Mercedes Sering Eror akibat Tekanan Red Bull

Performa Mercedes yang 'tidak normal' di Monako dan Azerbaijan salah satunya disebabkan oleh tekanan dari Red Bull Racing, yang makin kompetitif untuk memutus dominasi mereka musim ini.

Mercedes Sering Eror akibat Tekanan Red Bull

Sangat jelas terlihat penampilan Mercedes di bawah standar selama Grand Prix (GP) Monako dan GP Azerbaijan. Dalam dua balapan terakhir Formula 1 (F1) 2021 itu, juara bertahan tak mampu mengendalikan situasi seperti biasanya.

Prinsipal Tim Haas F1 Gunther Steiner meyakini salah satu faktornya yakni tekanan yang terus diberikan Red Bull Racing. Ia percaya tim Austria dan pembalapnya, Max Verstappen memiliki apa yang diperlukan untuk meraih gelar.

Selama tujuh tahun, Mercedes sukses membawa pulang titel pembalap dan konstruktor F1. Tetapi 2021 tidak mulus untuk pabrikan Jerman. Mobil W12 tampak kurang kuat dibandingkan RB16B milik Red Bull ketika tes musim dingin.

Pada beberapa balapan awal, Mercedes tampak mulai bangkit, memenangi tiga dari empat putaran pertama. Namun di Monako dan Azerbaijan tim mengalami akhir pekan yang sangat mengecewakan.

Baca Juga:

Bukan hanya mobil Mercedes kalah cepat dari Red Bull, tetapi beberapa kesalahan krusial juga dilakukan, eror pit stop Valtteri Bottas yang fatal di Monako dan blunder Hamilton di Baku.

Red Bull benar-benar tahu bagaimana cara yang tepat untuk menantang Mercedes tahun ini yakni terus memberi tekanan sehingga tim yang berbasis di Inggris itu berada dalam situasi tidak biasa sehingga akhirnya membuat kesalahan.

Ini juga yang disadari Gunther Steiner. Prinsipal Tim Haas tersebut menduga tekanan dari Red Bull ada hubungannya dengan kesalahan demi kesalahan yang dilakukan Mercedes, khususnya pada dua balapan terakhir.

"Saya tak akan mengatakan Mercedes membuat banyak kesalahan, tetapi mereka lebih sering eror sekarang karena berada di bawah tekanan," ujar Steiner kepada RTL, stasiun televisi Jerman.

"Ketika berada di bawah tekanan, maka otomatis Anda harus mengambil lebih banyak risiko dan itu meningkatkan peluang terjadinya kesalahan.

"Sebelumnya sama sekali tidak ada tekanan berarti yang dihadapi Mercedes dan tentu saja hal itu membuat semuanya menjadi jauh lebih mudah untuk mengendalikan keadaan. ia menambahkan.

Lewis Hamilton, Mercedes W12

Lewis Hamilton, Mercedes W12

Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images

Performa Red Bull, khususnya Max Verstappen, sekarang ini juga membuat Steiner percaya bila Mercedes mungkin bisa kehilangan statusnya. Ia melihat kombinasi tersebut sebagai penantang gelar yang kompeten untuk musim 2021.

"Red Bull melakukannya dengan sangat baik dan saya percaya sangat mungkin mereka juara. Ini berlaku khususnya untuk Max Verstappen. Dia bisa melakukannya," ujar Steiner.

"Dia mungkin melakukan banyak kesalahan, namun juga sangat berani mengambil risiko. Di Baku (Azerbaijan), dia tampil dominan di mata saya sebelum insiden pecah ban."

Dalam perebutan gelar juara, Verstappen juga mungkin bisa makin mengandalkan rekan setimnya, Sergio Perez, yang mulai unjuk kualitas bersama Red Bull. Kemenangan di Baku jadi bukti.

"Saya yakin Sergio (Perez) makin nyaman dan terbiasa dengan mobil (RB16B). Kemenangan (GP Azerbaijan) akan memberinya kepercayaan diri untuk terus mencetak poin bagi Red Bull dalam pertarungan gelar," Steiner menambahkan.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B

Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Sainz Berkembang Cepat dengan Ferrari berkat Kritik Sang Ayah

Artikel sebelumnya

Sainz Berkembang Cepat dengan Ferrari berkat Kritik Sang Ayah

Artikel berikutnya

Bos McLaren Apresiasi Upaya F1 Revisi Jadwal

Bos McLaren Apresiasi Upaya F1 Revisi Jadwal
Muat komentar