Meski Enggan Terlibat Lagi, Rosberg Tetap Pantau F1

Walaupun tidak tertarik kembali terlibat di dalamnya, Nico Rosberg masih tetap memperhatikan progres F1. Ia percaya olahraga yang membesarkan namanya itu menuju ke arah yang benar.

Meski Enggan Terlibat Lagi, Rosberg Tetap Pantau F1

Baru-baru ini, kepada Formel1.de, Nico Rosberg mengaku ketidaktertarikannya kembali masuk ke ekosistem Formula 1 (F1), entah itu comeback sebagai pembalap atau menjabat prinsipal tim.

Juara dunia F1 2016 tersebut tidak mau lagi merasakan tekanan intens yang dihadapinya selama satu dekade (2006-2016) berkarier dalam ajang balap jet darat.

Rosberg mengaku menikmati fase baru kehidupannya. Saat ini ia terlibat dalam seri Extreme E. Pria 35 tahun asal Jerman tersebut memimpin langsung timnya, Rosberg X Racing, sebagai CEO.

Meski demikian, ia tidak dapat mengalihkan pikiran sepenuhnya dari F1. Rosberg tetap memberi perhatian kepada olahraga otomotif yang telah membesarkan namanya itu.

Baca Juga:

Sejak musim 2018, ia rutin menjadi komentator dan analis F1 untuk berbagai stasiun televisi. Rosberg juga memiliki aktif di Youtube, bahkan memiliki kanal pribadi.

Lewat platform tersebut, ia secara rutin membahas berbagai hal tentang otomotif, mulai dari analisis hingga berbagi tips, termasuk tentang perkembangan Formula 1.

"Saya pikir perjalanan yang diambil Formula 1 sangat bagus. Kami menjalaninya di Extreme E: bagaimana menjadi format motorsport yang berkelanjutan dan mereka kini juga dalam perjalanan ke arah sana," ujar Rosberg.

"Misalnya pada 2025, semua event Formula 1 akan dikategorikan sebagai balapan berkelanjutan, yang artinya sangat hemat energi, dengan emisi CO2 yang sangat rendah.

Nico Rosberg, Mercedes AMG F1 bersama rekan setim sekaligus rivalnya, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 dalam konferensi pers F1 GP Australia 2014.

Nico Rosberg, Mercedes AMG F1 bersama rekan setim sekaligus rivalnya, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 dalam konferensi pers F1 GP Australia 2014.

Foto oleh: XPB Images

"Lalu 2030, semuanya akan bebas emisi. Itu adalah hal yang penting. Namun solusi power akan tetap menarik dan kami kemungkinan beralih ke bahan bakar sintetis.

"Meskipun sulit untuk merancangnya karena sangat mahal dan boros energi untuk produksi, saya pikir itu akan menjadi sangat bernilai untuk F1 ke depannya," Rosberg menambahkan.

Selama total 11 musim, Rosberg telah tampil dalam 206 balapan Formula 1. Ia total meraih 57 podium, 23 di antaranya sebagai pemenang.

Rosberg juga tercatat sebagai satu-satunya pembalap yang berhasil menghentikan dominasi Lewis Hamilton dalam tujuh musim terakhir F1. Ia menjegal rekan setimnya di Mercedes itu mencatatkan hattrick gelar pada 2016.

 

 

dibagikan
komentar
Perez Terkesan dengan Etos Kerja Verstappen

Artikel sebelumnya

Perez Terkesan dengan Etos Kerja Verstappen

Artikel berikutnya

Red Bull Sudah Antisipasi Kebangkitan Mercedes

Red Bull Sudah Antisipasi Kebangkitan Mercedes
Muat komentar