Montezemolo: Ferrari Kurang Sosok Pemimpin

Mantan Presiden Ferrari, Luca di Montezemolo, mengatakan tim berlogo kuda jingkrak itu kehilangan sosok pemimpin saat ini. Ia pun mengklaim tahu solusi untuk membenahi masalah pabrikan Italia itu.

Montezemolo: Ferrari Kurang Sosok Pemimpin

Montezemolo pernah menjadi Presiden Ferrari pada 1991-2014 dan telah memberikan kontribusi besar dalam kesuksesan pabrikan yang berbasis di Maranello, Italia itu.

Peran Montezemolo diambil alih oleh Sergio Marchionne, yang meninggal dunia pada 2017 lalu. Tugas itu lalu diemban oleh Louis Camilleri. Namun, setelah 2,5 tahun menjabat, Camilleri memutuskan mundur.

Saat ini, Ferrari sedang mencari pemimpin, dan Luca di Montezemolo menjadi salah satu kandidat terkuat.

“Kali terakhir saya bertemu John Elkann ketika Ferrari merayakan balapan ke-1.000, dan kami belum berbicara lagi sejak saat itu,” kata Montezemolo kepada Motorsport.com.

Sejak Montezemolo memimpin Ferrari, ia berkontribusi membawa tim meraih tujuh gelar juara dunia pembalap dan konstruktor.

“Saya dapat membayangkan masalah yang sedang dialami tim dan saya tahu bagaimana cara membenahinya. Sedih rasanya melihat Ferrari begitu lemah, di sana kurang sosok pemimpin dan tim berada di momen sulit. Itu membuat saya sangat khawatir,” ucapnya.

“Ferrari saat ini jauh berbeda dibandingkan dengan era saya. Mereka aktif di bursa saham dan mereka peduli pada itu. Mereka juga meningkatkan produksi mobil komersil."

“Setelah Camilleri mundur, saya berharap mereka menemukan CEO yang bagus. Saya pribadi berpikir bahwa Stefano Domenicali menjadi kandidat ideal. Saya yakin dia akan melakukan pekerjaan yang bagus.”

Baca Juga:

Memiliki sejarah manis bersama Ferrari, Luca di Montezemolo menawarkan diri untuk memberi masukan jika diminta oleh pabrikan tersebut.

“Saya siap untuk berbagi jika mereka ingin mendengarkan masukan saya. Saya benar-benar menyukai Ferrari. Kesuksesan tidak hanya terkait dengan kemenangan, tapi saya juga tak ingin membuat kebingungan berkepanjangan,” ujar Montezemolo.

“Saya berusaha memberi masukan sebaik mungkin. Tapi saya khawatir Ferrari tak memiliki sosok pemimpin yang kuat.”

Luca di Montezemolo merasa struktur Ferrari saat ini tidak terlalu paham dengan cara kerja Formula 1, yang membuat tim gagal tampil baik di sepanjang tahun ini.

“Tim memerlukan seseorang yang dapat memberikan perbedaan dan membawa keahlian baru untuk meraih kemenangan. Saya memiliki tim yang kuat karena selalu menaruh orang yang berpengalaman,” ujar Luca di Montezemolo, yang pernah menjadi Prinsipal Tim Ferrari di F1 pada 1974-1975.

Charles Leclerc, Ferrari SF1000

Charles Leclerc, Ferrari SF1000

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Bagi Ferrari, menempati peringkat keenam klasemen konstruktor F1 2020 hanya lebih baik daripada musim 1980 (10). Untuk era F1 mesin hybrid yang dimulai sejak 2014, musim ini menjadi yang terburuk bagi Ferrari.

Inilah untuk kali ketiga sejak F1 era hybrid, Ferrari tidak mampu memenangi balapan. Sebastian Vettel hanya sekali naik podium ketiga (Turki) sedangkan Charles Leclerc merebut podium kedua di Austria dan ketiga di Inggris.

Ferrari juga pernah gagal memenangi lomba selama semusim penuh pada era mesin hybrid, 2014 dan 2016. Namun, saat itu mereka masih mampu finis P4 dan P3 konstruktor karena Kimi Raikkonen, Fernando Alonso, dan Sebastian Vettel, mampu merebut lebih banyak finis podium.   

dibagikan
komentar
Mercedes Sengaja Tidak Memaksimalkan Mesin di Abu Dhabi

Artikel sebelumnya

Mercedes Sengaja Tidak Memaksimalkan Mesin di Abu Dhabi

Artikel berikutnya

5 Pembalap Terbaik F1 2020 Versi Nico Rosberg

5 Pembalap Terbaik F1 2020 Versi Nico Rosberg
Muat komentar