Mercedes Dinilai Wajar Tuding Sayap Belakang Red Bull Ilegal

Pakar aerodinamika asal Belanda, Rob van den Heijkant, mengungkapkan ada hal-hal yang membuat Mercedes dinilai lumrah menganggap sayap belakang Red Bull Racing ilegal.

Mercedes Dinilai Wajar Tuding Sayap Belakang Red Bull Ilegal

Kendati sejumlah tim seperti McLaren sudah memprotes keras penggunaan sayap belakang yang sangat fleksibel (flexi-wing), Federasi Automobil Internasional (FIA) baru melakukan penyelidikan dengan memasang sejumlah sensor saat lomba Grand Prix Azerbaijan, pekan lalu.

Mercedes-AMG Petronas F1, salah satu tim yang juga gencar menuding Red Bull Racing memakai flexi-wing pada RB16B, juga tidak melakukan protes pada lomba di trek jalan raya Baku City Circuit tersebut.  

Keputusan FIA memasang sensor untuk memastikan ada atau tidaknya flexi-wing dilatarbelakangi protes pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, di GP Catalunya.

Juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017-2020) itu melihat sayap belakang Red Bull RB16B geberan Max Verstappen sangat fleksibel dan terlihat melengkung di trek lurus Circuit de Barcelona-Catalunya yang diyakini membuat mobil 0,3 detik lebih cepat per lapnya.   

Untuk menghindari polemik, FIA pun menegaskan akan melakukan tes ulang sayap belakang dan akan mulai berlaku mulai GP Prancis, 18-20 Juni mendatang.

Menurut ahli aerodiamika Rob van den Heijkant, Mercedes sebenarnya sudah mengetahui inovasi dari Red Bull soal sayap belakang ini, sejak lama.

“Mungkin, karena sekarang Red Bull semakin mendekati, baru mereka melakukan protes,” ucap ahli aerodinamika asal Belanda yang kini memimpin tim teknis aerodinamika DAF Trucks NV itu kelada Majalah FORMULA 1.

Baca Juga:

Menurut Van den Heijkant yang pernah menjadi ahli aerodinamika di tim-tim F1 seperti Spyker F1, Force India, dan Marussia F1 Team, serta Toyota Motorsport GmbH, dalam persaingan sengit seperti saat ini, wajar jika setiap tim sangat memperhatikan rivalnya.

“Saya belakang itu menjadi salah satu contoh inovasi brilian dari Red Bull, karena pergerakan itu terjadi di bilah sayap, bukan pilar tempat bilah disangga. Namun, saya bisa memahami mengapa mereka (Mercedes) menyebutnya ilegal,” ucap Van den Heijkant.

Jika dinyatakan ilegal, Red Bull praktis harus menyesuaikan bentuk sayap belakang mobil mereka. Pertanyaannya, apakah itu mampu dilakukan pada pertengahan musim?

“Anda tidak bisa begitu saja membuat sayap belakang menjadi lebih kaku. Jika itu dilakukan, desain keseluruhan yang dipakai saat ini tidak akan berfungsi baik,” kata Van den Heijkant.

Di sisi lain, Rob Van den Heijkant meyakini Red Bull sudah mengantisipasi situasi seperti ini. Artinya, tim asal Milton Keynes, Inggris, itu sudah menyiapkan sayap baru.

“Beberapa bulan terakhir mereka jadikan semacam periode peringatan dan perubahan itu kini datang (sayap belakang diprotes),” ucap Van den Heijkant.  

“Red Bull pasti akan mengupayakan sayap baru, atau mungkin malah sudah siap. Lalu, setiap orang akan melihat lagi seberapa melengkung sayap belakang itu nantinya. Seperti saya bilang, setiap tim akan mengeluarkan kemampuan sampai batas mereka.”

 

 

dibagikan
komentar
Bos Honda Nilai Mustahil Gelar Dua Lomba F1 di Jepang

Artikel sebelumnya

Bos Honda Nilai Mustahil Gelar Dua Lomba F1 di Jepang

Artikel berikutnya

Kvyat Giat Berlatih dengan Simulator Alpine

Kvyat Giat Berlatih dengan Simulator Alpine
Muat komentar