Horner Tak Mau Termakan Permainan Pikiran Mercedes

Prinsipal Red Bull Racing, Christian Horner, menuding bahwa Mercedes sukses memainkan mind games di pramusim.

Horner Tak Mau Termakan Permainan Pikiran Mercedes

Mercedes sendiri mengalami beberapa problem pada sesi tes pramusim Formula 1 2021, di Sirkuit Internasional Bahrain, 12-14 Maret. Masalah utama ada di daya tahan mesin serta girboks.

Karena kendala tersebut, The Silver Arrows juga menjadi tim yang paling sedikit mencatatkan lap di pramusim kali ini.

Mercedes juga mengeluhkan performa mereka. Prinsipal tim, Toto Wolff, serta pembalap andalan mereka, Lewis Hamilton, bahkan sempat mengatakan bahwa mereka tak akan bisa secepat Red Bull Racing.

Baca Juga:

Melihat hal tersebut, Christian Horner mencoba untuk tidak termakan drama dari Mercedes. Seolah kebiasaan, tim pabrikan Jerman itu kerap mengumbar problem mobilnya saat persiapan musim baru. Ternyata mereka mampu merajai titel konstruktor tujuh musim beruntun.

Meskipun begitu, pria asal Britania Raya tersebut mengungkapkan bahwa rival utamanya itu sukses memainkan perang mental.

"Kami tidak bisa mengesampingkan hasil tes pramusim di Bahrain beberapa waktu lalu. Kami bahkan sempat berpikir bisa mengakhiri dominasi Mercedes," ujar Horner.

Kendati unggul di tes pramusim, Red Bull Racing tidak langsung puas. Malah, menurut Horner, timnya semakin waspada dengan apa yang dialami oleh Mercedes.

Lewis Hamilton, Mercedes and Toto Wolff, Executive Director (Business), Mercedes AMG

Lewis Hamilton, Mercedes and Toto Wolff, Executive Director (Business), Mercedes AMG

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

"Setelah tes, tim langsung menggelar meeting. Saya bisa katakan bahwa kami sedikit waspada akan hal ini," Horner mengungkapkan.

"Kami tidak bisa meremehkan mereka. Tentu akan ada kesulitan besar menghampiri kami, karena kami tahu Mercedes mendominasi selama tujuh tahun bukan karena kebetulan.

"Kami juga telah mengalami skenario seperti ini, di mana pada saat pramusim, mereka tampil buruk. Namun, di setiap balapan pertama, mereka tiba-tiba menjadi tim yang sulit dikalahkan."

dibagikan
komentar
Ecclestone: Hamilton Hanya Dimanfaatkan Pendukung Black Lives Matter

Artikel sebelumnya

Ecclestone: Hamilton Hanya Dimanfaatkan Pendukung Black Lives Matter

Artikel berikutnya

Tsunoda Dijuluki Verstappen dari Jepang

Tsunoda Dijuluki Verstappen dari Jepang
Muat komentar