Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Mike Krack Punya Cara Khusus Tangani Aston Martin

Prinsipal Aston Martin yang baru, Mike Krack, akan melakukan pendekatan kerja dengan cara yang bersahabat dan tak ingin terburu-buru.

Mike Krack, Team Principal, Aston Martin Racing

Setelah diumumkan menjadi bagian dari tim Formula 1 Aston Martin pada 14 Januari lalu, Krack akan memulai kerjanya sebagai pemimpin tim pada pekan ini.

Mantan bos motorsport BMW itu juga mengakui bahwa skala fasilitas Aston Martin luar biasa, dengan staf yang lebih besar daripada saat memimpin tim di BMW dan Porsche.

Sebuah kampus baru yang besar saat ini sedang dibangun di samping markas Silverstone yang telah berdiri.

Krack mengaku pusing saat pertama kali mengunjungi pabrikan untuk mengenal semua orang di dalam tim dan yang berperan penting karena jumlahnya cukup besar.

“Ya, ini luar biasa. Saya telah berkunjung ke sini beberapa kali sebelum diresmikan. Ketika Anda melihat gedung baru yang besar ini sedang dibangun, itu luar biasa, memang harus begitu,” ucapnya.

“Saya pikir Anda harus mendekati ini dengan cara yang bersahabat, Anda harus terlebih dahulu datang ke sini dan memahami bagaimana tim ini bekerja.

“Tidak boleh lupa bahwa ‘Tim Silverstone’ ini adalah tim yang hebat, selama bertahun-tahun selalu menunjukkan kinerja yang luar biasa.

“Penting untuk mengetahui di mana kekuatan tim, dan di mana kami dapat membuatnya lebih kuat, atau di mana kami dapat memperbaiki beberapa kelemahannya.”

Baca Juga:

Mike Krack menegaskan tak ingin mengubah apa yang telah berjalan dengan baik. Ia memilih terbuka untuk mendengar masukan dari semua pihak tentang apa yang perlu dipertahankan dan diperbaiki.

“Saat ini saya banyak berdiskusi dengan individu, dengan pemimpin tim dan pemimpin departemen, untuk memahami bagaimana tim dijalankan, bagaimana sistem beroperasi,” ujarnya.

“Saya pikir akan bodoh untuk datang ke sini pada hari pertama dan mencoba membalikkan setiap batu dan mengatur ulang. Tim telah memiliki catatan bagus, hanya perlu beberapa hal untuk membuat langkah selanjutnya.

“Namun, caranya bukan dengan mengibah segalanya. Jadi saya mengambil pendekatan konservatif di sini, mencoba belajar sebanyak mungkin, mencoba membawa filosofi saya ke dalamnya

“Saya akan berusaha membawa pemikiran saya ke dalam tim, yang selalu merupakan kerja tim yang positif, karena motivasi datang dengan sendirinya.

“Meski orang-orang di sini sangat termotivasi, Anda bisa percaya pada saya. Jadi, ini tentang bagaimana menyalurkannya dengan tepat.”

FIA Scrutineering area

FIA Scrutineering area

Foto oleh: Giorgio Piola

Beberapa pemimpin baru di tim F1 biasanya langsung membawa orang-orang baru bersamanya, seperti Jost Capito di Williams. Alpine juga membawa banyak wajah baru ketika memutuskan mengubah strukturnya.

“Saya tidak punya rencana untuk mendatangkan orang baru. “Saya tidak punya daftar nama besar yang ingin saya bawa ke sini,” kata Krack.

“Yang saya punya adalah saya memiliki jaringan dari Porsche, saya punya jaringan dari BMW dan tempat lain, dan komunitas motorsport yang Anda tahu tidak terlalu besar.

“Jadi, saya pikir di sini sangat penting bahwa Anda bisa merasakan siapa di antara orang-orang ini yang bisa menjadi aset bagi tim ini di sini, dan siapa yang tidak?

“Orang-orang di sini yang benar-benar bagus. Itu lebih seperti jika kami membutuhkan fungsi atau peran tertentu seseorang, atau kami perlu mengisi salah satu peran dan kami mengenal seseorang dari jaringan kami, maka jelas saya akan membuat saran dan saya akan mendorong untuk memiliki orang yang tepat.

“Tetapi sama sekali bukan saya ingin membuat orang ditukar dengan orang yang saya kenal. Tidak semuanya.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation

Video terkait

Artikel sebelumnya Terobosan FIA, Verifikasi Mobil F1 Cukup dengan Laser
Artikel berikutnya Jika Ingin Diperpanjang F1, Drive to Survive Harus Bernilai Lebih

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia