Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Formula 1 F1 GP Turki

Mick Schumacher Tunjukkan Peningkatan pada Musim Debutnya di F1

Mantan pembalap F1 Christian Danner percaya Mick Schumacher layak mendapatkan apresiasi atas apa yang dicapainya pada musim debutnya di ajang balap jet darat sejauh ini.

Mick Schumacher, Haas VF-21

Mick Schumacher, putra dari juara dunia tujuh kali Formula 1 Michael Schumacher, pada sebagian besar musim ini berhasil finis di depan rekan setimnya, sesama rookie, di Tim Haas F1, Nikita Mazepin.

Christian Danner, yang aktif membalap di F1 pada periode 1985-1989, pun turut mengomentari kinerja Mick Schumacher yang terus berprogres pada musim perdananya. Itu  diungkapkannya kepada media Jerman, Sport1.

Menurut Danner, momen terbaik dalam karier Formula1 Schumacher sejauh ini adalah time trial (kualifikasi) Grand Prix (GP) Turki, di Sirkuit Intercity Istanbul Park, pada akhir pekan lalu.

Baca Juga:

Dalam kesempatan tersebut pembalap muda Jerman tersebut sukses membuat catatan waktu putaran yang bagus yang membawanya lolos dari kualifikasi pertama (Q1).

Meskipun itu menjadi kedua kalinya Schumacher melaju dari Q1 sejak Grand Prix Prancis di Paul Ricard, ia mungkin memiliki perasaan yang campur aduk, terkait mobilnya yang crash ketika itu.

"Dia meningkatkan level dengan penampilannya di kualifikasi," kata Danner, mengacu pada fakta bahwa Mick Schumacher punya skill lolos Q2 GP Turki dengan mobil Haas yang tidak terlalu kompetitif.

Mick Schumacher, Haas F1

Mick Schumacher, Haas F1

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

"Mick telah melakukan pekerjaan hebat dan berkat itu, dia mendapatkan dorongan mental. Hal-hal kecil seperti ini sangat penting bagi seorang pembalap," Danner memuji kompatriot mudanya tersebut.

Kendati Schumacher, seperti rekan setimnya Nikita Mazepin, belum mampu finis di zona poin musim ini, juara Formula 2 (F2) 2020 tersebut memimpin 13-3 atas pilot muda Rusia dalam kualifikasi dan balapan.

Haas, yang tahun ini menjadi tim termuda di F1 2021, bisa menatap musim depan dengan lebih optimistis, karena mereka menjadikan pengembangan mobil 2022 sebagai prioritas dari awal tahun ini.

*Artikel ini dibuat oleh M. Fadhil Pramudya P yang sedang menjalani magang.

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Sprint Race Ketiga Bakal Digelar di Sirkuit Interlagos
Artikel berikutnya Menjelang Balapan F1, Sirkuit Austin Berbenah

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia