tahu kecepatan W11 tidak mampu menandingi Red Bull RB16. Jadi kami bertahan dengan P2 dan P3.”

Tidak ada yang salah dengan pernyataan Shovlin. Yang harus diketahui, tangki kedua Mercedes W11 masih tersisa 13 kg bahan bakar usai melibas 55 lap lomba GP Abu Dhabi yang setara 305,355 km.

Dari sisa bahan bakar dan gap waktu finis bisa diasumsikan bila Mercedes W11 tertinggal lebih dari 0,2 detik per lap dibanding Red Bull RB16. Meskipun, harus dipertimbangkan pula bila di awal lomba bobot mobil lebih berat karena bahan bakar.

Jumlah bahan bakar sisa ini menjadi indikator signifikan bila power unit Mercedes sengaja tidak dimaksimalkan di Yas Marina, sirkuit yang sebetulnya tidak masalah untuk bahan bakar.

Data selama ini menunjukkan, di F1 era mesin hybrid, balapan di Yas Marina tetap lancar meskipun mobil hanya membawa bahan bakar kurang dari 104 kg. Sesuai regulasi FIA, batas maksimal jumlah bahan bakar untuk satu lomba adalah 110 kg.  

Pertanyaan lain yang tak kalah penting, mengapa power unit Mercedes lain mengalami overheat (Perez dan Russell) kendati identik dengan yang dipakai Hamilton dan Bottas, yang terbukti tidak mengalami kendala dari sisi daya tahan.

Bagi tim pembuat power unit Mercedes di Brixworth, Inggris – Mercedes AMG High Performance Powertrains – mengurangi tenaga secara ekstrem untuk mengurangi panas jelas bukan masalah.

Pasalnya, dalam kondisi normal, dimaksimalkan, power unit Mercedes-AMG F1 M11 disebut-sebut memiliki tenaga +20 daya kuda lebih besar daripada para rivalnya (Honda, Ferrari, dan Renault).

dibagikan
komentar
Kembali Runner-up, Bottas Masih Penasaran Raih Gelar F1

Artikel sebelumnya

Kembali Runner-up, Bottas Masih Penasaran Raih Gelar F1

Artikel berikutnya

Montezemolo: Ferrari Kurang Sosok Pemimpin

Montezemolo: Ferrari Kurang Sosok Pemimpin
Muat komentar