Mercedes Tak Bisa Jelaskan soal Gap Hamilton-Verstappen di Qatar

Mercedes sudah mengira performa mereka bakal lebih baik daripada Red Bull Racing di Qatar. Tetapi, mereka tak mampu menjelaskan soal gap Lewis Hamilton dan Max Verstappen sebesar itu.

Mercedes Tak Bisa Jelaskan soal Gap Hamilton-Verstappen di Qatar

Mercedes F1 W12 geberan Lewis Hamilton berhasil unggul hampir 0,5 detik (tepatnya 0,455 detik) atas Red Bull Racing RB16B andalan Max Verstappen seusai akhir kualifikasi ketiga (Q3) F1 GP Qatar, Sabtu (20/11/2021) lalu.

Sejatinya, bukan hanya Hamilton yang terlihat cepat pada sesi kualifikasi tersebut. Selain Verstappen, Valtteri Bottas (Mercedes) dan Pierre Gasly (AlphaTauri) juga sangat cepat di Sirkuit Internasional Losail, yang baru kali pertama menggelar Formula 1 musim ini.

Hamilton memang terlihat sangat kuat setelah tiga sesi latihan bebas. Namun, tidak ada yang mampu menjelaskan mengapa gap juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) tersebut dengan Verstappen di kualifikasi terbilang sangat besar.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembalap Inggris tersebut tidak menyangka mampu membuat selisih waktu signifikan dengan Verstappen di kualifikasi. Para teknisi Mercedes pun mengakui performa mereka memang bagus di Losail.

Lewis Hamilton, Mercedes, berbincang dengan Andrew Shovlin, Trackside Engineering Director, Mercedes AMG, di garasi di sela-sela F1 GP Qatar, akhir pekan lalu.

Lewis Hamilton, Mercedes, berbincang dengan Andrew Shovlin, Trackside Engineering Director, Mercedes AMG, di garasi di sela-sela F1 GP Qatar, akhir pekan lalu.

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

“Kami sebelumnya memang sudah menduga akan mampu cepat di sini. Tetapi, dari tiga sirkuit di triple header, Losail yang paling kami fokuskan,” ucap Andrew Shovlin, Trackside Engineering Director Mercedes-AMG Petronas F1.

“Sejak Sabtu pagi, Lewis sepertinya sudah mampu mengontrol semuanya. Namun, memang sangat sulit untuk memprediksi apakah margin kami (dengan rival terdekat) akan 0,1 atau 0,2 detik. Gap sebesar itu sebenarnya masih bagus.

“Kami tidak pernah mengira mampu membuat margin sebesar itu. Namun, saya melihat last run yang dilakukan Hamilton di Q3 berpengaruh signifikan.”

Shovlin menjelaskan, Hamilton sangat bagus saat melibas Tikungan 1 Losail. Setelah itu, pemenang 102 Grand Prix (tujuh di antaranya musim ini), 180 podium, dan 102 pole position tersebut terlihat rileks melahap semua area sirkuit.

Lewis Hamilton mampu memenangi GP Qatar, Minggu (21/11/2021) lalu, dengan gap hingga 25 detik lebih atas Verstappen yang finis di P2.

Baca Juga:

Kemenenangan tersebut membuat Hamilton kembali memangkas gap dengan Verstappen di klasemen menjadi tinggal delapan poin menjelang dua balapan tersisa.

Verstappen sendiri sebelumnya harus start dari grid ketujuh setelah mendapatkan penalti grid karena mengabaikan double yellow flag akibat ban bocor yang dialami Gasly di Q3.

Yang pasti, menjelang dua balapan terakhir, GP Arab Saudi (5 Desember) dan GP Abu Dhabi (12 Desember), Lewis Hamilton dan Mercedes lebih rileks dibanding Verstappen dan Red Bull.

“Ia benar-benar menguasai situasi dan balapan. Kami memang hanya bisa membantu lewat simulator. Tetapi, kami memang tidak punya penjelasan soal gap (Hamilton) dengan Verstappen,” ujar Shovlin.

“Kini, kami tinggal memperdalam semua yang sudah bagus dan mengerjakan semua yang masih perlu dilakukan.”

 

dibagikan
komentar
Langsung Tes dengan Mercedes, George Russell Tidak Ada Libur
Artikel sebelumnya

Langsung Tes dengan Mercedes, George Russell Tidak Ada Libur

Artikel berikutnya

Mika Hakkinen: Advantage Lewis Hamilton

Mika Hakkinen: Advantage Lewis Hamilton
Muat komentar