Setelah IndyCar dan Formula E, Michael Andretti Ingin Beli Tim F1

Usai hadir di IndyCar dan Formula E, Michael Andretti tertarik untuk melebarkan sayapnya ke Formula 1. Pendiri Andretti Autosport itu dikabarkan ingin memiliki tim balap jet darat.

Setelah IndyCar dan Formula E, Michael Andretti Ingin Beli Tim F1

Akankah tim Amerika Serikat (AS) baru muncul di Formula 1 (F1)? Mungkin saja. Menurut berita yang diungkap RACER, Michael Andretti berada di jalur untuk mewujudkan hal tersebut.

Pemilik Tim Andretti Autosport itu saat ini sedang aktif mencari cara membeli strukrtur yang ada. Diskusi sudah berlangsung dengan beberapa perwakilan tim, termasuk Gene Haas.

Tetapi kontak dengan pemilik Tim Haas F1 tersebut tak kunjung mencapai kesepakatan. Selain itu ada potensi bersaing dengan Dmitry Mazepin, ayah pembalap Nikita Mazepin, jadi Andretti beralih ke target potensial lainnya, Alfa Romeo dan Williams Racing.

Alfa Romeo telah dimiliki oleh perusahaan investasi Swiss, Longbow Finance, sejak 2016 dan resmi masuk F1 dengan nama pabrikan mobil Italia pada 2019.

Baru-baru ini, mereka memperbarui kerjasamanya dengan Sauber selama beberapa tahun. Meski menyandang nama Alfa Romeo, tim memang masih dijalankan oleh Sauber.

Baca Juga:

Sementara itu, Williams baru berganti kepemilikan pada 2020 lalu. Kini skuad Inggris itu tak lagi berada di bawah manajemen keluarga Williams, pendiri tim, melainkan grup investor, Dorilton Capital.

"Ini tentunya akan sangat bagus, tetapi perjalanannya masih panjang," ujar Andretti mengakui ketertarikannya untuk memiliki tim Formula 1 kepada RACER.

"Jika kesempatan yang tepat datang, kami bakal melakukan segala upaya yang kami mampu untuk meraihnya. Namun sekarang kami belum sampai di sana," juara CART IndyCar Series 1991 itu menambahkan.

Keinginan Michael Andretti merambah ke Formula 1 sebenarnya bukan hal baru. Bersama Dmitry Mazepin, ia pernah dikaitkan dengan pengambilalihan Force India.

Michael Andretti, pemilik tim BMW I Andretti Motorsports, di podium merayakan trofi yang diraih skuadnya dalam Formula E.

Michael Andretti, pemilik tim BMW I Andretti Motorsports, di podium merayakan trofi yang diraih skuadnya dalam Formula E.

Foto oleh: Alastair Staley / Motorsport Images

Namun pada akhirnya, tim tersebut diakuisisi oleh pengusaha Kanada Lawrence Stroll dan pada F1 musim ini turun sebagai Aston Martin Racing.

Dengan mengingat biaya masuk F1 sebesar 200 juta dolar AS (Rp2,89 triliun) yang diatur dalam Concorde Agreement pada 2020, membeli tim akan jauh lebih murah dibandingkan membangun struktur baru.

Andretti adalah partner dari CEO McLaren Racing, Zak Brown, dalam sejumlah kejuaraan seperti Supercars dan Extreme E. Ia juga menjalankan program di IndyCar, Formula E, Indy Lights dan IMSA.

Michael Andretti sendiri adalah mantan pembalap dan pernah mengikuti berbagai seri, termasuk Formula 1. Sayangnya, ia hanya mampu bertahan satu musim dalam ajang jet darat.

Putra dari juara dunia F1 1978, Mario Andretti tersebut, ketika itu memperkuat McLaren. Ia meraih satu podium mengumpulkan tujuh poin dan finis di posisi ke-11 klasemen.

dibagikan
komentar
5 Juara Dunia F1 Sekaligus Pemenang Le Mans 24 Hours

Artikel sebelumnya

5 Juara Dunia F1 Sekaligus Pemenang Le Mans 24 Hours

Artikel berikutnya

Fernando Alonso Ragu Ulangi Performa GP Hungaria Secepatnya

Fernando Alonso Ragu Ulangi Performa GP Hungaria Secepatnya
Muat komentar