Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Mercedes Nilai Takkan Ada Tim yang Dominan pada F1 2022

Prinsipal Tim Mercedes-AMG Petronas Toto Wolff tidak yakin ada tim yang bakal mendominasi F1 2022 nanti. Mengkopi teknologi kini bisa dilakukan cepat.

Toto Wolff, Team Principal and CEO, Mercedes AMG

Sejak Kejuaraan Dunia Formula 1 menerapkan mesin 1,6 liter V6 turbo hybrid mulai musim 2014, tidak ada yang mampu menandingi keperkasaan Mercedes.

Dalam delapan musim F1 era turbo hybrid, tim yang berbasis di Brackley, Inggris, tersebut baru kehilangan satu gelar pembalap yang berhasil direbut Max Verstappen (Red Bull Racing) pada musim lalu.

Kecuali F1 2021 lalu, sebelumnya Mercedes selalu berhasil menyandingkan gelar konstruktor dan pembalap.

Namun begitu, situasi diyakini akan berubah pada F1 musim 2022 nanti. Dengan segudang regulasi baru, publik akan menunggu apakah Mercedes masih mampu melanjutkan dominasi atau tidak.

Atau, akankah persaingan merebut kemenangan pada setiap akhir pekan balapan akan lebih sengit dan ketat, dan tidak hanya melibatkan dua atau segelintir tim seperti yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir di F1.

Mengacu sejumlah faktor, Wolff menyebut dirinya yakin tidak akan ada lagi tim yang benar-benar mampu mendominasi kejuaraan sepanjang musim.

Baca Juga:

“Saya kira, pembatasan anggaran (budget cap) akan meluruskan banyak hal,” ucap pria Austria tersebut seperti dikutip Auto, Motor und Sport.

“Jika seseorang menemukan celah dan terus memakainya, lainnya akan meniru. Karena itu, mobil-mobil nanti akan terlihat serupa.

“Pada tahun pertama mungkin masih akan banyak perbedaan. Setelah itu, mobil akan lebih mirip (bentuk dan performa). Jadi, tidak akan ada tim yang menjadi tercepat kedua.”

Karena intensnya persaingan perebutan gelar, Red Bull Racing dan Mercedes bekerja sangat keras untuk mengembangkan mobil mereka pada 2021.

Red Bull bahkan mengerjakan pengembangan dalam waktu lama. Sementara, Mercedes kali terakhir melakukan update pada musim 2021 di Silverstone, Inggris.

Menurut Wolff, fakta bahwa Red Bull telah mengerjakan mobil itu sedikit lebih lama tidak serta merta menjadi keuntungan bagi Mercedes.

“Itu yang juga kami pikirkan tahun lalu. Lalu, aturan berubah dan keuntungan waktu kami pun lenyap. Kurva pengembangan mobil untuk musim 2022 kini sangatlah curam. Itulah mengapa Anda akan sulit memprediksi siapa yang akan lebih baik dan lebih pandai,” ujar Wolff.

        

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Honda Disebut Terlalu Dini Tinggalkan Formula 1
Artikel berikutnya Kicauan F1 di Twitter Indonesia Meningkat Hampir 200 Persen

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia