MGU-K Bermasalah, Mercedes Turunkan Performa

Prinsipal Tim Mercedes-AMG Petronas, Toto Wolff, mengaku problem pada power unit membuat mereka mengurangi tenaga di Grand Prix Abu Dhabi, lomba terakhir Kejuaraan Dunia Formula 1 2020.

MGU-K Bermasalah, Mercedes Turunkan Performa

Pembalap Tim Red Bull Racing-Honda, Max Verstappen, berhasil merebut pole position GP Abu Dhabi pada Sabtu (12/12/2020) malam. Mengejutkan karena Sirkuit Yas Marina adalah wilayah kekuasaan Mercedes.

Sejak 2014, Mercedes selalu merebut pole dan memenangi balapan di GP Abu Dhabi. Total, sebagai pemasok mesin, Mercedes tujuh kali menguasai lomba di Yas Marina.

Sebelum mencetak enam kemenangan beruntun antara 2014-2019, Mercedes memasok mesin untuk Tim McLaren yang membawa Lewis Hamilton menang pada GP Abu Dhabi 2011.

Di kualifikasi ketiga (Q3) GP Abu Dhabi 2020 lalu, Verstappen mencatat waktu lap 1 menit 35,246 detik atau unggul hanya 0,025 detik dari peraih P2 yang juga pembalap Mercedes, Valtteri Bottas.

Namun yang mengejutkan, waktu lap Lando Norris (McLaren-Renault) yang berada di P4 pada Q3 yang hanya 0,226 detik dari Bottas.

Beberapa jam setelah kualifikasi, Prinsipal Tim Mercedes-AMG Petronas, Toto Wolff, mengonfirmasi penyebab melambatnya para pembalap Mercedes W11 disebabkan karena mereka berhati-hati menggunakan Motor Generator Unit Kinetic (MGU-K).

Baca Juga:

Sebelumnya, pembalap Tim Racing Point yang juga memakai power unit Mercedes, Sergio Perez, juga mengalami masalah pada MGU-K hanya beberapa lap sebelum finis lomba GP Bahrain yang membuatnya kehilangan kesempatan naik podium.

Kerusakan MGU-K juga dialami pembalap Tim Williams, George Russell, saat sesi latihan bebas GP Abu Dhabi pada Jumat (11/12/2020) lalu. Seperti Racing Point, Williams juga memakai power unit dari Mercedes.

“Kerusakan pada MGU-K ini aneh karena jarak yang ditempuh masih di bawah batas maksimal pemakaian. Kami belum tahu penyebabnya,” tutur Wolff.

“Itulah mengapa para teknisi tim kami memutuskan untuk membuat perhitungan yang benar-benar matang. Konsekuensinya, kami harus menurunkan tenaga mobil. Praktis, seluruh performa power unit Mercedes akan mengalami penurunan performa sedikit.”

Di era mesin hybrid, mobil-mobil F1 memiliki motor elektris yang terhubung dengan mesin berbahan bakar minyak. Saat pengereman, motor elektris ini mampu menormalkan energi yang hilang karena panas.

Energi kinetik itu disimpan dalam sebuah baterai yang biasa disebut Energy Store (ES). MGU-K bisa berfungsi ganda, yakni memulihkan atau memasok energi tambahan.     

Tanda tanya soal daya tahan (reliability) Mercedes ini juga menjadi salah satu faktor yang membuat para teknisi Tim Racing Point mengganti power unit Perez di Abu Dhabi. Hasilnya, Perez harus start dari posisi paling belakang (20) pada lomba Minggu (13/12/2020) malam.

Wolff pun mengaku, selain masalah soal MGU-K, di kualifikasi Lewis Hamilton maupun Valtteri Bottas juga mengalami masalah pada ban. Mercedes W11 kurang adaptif dengan ban lunak (C4 setrip merah) di Abu Dhabi sehingga gap dengan lawan tidak sebesar perkiraan mereka.

“Kami cukup bagus dengan ban medium (C3, setrip kuning). Ban medium lebih bagus dibanding soft untuk mobil kami. Namun, kami juga sangat kuat dengan ban lunak musim ini. Kami harus menganalisis data namun belum ada jawabannya,” kata Toto Wolff.

 

dibagikan
komentar
Ricciardo Anggap Mobil Era V6 Kurang Mengintimidasi

Artikel sebelumnya

Ricciardo Anggap Mobil Era V6 Kurang Mengintimidasi

Artikel berikutnya

Hasil Lomba F1 GP Abu Dhabi: Verstappen Dominan

Hasil Lomba F1 GP Abu Dhabi: Verstappen Dominan
Muat komentar